Akhirnya, "Soft Launching" RSUD Banten Akan Dilaksanakan 3 September

Akhirnya,
RSUD Banten yang dibangun sejak tahun 2009 lalu dengan anggaran sekitar Rp204 miliar, akan mulai beroperasi pada Selasa (3/9). Pengoperasian RSUD yang dijadikan rumah sakit rujukan di wilayah Provinsi Banten ini ditandai dengan soft launching. ( Foto: SP/Laurens Dami )
Laurens Dami Sabtu, 31 Agustus 2013 | 05:46 WIB

Serang - Setelah mengalami penundaan beberapa kali, soft launching Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten dipastikan akan dilaksanakan Selasa (3/9) mendatang. Kepastian pelaksanaan soft launching ini diperoleh setelah Dinas Kesehatan Banten bersama sejumlah dinas terkait, melakukan rapat koordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Muhadi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Banten, dr Drajat Ahmad Saputra, kepada media ini, Jumat (30/8), menjelaskan bahwa rencana awal soft launching RSUD Banten adalah pada tanggal 22 Juli 2013 lalu. Namun menurutnya, pada saat itu, pejabat yang akan menduduki sejumlah posisi penting di manajemen RSUD Banten itu belum dilantik, sehingga pelaksanaannya pun dibatalkan.

"Kendati hanya soft launching, namun pelayanan rumah sakit terhadap pasien berjalan penuh. Karena itu, diperlukan pejabat seperti direktur, wakil direktur, dan sejumlah posisi lainnya yang sah dan legal, untuk mengambil kebijakan dan keputusan terkait segala hal di rumah sakit. Soft launching sebagai tanda dimulainya pengoperasian rumah sakit. Seluruh pelayanan harus berjalan optimal," jelas Drajat.

Drajat menjelaskan, sebagaimana visi dan misi awal, pembangunan RSUD Banten yang beralamat di Jl Syeh Nawawi Al-Banteni, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam memberikan pelayanan kesehatan optimal terutama kepada masyarakat Banten.

"RSUD Banten merupakan salah satu instansi Pemprov Banten yang bertanggungjawab di bidang kesehatan, khususnya dalam pelayanan kesehatan rujukan/lanjutan bagi rumah sakit di sekitarnya. Dasar hukumnya berupa Perda Nomor 1 Tahun 2013, tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja RSUD Banten. Selain itu, juga Perda Nomor 2 Tahun 2013 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan pada RSUD Banten. Karena itu, kami mempersilakan kepada masyarakat Banten agar menggunakan jasa pelayanan kesehatan di RSUD Banten," ujarnya.

Drajat lebih lanjut menjelaskan, jenis pelayanan kesehatan yang tersedia saat ini di RSUD Banten adalah pelayanan rawat jalan yang meliputi 19 pelayanan poli spesialis. Masing-masing yaitu poli andrologi, poli urologi, poli bedah, poli umum, polih bedah plastic, poli bedah tulang, poli gigi dan mulut, poli mata, poli kebidanan dan kandungan, poli kulit kelamin, poli kesehatan jiwa, poli jantung, poli syaraf, poli radiologi, poli anak, poli paru, hingga rehabilitasi medis, psikologi dan gizi.

"RSUD Banten memiliki 30 dokter spesialis dari berbagai bidang. Jadi, RSUD Banten fasilitas dan tenaga medisnya jauh lebih lengkap dari RSUD yang ada di kabupaten/kota, karena sejak awal RSUD Banten dibangun untuk rujukan," jelasnya lagi.

Lebih jauh, Drajat menjelaskan bahwa untuk pelayanan rawat inap, rumah sakit ini dilengkapi dengan fasilitas kamar VIP dewasa dan anak, kamar kelas 1, kamar kelas 2, serta kamar kelas 3. Fasilitas lainnya yang disediakan adalah intensive care unit (ICU), neonatal intensive cara unit (NICU), perinatal intensive care unit (PICU), pelayanan kebidanan, dan instalasi gawat darurat (IGD).

"Untuk fasilitas kamar VIP dewasa dan anak, kamar kelas 1, kelas 2 dan kelas 3, kapasitas tempat tidur seluruhnya mencapai 224 tempat tidur. Semuanya didukung oleh tenaga medis, paramedis, penunjang, dan dokter spesialis yang terpercaya. Kehadiran RSUD Banten menjadi pilihan bagi peningkatan kesehatan masyarakat Banten," ujar Drajat pula.

Dijelaskan bahwa untuk tahap awal, di rumah sakit rujukan tersebut memang disiapkan 224 tempat tidur, di mana selanjutnya akan ditambah secara bertahap hingga mencapai 400 tempat tidur. Sementara untuk paramedis yang dibutuhkan adalah sebanyak 681 orang, terdiri atas dokter umum, spesialis, perawat dan yang lainnya. Pemenuhan kebutuhan pegawai RS tersebut juga akan dilakukan secara bertahap.

Khusus untuk dokter spesialis, dikatakan bahwa sejauh ini, yang sudah positif akan bekerja di RSUD Banten adalah sebanyak 30 orang. Mereka berasal dari berbagai bidang, di antaranya dokter spesialis bidang andrologi, bedah plastik, forensik, dan lain-lain.

Berdasarkan catatan, dana untuk pembangunan fisik RSUD Banten ini sendiri mencapai Rp204 miliar. Pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2009 lalu.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banten, dr Djadja Buddy Suharja, menjelaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana RSUD Banten sebenarnya sudah siap semuanya. Adapun terkait persoalan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang sebelumnya sempat dipersoalkan, menurutnya pun sebenarnya sudah ada.

"Kami selalu melakukan rapat koordinasi dengan dinas dan badan terkait, khususnya Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Banten. IPAL itu merupakan salah satu syarat penting beroperasinya sebuah rumah sakit. IPAL RSUD Banten sudah ada," jelasnya.

Djadja menjelaskan, untuk grand launching RSUD Banten sendiri, rencananya akan dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2013 mendatang, atau menjelang perayaan HUT Provinsi Banten. "(Tapi) Semua pelayanan kesehatan di RSUD Banten (sudah) akan berjalan penuh sejak soft launching, 3 September 2013," tegasnya pula.

 

Sumber: Suara Pembaruan