Presiden: Jangan Ada Dendam Usai Pilpres

Presiden: Jangan Ada Dendam Usai Pilpres
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( Foto: twitter )
Kamis, 29 Mei 2014 | 07:04 WIB

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kompetisi politik dalam proses pemilihan presiden hendaknya berlangsung dengan baik dan ketika selesai maka semua pihak harus bersatu untuk membangun bangsa, tidak menyisakan dendam.

"Ke depan, dengan selesainya keseluruhan proses Pemilu ini, kita semua harus dapat bersatu kembali untuk melanjutkan pembangunan bangsa. Mari mulai menghapus jarak yang terjadi selama berkompetisi. Tak baik memelihara dendam dan permusuhan dengan sesama," kata Presiden dalam peringatan Isra Miraj yang berlangsung di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/5).

Dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, para duta besar negara sahabat, para menteri anggota kabinet Indonesia Bersatu II, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Herawati Boediono itu, Kepala Negara juga mengatakan persaingan antarpeserta pilpres juga hendaknya berlangsung secara sehat.

"Tak bijak mewariskan dendam dan permusuhan itu kepada generasi mendatang. Mari bangun kembali harmoni dan kebersamaan di antara segenap warga bangsa. Kebersamaan yang dibangun atas dasar persaudaraan, solidaritas, serta ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah. Mari buktikan, bahwa demokrasi kita, demokrasi bangsa Indonesia, adalah demokrasi yang makin matang dan demokrasi yang penuh keadaban," kata Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan selama proses menjelang pemilihan presiden, dan ketika persaingan semakin keras, semua pihak juga menghindarkan saling menjelek-jelekkan dan kampanye yang berisi fitnah.

"Oleh karena itu, dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang sudah mulai dirasakan kompetisinya saat ini, tentu tidak boleh diwarnai oleh saling fitnah, saling merusak dan saling menghan-curkan. Ajaran agama mana pun pasti melarang umatnya untuk mengeluarkan fitnah dan caci maki. Tidak sedikit firman Allah dan hadis Rasulullah yang berkaitan dengan larangan terhadap tindakan yang tidak terpuji ini," katanya.

Ditambahkan Presiden, "Kita juga sering mendengar kata-kata 'fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan'. Karena itulah, dalam proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang kita jalani bersama dalam bulan-bulan mendatang, mari kita jauhi situasi yang penuh dengan fitnah memfitnah. Berkompetisi tentu tidak harus diwarnai oleh caci maki. Mari kita kedepankan etika dan moral bangsa kita yang luhur dan mulia." Presiden juga mengajak semua pihak untuk mendukung siapapun presiden yang terpilih dan bersama-sama mendorong kemajuan bangsa.

"Oleh karena itu pula, siapapun nantinya yang akan terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, marilah kita dukung dan kita doakan, semoga beliau dapat mengemban amanat dan tugas yang tidak ringan itu dengan sebaik-baiknya, dalam rahmat dan ridha allah SWT," tegasnya.

Sumber: Antara