Cerita dari Komunitas Literasi Saku di Kepulauan Yapen, Papua

Cerita dari Komunitas Literasi Saku di Kepulauan Yapen, Papua
Komunitas Literasi Sa Saku di Kepulauan Yapen, Serui, Papua. ( Foto: dok )
Jaja Suteja / JAS Rabu, 26 Februari 2020 | 16:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komunitas Sa Saku adalah sebuah komunitas yang memiliki misi menyebarkan literasi bagi anak-anak di pelosok Papua. Komunitas ini berada di kepulauan kabupaten Yapen, Papua dan dibentuk oleh Agies Pranoto, pada medio Maret tahun 2017 lalu. Komunitas ini bertujuan agar para anggotanya Ber saku mengumpulkan berbagai bahan bacaan mulai dari buku dongeng, dan buku pengetahuan, baik bekas maupun buku baru.

"Tujuan saya mengumpulkan buku karena melihat kondisi masyarakat di kepulauan Yapen dimana saya tinggal bersama suami yang bertugas di Serui, Yapen, saya ingin menumbuhkan minat baca anak sekolah mulai dari kalangan pelajar Sekolah Dasar sampai masyarakat penduduk asli disini, kami memulainya bersama tiga orang kawan dan mulai mencari buku, menghimbau kepada pemilik buku di Serui yang sudah membaca buku-bukunya mengirimkan kepada kami langsung atau melalui pos juga lewat media sosial atau kontak secara langsung," kata Agies yang juga seorang jurnalis, Rabu (26/2/20).

"Saat ini kami Saku mengirimkan setiap bulan 100 buku bacaan layak baca, ke beberapa sekolah yang kebanyakan ada di pelosok kampung, dan baru sebanyak 1.000 buku lebih yang kami distribusikan sampai sekarang," ungkap Agis.

Saku kini dibantu oleh para relawan yang hingga saat ini berjumlah 4 volunteer, dan oleh kawan-kawan pengajar Muda dari Yayasan Indonesia Mengajar.

Alhasil, buku buku yang distribusikan itu sangat memengaruhi perilaku anak-anak di pelosok Papua agar tertarik untuk belajar membaca, bahkan permintaan buku di beberapa sekolah terutama yang ada dipelosok kampung semakin meningkat

"Buku bacaan dongeng dan ensiklopedia sangat dibutuhkan, kami masih menjaring donatur buku untuk bekerja sama," sebutnya.

Saku akhirnya mulai mendapat perhatian oleh beberapa taman baca yang ada di luar kota, namun banyak pula yang mendukung secara langsung seperti pejabat daerah, perpustakaan daerah, dan juga anggota dewan di Serui yang peduli terhadap pendidikan.

"Tentunya akan ada banyak lagi pegiat-pegiat literasi di pelosok yang juga tergerak untuk melakukan perubahan, kami saja mau bergerak ke pelosok dengan menyeberangi laut dengan motor boat, bahkan mengantar buku hingga menempuh jalan berpuluh-puluh kilometer agar buku kami sampai ditempat tujuan dengan utuh, Kami melakukan ini karena mengetahui banyak diluar sana anak anak yang sangat merindukan sosok buku bacaan, yang bisa mengisi pengetahuan mereka," imbuh Agis.

"Harapan saya semoga makin banyak yang terlibat, baik itu untuk donatur buku maupun pegiatnya, baik pemerintah dan juga secara pribadi, karena kami sangat membutuhkan buku bacaan," tutupnya.

Untuk menunjang kegiatan ini Agis juga melakukan bisnis kecil di rumahnya dengan membuka warung kopi bernama Kopi Yoi sambil menunggu datangnya buku- buku. Bagi donatur yang tertarik menyumbangkan buku atau menjadi donatur bisa menghubungi Komunitas Baca Saku (Sa Suka Buku) Jalan Maluku, lorong masuk depan Kantor KPUD Yapen, Rt/Rw 007/004, Serui Kota 98211.



Sumber: BeritaSatu.com