Koalisi Gerindra-Golkar Dinilai Akan Munculkan Gejolak Politik Baru
Logo BeritaSatu

Koalisi Gerindra-Golkar Dinilai Akan Munculkan Gejolak Politik Baru

Senin, 5 Mei 2014 | 18:54 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta - Rencana koalisi Partai Gerinda dan Partai Golkar dinilai dapat memunculkan gejolak politik baru. Minimal, menurut Pengamat Politik Ray Rangkuti, di dalam internal Golkar, akan muncul gugatan atas posisi koalisi yang menempatkan Aburizal Bakrie (ARB) sebagai cawapres Prabowo.

"Sebab, sebagaimana hasil rapimnas, mandat ARB itu adalah mandat Capres. Jadi kalau akhirnya posisi yang diincar cawapres, tentu banyak nama dari internal Golkar yang dapat disodorkan," kata Ray di Jakarta, Senin (5/5).

Menurutnya, tokoh seperti Akbar Tanjung, Priyo Budi Santoso cukup kuat dicawapreskan. Pada titik itulah gejolak itu menuai lahannya.

Kedua, lanjut Ray, kerelaan PKS untuk sekadar menjadi teman koalisi Gerindra. Padahal target mereka sendiri adalah cawapres. Bahkan PKS telah menyiapkan tiga nama untuk jadi cawapres.

Menurut Ray, sebagai partai yang terlebih dahulu merapat ke Gerindra, tentu tidak mudah bila amanah para kader PKS diabaikan. Apalagi, tampaknya dukungan Golkar atau PPP tidak akan utuh ke Gerindra.

Dengan koalisi Gerindra-Golkar, lanjut dia, maka PAN juga akan berhitung apakah akan tetap dalam koalisi Gerindra atau sebaliknya. Dalam survei, duet Prabowo-Hatta (Rajasa) cukup menjanjikan. Tetapi jika ujung-ujungnya PAN hanya kebagian kursi kabinet, tentu opsi koalisi ke gerbong lain terbuka.

"Jika PAN memperkuat gerbong Jokowi misalnya, potensial akan membuat pilpres berjalan satu putaran. Dan PAN kembali dapat ikut berkuasa," ujar Ray.

Dengan koalisi Gerindra-Golkar, menurut Ray, yang tersisa hanya Partai Demokrat, PPP, dan Hanura. PPP sendiri sudah masuk blok di antara gerbong Prabowo atau gerbong Jokowi.

Dia mengusulkan Partai Demokrat dapat membuat gerbong koalisi baru dengan setidaknya menarik PAN dan Hanura. Pasangan yg tersedia adalah Dahlan Iskan-Hatta Rajasa yang bisa menjadi capres alternatif.

Dengan ketatnya persaingan gerbong Jokowi vs Prabowo, lanjut dia, banyaknya peningkatan kampanye negatif yang menimpa kedua pasangan tersebut tidak mustahil pemilih akan mencari alternatif capres dan cawapres.

"Dan alternatif itu bisa jadi ada pada Dahlan Iskan-Hatta Rajasa. Tapi masalah utamanya apakah SBY menghendaki Dahlan Iskan maju sebagai capres dari PD? Inilah teka teki pilpres kita. Dalam satu minggu ke depan, niscaya semua akan terjawab," tandasnya.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengelolaan dan Penyaluran Raskin Harus Diperbaiki

Pengadaannya harus disesuaikan pertahun atau tergantung dengan angka kemiskinan.

NASIONAL | 5 Mei 2014

KPK Minta SBY dan Ibas Jadi Saksi Meringankan Anas

"Surat dilayangkan pada 28 April lalu."

NASIONAL | 5 Mei 2014

Izin Cuti Jokowi Bisa Saja Ditolak

“Bisa saja presiden tidak mengizinkan (Jokowi cuti). Semua tergantung kepada presiden,” kata pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Muncul Wacana Duet Joko Widodo-Ricky Sutanto

Ricky sendiri merupakan pemilik kelompok usaha Blossom Group yang bergerak di bidang kontraktor, properti dan produk konsumen.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Repdem Antisipasi Politik Pecah Belah Gaya Orde Baru

Spanduk yang dicopot bertuliskan "Harga Mati Megawati Presiden" muncul di Jakarta yang tidak menghendaki Jokowi maju sebagai capres.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Kasus Century, Saksi Ahli Sebut Krisis 2008 Berbeda Dengan 1998

Pada 1998 terjadi penurunan tingkat kepercayaan terhadap institusi perbankan.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Sekelompok Anak Muda Dukung Prabowo-Hatta

Generasi PH melihat track record Prabowo Subianto yang terkenal tegas, bisa bersanding dengan pengalaman Hatta Rajasa sebagai menteri.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Pengamat: Pasangan Jokowi-Samad Mampu Ciptakan Pemerintahan Bersih

Samad diyakini mampu mendukung konsep revolusi mental Jokowi.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Capres Ini Janjikan Gaji Wartawan Minimal US$ 1.000 per Bulan

Demi merealisasikan janjinya, dia menyatakan akan membahas upah wartawan dengan pimpinan media.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Belum Mendarat di Jakarta, Rekapitulasi Suara Sulsel Diskors Hingga 19.30 WIB

13 provinsi lainnya yang sudah direkap suaranya ditunda pengesahannya karena ada beberapa masalah.

NASIONAL | 5 Mei 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS