Menakertrans Minta Negara Penerima Lindungi Hak Dasar Pekerja Migran dan Keluarganya
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menakertrans Minta Negara Penerima Lindungi Hak Dasar Pekerja Migran dan Keluarganya

Rabu, 5 Februari 2014 | 19:47 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / FAB

Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar mengajak semua negara pengirim pekerja migrant yang tergabung dalam Colombo Process agar sama-sama mendesak negara-negara penempatan atau penerima supaya melindungi hak-hak dasar setiap pekerja migrant dan keluarganya.

Permintaan itu disampaikan Muhaimin saat bertemu Menteri Promosi Tenaga Kerja Luar Negeri dan Kesejahteraan Srilanka, Hon Dilan Perera di Jakarta, Rabu (5/2).

Pada kesempatan itu, Hon Dilan Perera juga menyatakan kerjasama dan komitmen dari negara-negara pengirim dan penerima pekerja migrant dibutuhkan untuk mencegah terjadinya perdagangan manusia (trafficking), penempatan pekerja migrant illegal serta eksploitasi dan perlakuan tidak layak terhadap pekerja migran yang selama ini masih terjadi di negara-negara penempatan.

Saat ini Srilanka adalah Ketua Colombo Process (CP) yang merupakan forum konsultasi regional para Menteri Negara-negara Pengirim Tenaga Kerja se-Asia, yang bersifat tidak mengikat (non-binding). Anggota CP adalah 11 negara, yakni Afghanistan, Bangladesh, Tiongkok, India, Indonesia, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.

Pertemuan antara Muhaimin dengan Hon Dilan Perera ini diadakan untuk mendukung Senior Official Meeting (SOM) of the Colombo Process ke-5 yang akan dilangsungkan di Srilanka pada 17 - 18 Maret 2014. Pertemuan SOM ini merupakan momentum yang baik bagi negara-negara pengirim tenaga kerja, khususnya dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan dinamika global akhir-akhir ini.

Muhaimin mengatakan, harus ada persamaan hak dan kewajiban yang sama antara negara-negara sending countries pekerja migrant dan negara penerima, karena kedua belah pihak sama-sama saling membutukan. “Kerjasama yang saling menguntungkan harus terus dilakukan,” kata Muhaimin.

Muhaimin menambahkan kerjasama di bidang ketenagakerjaan antara negara pengirim dan penerima juga dibutuhkan untuk mengembangkan partnership program di bidang peningkatan kualitas standar pelatihan keterampilan dan kompetensi kerja, pelatihan bahasa, etos dan budaya kerja, serta regulasi di negara setempat.

“Kita berharap pertemuan Colombo Process nantinya semakin memperkuat posisi negara-negara anggota dalam bernegosiasi dengan negara-negara penerima dan menghidupkan kembali dialog antar negara-negara anggota dengan melibatkan negara tujuan tenaga kerja yang relevan, termasuk negara pengamat,” kata dia.

Berdasarkan data statistik, diperkirakan setiap tahun terdapat lebih dari 2,5 juta pekerja di wilayah Asia meninggalkan negara asalnya untuk bekerja di negara lain. Sebagian besar mereka bekerja di wilayah Timur Tengah untuk melakukan berbagai pekerjaan di bidang jasa, perdagangan dan konstruksi, sedangkan sebagian lagi bekerja di wilayah Amerika Serikat, Eropa dan Negara lainnya di Asia.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perkara Elda Belum Masuk Penuntutan

penyidikan perkara tersebut masih berjalan dan Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menunggu audit kerugian negara dari BPKP.

NASIONAL | 5 Februari 2014

Wamenhan Nilai Produk Industri Pertahanan Indonesia Mulai Signifikan

"Industri pertahanan kita sudah memenuhi tingkat menengah sedang ke tingkat tinggi dalam 10 tahun lagi."

NASIONAL | 5 Februari 2014

Korban Banjir Manado Diusir dalam Konser Amal

Mereka diusir lantaran tidak mampu membeli table (meja) senilai Rp 10 juta.

NASIONAL | 5 Februari 2014

Berangkat dari Kasus "Benhan vs Misbakhun", UU ITE Harus Direvisi

“Pasal tersebut adalah fasilitas yang disediakan negara bagi mereka yang melankolis dan ingin memanjakan egonya,” Donny BU

NASIONAL | 5 Februari 2014

Aktivitas Sinabung Masih Tinggi, Evakuasi Dihentikan Sementara

Hingga hari ini, tercatat sudah 16 orang tewas akibat erupsi Gunung Sinabung.

NASIONAL | 5 Februari 2014

Anas Juga Ditanya soal Panggilan SBY

Firman menyebutkan Anas yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Anas mempunyai tugas khusus.

NASIONAL | 5 Februari 2014

Soekarwo: Jatim Terapkan Standardisasi Tinggi untuk Barang Impor

Untuk mengukur standar barang yang masuk, Jatim menggandeng akademisi untuk melakukan pengecekan kualitas.

NASIONAL | 5 Februari 2014

Uang Adik Atut Mengalir ke Artis

"Saat ini kita harap ada dulu kesepahaman antara pemeriksa dan Pak Wawan terkait dengan catatan maut"

NASIONAL | 5 Februari 2014

BNPB Siapkan Rp 67 Miliar untuk Relokasi Korban Sinabung

Warga yang akan mendapat bantuan ini adalah warga yang tinggal di radius 0-3 km dari Gunung Sinabung

NASIONAL | 5 Februari 2014

Makam Tan Malaka Belum Bisa Dipastikan 100 Persen

"Namun apakah 100 persen itu dipastikan dia? Belum bisa. Masih dibutuhkan sejumlah sampel lagi."

NASIONAL | 5 Februari 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS