KPK: Kamar Dagang Asing Kerap Tanyakan Kepastian Hukum di Indonesia

KPK: Kamar Dagang Asing Kerap Tanyakan Kepastian Hukum di Indonesia
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (Foto: Antara)
Novy Lumanauw Minggu, 18 Agustus 2013 | 23:00 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menyatakan betapa pentingnya membangun sistem pencegahan korupsi di sektor minyak dan gas bumi (migas). Hal itu terutama menyusul kasus dugaan suap yang menjerat Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini.

Menurut Bambang, sistem pencegahan korupsi yang baik di sektor migas, akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian secara umum. Sebab, kepastian hukum yang terjamin, berkorelasi dengan terciptanya sistem investasi.

Oleh karena itu, lanjut Bambang, membangun sistem pencegahan korupsi sektor migas atau ketahanan energi menjadi salah satu prioritas KPK. Apalagi menurutnya, belakangan ini banyak kamar dagang dari berbagai negara yang mendatangi KPK, hanya untuk menanyakan seputar kepastian hukum di Indonesia sebelum melakukan investasi.

"Sekarang KPK banyak kedatangan kamar dagang dari berbagai negara. Mereka ingin dapat konfirmasi dari KPK, apakah benar kepastian hukum bisa diwujudkan di negara Indonesia ini," kata Bambang, Minggu (18/8).

Sebelumnya, Bambang mengklaim pada tahun 2011, KPK bersama lembaga negara lain berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp153 triliun yang bisa menjadi potensi kerugian negara di sektor migas atau energi.

 

Sumber: Suara Pembaruan