Beda Tingkah AS dan Australia soal Penyadapan

Beda Tingkah AS dan Australia soal Penyadapan
Ilustrasi aktivitas penyadapan ( Foto: AFP )
Markus Junianto Sihaloho Selasa, 18 Februari 2014 | 20:51 WIB

Jakarta - Pemerintah Indonesia merasa ada perbedaan respons antara Pemerintah AS dan Australia menyangkut isu penyadapan warga negara Indonesia yang belakangan menjadi fokus media nasional.

Menurut Menlu Marty Natalegawa, pihaknya mencatat munculnya masalah penyadapan yang terakhir, seakan-akan diungkit menjelang kedatangan Menlu AS John Kerry, yang terjadi kemarin (17/2).

Yang berbeda, pascakasus penyadapan terungkap, Pemerintah AS mengambil langkah-langkah reformasi kebijakan.

"Langkah serupa sepengetahuan kami tidak pernah dibuka oleh pemerintah Australia," kata Menlu di Jakarta, Selasa (18/2).

Selain itu, dia menilai ada sikap tak konsisten yang kerap dibuat Australia terkait isu penyadapan. Secara tertutup, pihak Australia menyatakan ke pihak Indonesia, mereka tak pernah melakukan operasi penyadapan. Namun, saat di muka publik, Australia seakan-akan bangga dengan penyadapan itu.

Marty menegaskan, pihaknya sudah menyampaikan masalah penyadapan langsung kepada Menlu AS John Kerry.

"Bedanya, kalau AS sudah melakukan review jadi ada langkah konkret untuk menangani masalah. Sementara Australia tidak ada sama sekali," kata Marty.

Dipublikasikan New York Times dan Canberra Times, jutaan pelanggan PT Telkomsel ternyata disadap Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dan Direktorat Intelijen Australia. Nama Indosat juga disebut-sebut dalam laporan itu.

Sepanjang tahun 2013, Australian Signals Directorate mendapatkan hampir 1,8 juta kunci enskripsi induk yang digunakan operator selular Telkomsel untuk melindungi percakapan pribadi dari pelanggannya. Intelijen Australia juga membongkar semua enskripsi yang dilakukan Telkomsel.

Intersepsi Australia atas layanan telekomunikasi berbasis satelit di Indonesia dilakukan melalui Shoal Bay Naval Receiving Station, fasilitas intersepsi satelit yang berlokasi dekat Darwin.

AS dan Australia juga mengakses panggilan telpon dan lalu-lintas internet yang dilakukan menggunakan kabel bawah laut yang beroperasi melalui dan ke Singapura.