Makna HUT RI di Mata Masyarakat

Makna HUT RI di Mata Masyarakat
Anggota Paskibraka berbaris saat gladi bersih upacara HUT Kemerdekaan Indonesia ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/8). Upacara peringatan detik-detik Proklamasi RI akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2013 yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ( Foto: ANTARA FOTO / Andika Wahyu )
Shesar Andriawan / FMB Kamis, 15 Agustus 2013 | 02:56 WIB

Jakarta - Hari peringatan kemerdekaan pastinya adalah hari yang penting bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu, langsung atau tak langsung, bangsa ini diingatkan tentang buah manis pencapaian usaha tak kenal para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Pemaknaan terhadap hari penting tersebut oleh masyarakat rupanya bisa sangat beragam.

Ditemui di daerah Pasar Minggu, Rabu (13/8), Taufik seorang karyawan swasta berpendapat,

"Apa ya, hmmm... Semangat. Iya itu, semangat. Dulu kan para pahlawan semangat banget pas tanggal 17 Agustus 1945, terutama waktu proklamasi kemerdekaan. Jadi tanggal 17 Agustus itu tentang semangat kemerdekaan,"

Sedangkan Ami, pemilik warung nasi di daerah Pasar Minggu lebih mengingatnya sebagai hari yang ramai akan perlombaan.

"17-an sih pastinya rame banyak lomba. Lucu melihat anak-anak kecil pada yang ikutan. Yang tua-tua sih ikut senang bisa ketawa-ketawa," ujarnya.

Pendapat Kustiana, seorang supir pribadi pun cukup serupa.

"Ingat dulu tahun 1970-an di Tasikmalaya suka ada pawai obor-obor tiap tanggal 16 Agustus malam. Siangnya ada perlombaan di sekolah sama sepeda hias," uajrnya.

Pendapat agak berbeda diutarakan Ipul, seorang konsultan teknik.

"Dulu nasionalisme. Itu jaman saya masih kecil, masih muda, tahun 1970-an lah. Tapi kalau sekarang cenderung lebih ke perlombaan. Menurut saya itu ada pengaruh dari TV ya. Orang jadi lebih sering menonton TV daripada kumpul diskusi topik tertentu," ujarnya.