Terancam 20 Tahun Penjara, Dua PPNS Perpajakan Tidak Ajukan Nota Keberatan

Terancam 20 Tahun Penjara, Dua PPNS Perpajakan Tidak Ajukan Nota Keberatan
Tersangka kasus pajak Master Steel Eko Darmayanto (kanan) dan Muhammad Dian Irwan Nuqishra meninggalkan KPK usai melengkapi berkas pemeriksaan di Jakarta, Rabu (11/9). ( Foto: Antara / Puspa Perwitasari )
Novy Lumanauw Selasa, 8 Oktober 2013 | 19:47 WIB

Jakarta - Terancam 20 tahun penjara, dua Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Perpajakan pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Eko Darmayanto dan Muhammad Dian Irwan Nuqisra tidak mengajukan eksepsi (nota keberatan).

"Kami tidak mengajukan eksepsi," kata penasehat hukum Eko dan Dian, Endang Hadrian dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (8/10).

Oleh karena itu, hakim ketua, Amin Ismanto mengatakan sidang berikutnya, tanggal 22 Oktober akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

"Karena tidak mengajukan eksepsi, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi, pada tanggal 22 Oktober 2013," kata Amin Ismanto sebelum menutup sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (8/10).

Sebelumnya, Eko Darmayanto dan Muhammad Dian Irwan Nuqisra terancam pidana selama 20 tahun penjara sebab didakwa menerima suap sebesar 600.000 dolar Singapura terkait pengurusan pajak PT The Master Steel (MS) dan sebesar Rp 3,250 miliar terkait perkara pajak PT Delta Internusa dan sebesar US$ 150.000 terkait pengurusan perkara PT Nusa Raya Cipta (NRC).

Sumber: Suara Pembaruan