Jadi Ketua Panel Sengketa Pilkada Banten, Mahfud MD Bantah Aliran Dana
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Jadi Ketua Panel Sengketa Pilkada Banten, Mahfud MD Bantah Aliran Dana

Senin, 5 Mei 2014 | 19:41 WIB
Oleh : C-9 / JAS

Jakarta - Mahfud MD mengaku pernah bertindak sebagai ketua panel perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Banten di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tetapi, ketika bersaksi untuk terdakwa Akil Mochtar, Mahfud mengaku tidak tahu-menahu perihal dugaan aliran dana ke terdakwa terkait pengurusan pilkada Banten, sebagaimana dalam surat dakwaan.

"Jika dengan saya tidak ada kaitannya sama sekali. Saya yang memeriksa perkara dengan transfer ke CV Ratu Samagat tidak ada kaitannya sama sekali," tegas Mahfud dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/5).

Bahkan, Mahfud mengaku tidak mengenal dengan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang disebut memberikan uang kepada mantan Ketua MK tersebut.

"Ada keheranan saya tentang Pilgub Banten. Padahal, panelnya saya. Tetapi, saya tidak tahu Wawan siapa," ujar Mahfud.

Seperti diketahui, dalam dakwaan jaksa disebutkan Akil menerima uang sebesar Rp 7,5 miliar dari Tubagus Chaeri Wardana terkait perkara sengketa pilkada Banten 2011.

Kemudian, disebutkan Wawan mengirimkan uang sebanyak lima kali melalui transfer ke rekening atas nama CV Ratu Samagat di Bank Mandiri KC Pontianak dengan nomor 146.0089.888.999.

Pertama, sebesar Rp 250 juta dan Rp 500 juta pada 31 Oktober 2011 dengan pengirim Ahmad Farid Ansyari dengan kolom berita slip, "Biaya transportasi dan sewa alat berat".

Kemudian, Rp 100 juta dan Rp 150 juta ditransfer pada 1 Oktober 2011 dengan pengirim Ahmad Farid Ansyari dengan kolom berita slip, "Biaya Transportasi dan alat berat."

Selanjutnya, Rp 2 miliar yang ditransfer pada 17 November 2011 dengan pengirim Yayah Rodiah dengan kolom berita slip "Pembayaran Bibit Kelapa Sawit." Sebesar Rp 3 miliar yang ditransfer pada 18 November 2011 dengan pengirim Agah Mohammad Noor dengan kolom berita slip "Untuk pembelian Bibit Kelapa Sawit."

Terakhir, sebesar Rp 1,5 miliar yang dikirim pada 18 November 2011 dengan pengirim Asep Bardan dengan kolom berita slip "Untuk pembelian Alat Berat".

Namun, terkait dakwaan tersebut, Akil sempat menuding bahwa Mahfud selaku ketua panel perkara Pilkada Banten yang berada di balik penerimaan uang tersebut.

Sumber: Suara Pembaruan/CRB


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mahfud MD Akui Temui Atut Bicarakan Pilkada Banten

Pertemuan tersebut berlangsung jauh sebelum gugatan pilkada Banten masuk ke MK.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Pengamat: ARB yang Terbaik dari Golkar sebagai Bakal Cawapres Prabowo

"Impian mengantarkan Anies Mata dari PKS atau Hatta Radjasa dari PAN untuk disandingkan sebagai pengantin politik dengan Prabowo Subianto akan berantakan."

NASIONAL | 5 Mei 2014

KPU Dipastikan Tengah Ubah Masa Tahapan Rekapitulasi Hingga 9 Mei

Rekapitulasi yang harusnya berlangsung hingga Selasa (6/5) besok, diperpanjang sampai 9 Mei 2014.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Melalui Pengacara, SBY Tolak Panggilan KPK

"Klien kami merasa tidak memiliki pengetahuan apapun terkait substansi perkara atas nama Anas Urbaningrum."

NASIONAL | 5 Mei 2014

Pengamat: Jika Izin Cuti Jokowi Ditolak, Bumerang Bagi Rezim Penguasa

Tjahjo Kumolo yakin SBY bakal menerima dan mengizinkan Jokowi untuk cuti.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Kemhut Berikan Bantuan Hukum untuk HTI

HTI menginvestasikan dana yang besar untuk menanam dan mengelola areal konsesinya, jadi tidak mungkin jika mereka melakukan pembakaran lahan.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Koalisi Gerindra-Golkar Dinilai Akan Munculkan Gejolak Politik Baru

Tokoh seperti Akbar Tanjung, Priyo Budi Santoso cukup kuat dicawapreskan. Pada titik itulah gejolak itu menuai lahannya.

NASIONAL | 5 Mei 2014

Pengelolaan dan Penyaluran Raskin Harus Diperbaiki

Pengadaannya harus disesuaikan pertahun atau tergantung dengan angka kemiskinan.

NASIONAL | 5 Mei 2014

KPK Minta SBY dan Ibas Jadi Saksi Meringankan Anas

"Surat dilayangkan pada 28 April lalu."

NASIONAL | 5 Mei 2014

Izin Cuti Jokowi Bisa Saja Ditolak

“Bisa saja presiden tidak mengizinkan (Jokowi cuti). Semua tergantung kepada presiden,” kata pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin.

NASIONAL | 5 Mei 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS