Mahfud MD Akui Temui Atut Bicarakan Pilkada Banten
Logo BeritaSatu

Mahfud MD Akui Temui Atut Bicarakan Pilkada Banten

Senin, 5 Mei 2014 | 19:29 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / ED

Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku pernah bertemu dengan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) di Banten, Jawa Barat.

Tetapi, Mahfud menegaskan tidak membicarakan perkara sengketa pilkada manapun dengan orang nomor satu di Banten tersebut. Yang ada, dalam pertemuan tersebut dibicarakan soal mekanisme pilkada.

"Dia (Atut) hanya bertanya ke saya, apakah dirinya yang menggantikan Gubernur lama dianggap satu periode. Saya katakan jika lebih dari 2,5 tahun atau lebih dari 50 persen menjabat, dianggap sudah satu periode. Tidak bicara pilkada Serang, Lebak atau Banten," kata Mahfud ketika bersaksi untuk terdakwa Akil Mochtar dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/5).

Mahfud berulang kali menegaskan bahwa pertemuan dengan Atut tersebut berlangsung jauh sebelum gugatan pilkada Banten masuk ke MK. Apalagi, menurut Mahfud, konsultasi yang dilakukan Atut hanya berlangsung sebentar. Sebab, dirinya harus memimpin sidang di MK.

Selanjutnya, untuk membuktikan dirinya bersih dan tidak melanggar etika, Mahfud mengungkapkan sempat menolak permintaan ceramah dari Atut.

"Dia (Atut) katakan mau mengundang saya untuk memberi ceramah di Banten. Lalu, saya katakan, saya tidak mau datang karena dia waktu itu calon gubernur Banten," ungkap Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan bahwa perkara sengketa Pilkada Banten masuk ke MK tanggal 31 Oktober 2011 dan diregister tanggal 3 Nopember 2011. Lalu, perkara tersebut, lanjut Mahfud, diputus hakim panel pada 17 Nopember 2011 dan keputusan dibacakan dalam sidang terbuka pada 22 Nopember 2011.

Seperti diketahui, dalam dakwaan jaksa disebutkan Akil menerima uang sebesar Rp 7,5 miliar dari Tubagus Chaeri Wardana terkait perkara sengketa pilkada Banten 2011. Wawan disebut mengirimkan uang sebanyak lima kali melalui transfer ke rekening atas nama CV Ratu Samagat di Bank Mandiri KC Pontianak dengan nomor 146.0089.888.999.

Pertama, sebesar Rp 250 juta dan Rp 500 juta pada 31 Oktober 2011 dengan pengirim Ahmad Farid Ansyari dengan kolom berita slip "Biaya transportasi dan sewa alat berat". Kemudian, Rp 100 juta dan Rp 150 juta ditransfer pada 1 Oktober 2011 dengan pengirim Ahmad Farid Ansyari dengan kolom berita slip "Biaya Transportasi dan alat berat."

Selanjutnya, Rp 2 miliar yang ditransfer pada 17 November 2011 dengan pengirim Yayah Rodiah dengan kolom berita slip "Pembayaran Bibit Kelapa Sawit." Sebesar Rp 3 miliar yang ditransfer pada 18 November 2011 dengan pengirim Agah Mohammad Noor dengan kolom berita slip "Untuk pembelian Bibit Kelapa Sawit."

Terakhir, sebesar Rp 1,5 miliar yang dikirim pada 18 November 2011 dengan pengirim Asep Bardan dengan kolom berita slip "Untuk pembelian Alat Berat".

Namun, terkait dakwaan tersebut, Akil sempat menuding bahwa Mahfud selaku ketua panel perkara pilkada Banten yang berada di balik penerimaan uang tersebut.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengamat: ARB yang Terbaik dari Golkar sebagai Bakal Cawapres Prabowo

"Impian mengantarkan Anies Mata dari PKS atau Hatta Radjasa dari PAN untuk disandingkan sebagai pengantin politik dengan Prabowo Subianto akan berantakan."

NASIONAL | 5 Mei 2014

KPU Dipastikan Tengah Ubah Masa Tahapan Rekapitulasi Hingga 9 Mei

Rekapitulasi yang harusnya berlangsung hingga Selasa (6/5) besok, diperpanjang sampai 9 Mei 2014.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Melalui Pengacara, SBY Tolak Panggilan KPK

"Klien kami merasa tidak memiliki pengetahuan apapun terkait substansi perkara atas nama Anas Urbaningrum."

NASIONAL | 5 Mei 2014

Pengamat: Jika Izin Cuti Jokowi Ditolak, Bumerang Bagi Rezim Penguasa

Tjahjo Kumolo yakin SBY bakal menerima dan mengizinkan Jokowi untuk cuti.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Kemhut Berikan Bantuan Hukum untuk HTI

HTI menginvestasikan dana yang besar untuk menanam dan mengelola areal konsesinya, jadi tidak mungkin jika mereka melakukan pembakaran lahan.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Koalisi Gerindra-Golkar Dinilai Akan Munculkan Gejolak Politik Baru

Tokoh seperti Akbar Tanjung, Priyo Budi Santoso cukup kuat dicawapreskan. Pada titik itulah gejolak itu menuai lahannya.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Pengelolaan dan Penyaluran Raskin Harus Diperbaiki

Pengadaannya harus disesuaikan pertahun atau tergantung dengan angka kemiskinan.

NASIONAL | 5 Mei 2014

KPK Minta SBY dan Ibas Jadi Saksi Meringankan Anas

"Surat dilayangkan pada 28 April lalu."

NASIONAL | 5 Mei 2014

Izin Cuti Jokowi Bisa Saja Ditolak

“Bisa saja presiden tidak mengizinkan (Jokowi cuti). Semua tergantung kepada presiden,” kata pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Muncul Wacana Duet Joko Widodo-Ricky Sutanto

Ricky sendiri merupakan pemilik kelompok usaha Blossom Group yang bergerak di bidang kontraktor, properti dan produk konsumen.

NASIONAL | 5 Mei 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS