Puan Maharani: "Trisakti" Bung Karno Tetap Relevan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kongres Kebangsaan

Puan Maharani: "Trisakti" Bung Karno Tetap Relevan

Selasa, 10 Desember 2013 | 20:53 WIB
Oleh : PD / HA

Jakarta - Gagasan "trisakti" yang dikemukakan Bung Karno masih tetap relevan dengan situasi Indonesia saat ini dan masa akan datang. Faktanya, Indonesia saat ini tidak lagi berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

"Mengapa setelah 68 tahun Indonesia Merdeka, kedaulatan di bidang politik, semangat berdiri di atas kaki sendiri, dan kepribadian kita sebagai bangsa yang bermartabat, kini justru kian memudar?" tanya politisi PDIP Puan Maharani pada Kongres Kebangsaan yang digelar Forum Pemimpin Redaksi di Jakarta, Selasa (10/12). Kongres Kebangsaan ini bertema "Menggagas Kembali Haluan Bangsa Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka" berlangsung hingga Rabu (11/12).

Ketika Indonesia diproklamasikan, kata Puan, yang ada adalah semangat. Hal ini nampak dari pernyataan yang disampaikan Bung Karno sebelum membacakan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945.

"Bung Karno dengan tegas mengatakan 'Kini tiba saatnya bagi kita untuk berani meletakkan nasib bangsa di atas tangan kita sendiri. Hanya bangsa besarlah yang berani meletakkan nasibnya di atas tangannya sendiri'. Ini suatu pernyataan politik yang melambangkan keberanian untuk merdeka dengan seluruh risiko gempuran kekuatan Sekutu dan Asia Pasifik," ungkap putri Megawati Soekarnoputri itu.

PDIP, kata Puan, meyakini bahwa sekiranya spirit kemerdekaan bisa dikobarkan kembali dan sekiranya demokrasi politik dan demokrasi ekonomi yang dibangun mampu memerdekakan rakyat miskin, maka gambaran "Indonesia Hebat" terhampar di depan mata. Konstitusi telah mengamanatkan bahwa tujuan bernegara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Suatu tujuan yang begitu hebat, dan diletakkan di atas dasar fondasi ideologi bangsa, Pancasila. Pancasila yang menyatu dengan seluruh kebudayaan Indonesia.

"Itulah tema utama yang diyakini oleh PDI Perjuangan bahwa bangsa ini bisa bangkit kembali melalui Pancasila yang dibumikan melalui jalan "trisakti", sehingga kita bisa menjadi Indonesia yang hebat," kata Puan.

PDIP dipercaya rakyat untuk memenangkan pemilu legislatif tahun 2014 dan kemudian mampu memimpin penyelenggaraan pemerintahan ke depan, demikian Puan, maka agenda utama yang ditawarkan adalah meletakkan dasar bagi Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Pemerintah Indonesia, kata Puan, harus merdeka untuk menentukan seluruh kebijakan pemerintahan negara tanpa intervensi oleh kepentingan global sekalipun. Lebih-lebih di dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia. Demikian halnya terhadap kedaulatan ekonomi.

Indonesia yang berdaulat hanya terwujud melalui upaya meningkatkan efektivitas pemerintahan, ketaatan pada hukum dan nation and character building untuk membangun karakter bangsa Indonesia agar bisa berkompetisi di dunia internasional.

Berdikari

Puan menekankan pentingnya "berdiri di atas kaki sendiri" di bidang ekonomi. Spirit ini harus diletakkan sekurang—kurangnya untuk mewujudkan kedaulatan Indonesia di bidang pangan, energi, pertahanan, keuangan, dan maritim. Kemampuan produksi rakyat harus terus ditingkatkan. Rakyat harus berproduksi, penelitian harus digalakkan, terutama di sektor strategis.

Reformasi pajak menjadi keharusan agar watak keadilan sosial di dalam perekonomian nasional semakin dapat diwujudkan. Transportasi publik yang aman, masal, dan harga terjangkau, menjadi skala prioritas. Sistem jaminan sosial, termasuk jaminan untuk mendapatkan pekerjaan, harus menjadi motif utama di dalam menyusun kebijakan perekonomian nasional.

Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan sangat penting. Agenda ini, kata Puan, hanya bisa dilaksanakan jika Indonesia menempatkan rakyat sebagai sumber kebudayaan.

Kebudayaan yang dibangun adalah kebudayaan yang berakar pada tradisi budaya, pada kearifan lokal, dan kemudian ditransformasikan pada bangunan keadaban Indonesia modern yang ditandai oleh sistem kebudayaan yang mendorong setiap warga negara Indonesia untuk kreatif, berdisiplin, jujur, toleran, sekaligus memiliki etos kerja yang tinggi.

"Ke depan, nation and character building akan menjadi penopang penting di dalam menggelorakan kembali kebanggaan sebagai bangsa," ungkap Puan. Karena itu ketika PDIP memimpin maka kementerian pendidikan akan berkonsentrasi pada pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tingkat atas. Sedangkan pendidikan tinggi akan disatukan dengan penelitian, pengembangan teknologi, dan aplikasinya untuk sektor strategis agar rakyat menjadi panentu dalam gerak perekonomian Indonesia.

Pelaksanaan agenda ini, ujar Puan, memerlukan kepemimpinan nasional yang mampu menghadapi berbagai bentuk krisis, dan tantangan yang tidak ringan. Kepemimpinan yang ditopang oleh pemahaman ideologi yang kuat, teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambingkan oleh kepentingan asing, dan memiliki kemampuan manajerial yang andal, serta memiliki karakter yang jujur, sederhana, dan etos kerja yang tinggi, akan menjadi gambaran nyata, kepemimpinan yang kita perlukan di masa transisional ini.

"Inilah yang akan dijawab oleh PDI Perjuangan. Ada kesatupaduan antara kepemimpinan nasional, yang menjalankan agenda trisakti, dan soliditas kekuatan partai yang menyatu dengan rakyat. Jika ini terjadi, Indonesia akan hebat," papar Puan.

Lunturnya Spirit

Indonesia saat ini sangatlah berbeda dengan Indonesia tahun 1960-an. Pada periode itu, Indonesia telah mampu menjadi inspirasi bagi kemerdekaan bangsa-bangsa Asia Afrika. Angkatan Perang Indonesia merupakan angkatan perang terkuat di Asia Tenggara.

Kepemimpinan Indonesia di dunia internasional, kata Puan, bahkan sangat jelas watak perikemanusiaannya, dengan menjadi pelopor Gerakan Non Blok, dan The New Emerging Forces (NEFOS). Di dalam negeri, Indonesia memiliki konsepsi perekonomian yang luar biasa melalui Pembangunan Semesta dan Berencana.

Semangat kepeloporan Indonesia itu, kini digerus oleh melunturnya spirit kebangsaan. Intoleransi kembali terjadi. Wibawa negara merosot dan berbagai persoalan ekonomi yang sangat pelik kini menghadang.

"Namun yang lebih membahayakan adalah lunturnya kebanggaan kita sebagai bangsa yang disebut oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, mentalitet dan karakter bangsa kita saat ini, akibat melekatnya “gen penjajahan”. Suatu genetika bangsa yang rusak akibat akumulasi penjajahan yang begitu lama, dan merusak rasa percaya diri kita sebagai bangsa," ungkap Puan.

Akibat dari semua ini, disiplin nasional merosot. Kebanggaan sebagai bangsa meluntur dengan berbagai bentuk ketergantungan Indonesia terhadap produk impor. Spirit berdikari berubah menjadi spirit berkonsumsi. Rupiah pun terus tertekan hingga menembus Rp 12.000 per dolar AS karena besarnya ketergantungan terhadap impor.

Pengangguran dan kemiskinan, yang seharusnya bisa ditekan dalam spirit pembangunan yang berkeadilan sosial, kini justru menjadi wajah buram perekonomian Indonesia. Ketidaktaatan terhadap hukum semakin melemahkan sendi-sendi bernegara. Padahal Indonesia dibangun sebagai negara hukum. Kokohnya Indonesia yang disatukan oleh prinsip kebangsaan dengan nilai kebhinekaan, kini semakin dinodai oleh intoleransi, konflik sosial akibat SARA yang seharusnya tidak terjadi lagi.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pelantikan Anggota BPK Dinilai Wajib Tunggu Putusan PTUN

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah menilai pelantikan anggota BPK terpilih Nyoman Adhi Suryadnyana wajib menunggu putusan PTUN.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Satgas Waspada Investasi Bekukan 3.600 Pinjol Ilegal di Sulawesi Selatan

Satgas Waspada Investasi membekukan 3.600 pinjaman online (pinjol) ilegal yang beroperasi di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Ahmad Sahroni: Polwan Punya Peran Penting di Polri

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menegaskan polwan memiliki peranan penting di tubuh Polri.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

BMKG Tegaskan Komitmen Dukung Kedaulatan Pangan

BMKG menegaskan komitmennya untuk terus mendorong Indonesia mencapai kedaulatan pangan.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Gempa Tektonik yang Guncang Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa Dipicu Sesar Aktif

Gempa tektonik yang mengguncang wilayah Kota Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa, Jawa Tengah Sabtu, (23/10) pagi dini hari pukul dipicu sesar aktif.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Ashefa Griya Pusaka Dukung Program Rehabilitasi Pengguna

Ashefa Griya Pusaka memberikan layanan program rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial secara lengkap.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Indonesia Harapkan Kontribusi ASEAN Atasi Tantangan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Perlu upaya adaptasi pola pikir dan aksi nyata dengan menerapkan reimagine, recreate, dan restore dalam pengelolaan lingkungan.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Jembrana Targetkan Jadi Sentra Produksi Udang Vaname di Indonesia

Kami akan menjadikan Jembrana sebagai salah satu sentra produksi udang vaname di Indonesia, hal ini juga sesuai arahan Gubernur Bali.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Mendagri Terima Penghargaan Alumni Terhormat dari NTU Singapura

Mendagri, Tito Karnavian menerima penghargaan alumni terhormat dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Resmi Dibuka, Ipeka Balikpapan Usung Pembelajaran Berbasis Teknologi

Peresmian gedung SMP dan SMA Kristen Ipeka Balikpapan bertujuan untuk melengkapi sarana dan prasarana pendidikan di jenjang menengah.

NASIONAL | 23 Oktober 2021


TAG POPULER

# Alec Baldwin


# Angkutan Sungai dan Danau


# LADI


# Kapal Van Der Wijck


# Pinjol Ilegal



TERKINI
Lawan Juventus, Inzaghi Minta Pemain Inter Tingkatkan Level Penampilan

Lawan Juventus, Inzaghi Minta Pemain Inter Tingkatkan Level Penampilan

BOLA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings