Pengamat: Pengusaha Masuk Partai untuk Naikkan Nilai Tawar

Pengamat: Pengusaha Masuk Partai untuk Naikkan Nilai Tawar
Ilustrasi Pemilu ( Foto: istimewa )
Fana Suparman / JAS Kamis, 16 Januari 2014 | 22:15 WIB

Jakarta - Menjelang digelarnya pemilihan umum, tak sedikit pengusaha yang mulai terlibat aktif dalam politik, bahkan menjabat posisi strategis di partai.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Gun Gun Heryanto, mengatakan bergabungnya pengusaha ke dalam struktural partai politik merupakan hal yang lumrah. Namun, perekrutan yang dilakukan menjelang pemilu ini ditujukan untuk mengatrol posisi dan nilai tawar partai terutama dalam menghadapi pemilu.

"Kalau rekrutmen dilakukan jauh-jauh hari sebelum pemilu sama dengan profesi lain seperti guru, dosen, pensiunan militer masuk parpol kan hak konstitusional. Boleh," kata Gun Gun dalam diskusi "Pemilu 2014 dan Masa Depan Politik Kita" yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWIR), di Condet, Jakarta Timur, Kamis (16/1).

Gun Gun menilai, terdapat dua keuntungan yang dipetik partai dengan bergabungnya pengusaha. Selain untuk memasok sumber dana menghadapi pemilu, pengusaha juga diharapkan dapat menjadi lumbung suara partai.

"Dua-duanya penting sebagai nilai tawar. Apalagi jika kemudian pengusaha itu selain terkenal dan bisa jadi vote getters, juga punya lumbung ekonomi," ungkapnya.

Menurut Gun Gun, partai politik membutuhkan pengusaha sebagai lumbung logistik partai menghadapi pemilu. Apalagi, mengingat ongkos politik saat ini yang semakin mahal.

Selain itu, kata Gun Gun, dengan kekuasaan yang dimiliki, para pengusaha dapat mengarahkan bawahannya untuk mendukung partai.

"Dengan kekuatannya dia bisa menjadi vote getters tersendiri bagi partai. Jadi lumbung suara, dan lumbung ekonomi," jelasnya.

Gun Gun menuturkan, pengusaha juga memetik keuntungan dengan bergabung dan membantu sumber dana partai. Para pengusaha ini sedang menginvestasikan uang untuk mengamankan bisnisnya.

"Tujuannya jelas, kalau partai ini dapat, atau caleg ini dapat harus menggolkan atau mengamankan bisnis-bisnis dia. Kalau dulu para pengusaha ini hanya supporting team, sekarang menjadi aktor utama," kata Gun Gun.

Sumber: Suara Pembaruan