Pengamat: Jika Izin Cuti Jokowi Ditolak, Bumerang Bagi Rezim Penguasa
Logo BeritaSatu

Pengamat: Jika Izin Cuti Jokowi Ditolak, Bumerang Bagi Rezim Penguasa

Senin, 5 Mei 2014 | 19:03 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / FAB

Jakarta - Peneliti Indonesia Publik Institut, Karyono Wibowo berpendapat, upaya Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengajukan cuti atau permohonan non aktif sementara, dalam rangka pencalonannya sebagai presiden bisa terganjal. Hal itu terjadi apabila ada skenario politik dari penguasa yang berwenang mengganjal laju Jokowi menuju istana.

Tetapi, menurut Karyono, sejauh pengajuan cuti tidak melanggar peraturan, maka tidak ada alasan untuk menolaknya. “Kecuali bila izin itu melanggar peraturan, maka akan menjadi masalah dan kemungkinan akan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menghambat Jokowi,” kata Karyono di Jakarta, Senin (5/5).

Dia menambahkan, para pihak yang ingin menghambat Jokowi akan berhitung resiko politik apabila menolak permohonan cuti. Pasalnya, hal itu akan semakin menimbulkan antipati terhadap rezim penguasa.

Sebaliknya, masih kata Karyono, rakyat akan semakin simpati kepada Jokowi. “Jokowi bisa dianggap sebagai sosok yang teraniaya. Maka dari itu perlu hati-hati bila ada pihak-pihak yang hendak menghambat Jokowi dalam memperoleh izin cuti, karena bisa menjadi bumerang,” tegasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo yakin SBY bakal menerima dan mengizinkan Jokowi untuk cuti.

“Pak SBY saya kira sangat memahami mekanisme dan aturan yang ada. Niat Gubernur DKI mencalonkan diri jadi presiden, tentunya ada hak dan kewajiban, sepanjang itu memenuhi aturan yang ada, saya kira pak presiden akan mendengarkan masukan dari Sekretariat Negara dan Menteri Dalam Negeri, menurut saya enggak ada masalah,” kata Tjahjo.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemhut Berikan Bantuan Hukum untuk HTI

HTI menginvestasikan dana yang besar untuk menanam dan mengelola areal konsesinya, jadi tidak mungkin jika mereka melakukan pembakaran lahan.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Koalisi Gerindra-Golkar Dinilai Akan Munculkan Gejolak Politik Baru

Tokoh seperti Akbar Tanjung, Priyo Budi Santoso cukup kuat dicawapreskan. Pada titik itulah gejolak itu menuai lahannya.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Pengelolaan dan Penyaluran Raskin Harus Diperbaiki

Pengadaannya harus disesuaikan pertahun atau tergantung dengan angka kemiskinan.

NASIONAL | 5 Mei 2014

KPK Minta SBY dan Ibas Jadi Saksi Meringankan Anas

"Surat dilayangkan pada 28 April lalu."

NASIONAL | 5 Mei 2014

Izin Cuti Jokowi Bisa Saja Ditolak

“Bisa saja presiden tidak mengizinkan (Jokowi cuti). Semua tergantung kepada presiden,” kata pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Muncul Wacana Duet Joko Widodo-Ricky Sutanto

Ricky sendiri merupakan pemilik kelompok usaha Blossom Group yang bergerak di bidang kontraktor, properti dan produk konsumen.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Repdem Antisipasi Politik Pecah Belah Gaya Orde Baru

Spanduk yang dicopot bertuliskan "Harga Mati Megawati Presiden" muncul di Jakarta yang tidak menghendaki Jokowi maju sebagai capres.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Kasus Century, Saksi Ahli Sebut Krisis 2008 Berbeda Dengan 1998

Pada 1998 terjadi penurunan tingkat kepercayaan terhadap institusi perbankan.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Sekelompok Anak Muda Dukung Prabowo-Hatta

Generasi PH melihat track record Prabowo Subianto yang terkenal tegas, bisa bersanding dengan pengalaman Hatta Rajasa sebagai menteri.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Pengamat: Pasangan Jokowi-Samad Mampu Ciptakan Pemerintahan Bersih

Samad diyakini mampu mendukung konsep revolusi mental Jokowi.

NASIONAL | 5 Mei 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS