Bupati dan Wakil Bupati Lebak Terpilih Akhirnya Dilantik

Bupati dan Wakil Bupati Lebak Terpilih Akhirnya Dilantik
Wakil Gubernur Banten Rano Karno (kanan) melantik Bupati Lebak terpilih Iti Oktaviana (kedua kiri) dan Wakil Bupati Ade Sumardi (kiri) di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (15/1). Rano Karno melantik Bupati Lebak menggantikan peran Gubernur Atut Chosiyah yang berhalangan karena ditahan KPK terkait kasus korupsi. ( Foto: Antara/Asep Fathulrahman )
Laurens Dami / YS Kamis, 16 Januari 2014 | 02:18 WIB

Lebak - Bupati dan Wakil Bupati Lebak terpilih yakni Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi akhirnya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lebak periode 2014-2019 oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten Rano Karno, di Pendopo Kabupaten Lebak, Rabu (15/1). Iti Octavia Jayabaya merupakan putri kandung mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya dua periode sebelumnya.

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lebak, dilakukan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lebak yang dipimpin Ketua DPRD Lebak, Ade Suryana. Dalam pelantikan itu, dihadiri Ketua Umum PPP Suryadarma Ali, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten Aeng Haerudin, Kapolda Banten Brigjen M. Zulkarnaen, Walikota Tangerang Arif S Wismansyah, serta tamu undangan lainnya.

Pelantikan Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi ini berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (mendagri) No. 131-36-225 tentang Pengangkatan Bupati Lebak dan Keputusan Mendagri No. 132-226-225 tentang Pengangkatan Wakil Bupati Lebak dengan masa jabatan 5 tahun sejak pelantikan dilaksanakan.

Kendati dalam pelaksanaan Pilkada Lebak terdapat dugaan aksi suap yang dilakukan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam mempengaruhi keputusan MK untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), namun hasil PSU itu pasangan Iti – Ade tetap unggul sebagai pemenang.

Wagub Banten Rano Karno dalam sambutanya menyampaikan, pemilihan bupati Lebak telah terlaksana dengan baik.

“Atas kerja sama dan partisipasi KPU, Muspida, partai politik dan semua pihak terutama masyarakat Kabupaten Lebak akhirnya Pilkada Lebak bisa dilaksanakan dengan baik,” kata Rano Karno.

Wagub juga mengatakan kepercayaan masyarakat Lebak dalam menentukan pilihannya telah terlaksana. Untuk itu, dia berharap bupati dan wakil bupati Lebak mampu memegang komitmen memajukan daerah Lebak. “Kepada bupati beserta wakilnya yang baru saja diambil sumpahnya harus dapat memajukan daerah dengan menjalankan program pembangunan dengan baik,” katanya.

Menurut Wagub, sebagai bagian dari wilayah Provinsi Banten, Kabupaten Lebak mempunyai banyak potensi sumber daya alam untuk dikembangkan bagi perekonomian. “Dengan potensi-potensi yang ada tersebut Pemkab Lebak dengan bupatinya yang baru harus dapat memberdayakan dan menciptakan capaian pembangunan dalam rangka mensejahterakan rakyatnya,” ujar Wagub.

Wagub juga mengungkapkan, saat ini telah disahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) pemekaran wilayah yang ada di Kabupaten Lebak yaitu Kabupaten Cilangkahan. Pengesahan RUU tersebut telah ditandatangani Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 24 Desember 2013 lalu.

“Hal ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Lebak untuk dapat bersinergi melaksanakan pembangunan sebaik-baiknya semata-mata mewujudkan masyarakat Lebak yang sejahtera dan Banten umumnya,” kata Wagub.

Sementara itu, Bupati Lebak terpilih Iti Octavia Jayabaya berjanji akan merangkul seluruh komponen masyarakat termasuk lawan politiknya pada Pilkada Lebak lalu. Iti mengaku masih akan menggunakan mantan calon Bupati Lebak Amir Hamzah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai pegawai negeri sipil.

"Oposisi itu kan biasa. Tinggal bagaimana sekarang kita legowo bersama-sama memajukan Kabupaten Lebak," ujar Iti.

Sumber: Suara Pembaruan