Tepis Dana untuk Jokowi, PDI-P Dorong KPU Usut Hashim
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.9)   |   COMPOSITE 6359.21 (21.51)   |   DBX 1342.2 (21.04)   |   I-GRADE 184.288 (0.47)   |   IDX30 516.126 (0.91)   |   IDX80 138.807 (-0.02)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.01)   |   IDXESGL 142.044 (0.29)   |   IDXG30 145.076 (0.7)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.86)   |   IDXQ30 147.857 (0.54)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.85)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.44)   |   IDXV30 136.649 (-0.69)   |   INFOBANK15 1071.96 (6.83)   |   Investor33 444.599 (1.06)   |   ISSI 184.85 (-0.57)   |   JII 633.797 (-1.97)   |   JII70 223.435 (-0.8)   |   KOMPAS100 1241.07 (0.19)   |   LQ45 967.658 (1.45)   |   MBX 1728.33 (2.21)   |   MNC36 329.04 (1.03)   |   PEFINDO25 326.697 (1.37)   |   SMInfra18 315.108 (-1.34)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.88)   |  

Tepis Dana untuk Jokowi, PDI-P Dorong KPU Usut Hashim

Selasa, 3 Juni 2014 | 10:53 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta - Pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo yang merasa dibohongi karena telah mengeluarkan dana Rp 52,3 miliar untuk memenangkan Joko Widodo alias Jokowi pada Pemilu DKI Jakarta 2012 lalu membuat PDI Perjuangan meradang.

Pasalnya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menganggap Hashim seolah merasa paling berjasa untuk memenangkan Jokowi menjadi Gubernur DKI.

Menurut Wakil Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto, dana untuk memenangkan Jokowi pada Pilkada DKI 2012 silam merupakan hasil gotong royong.

"Dana pemenangan Pilgub DKI itu diperoleh secara gotong royong. Seluruh kepala daerah dari PDIP se-Indonesia, seluruh anggota legislatif dan struktural partai termasuk Ibu Megawati bergotong royong untuk Pak Jokowi," kata Hasto di Jakarta, Selasa (3/6).

Hasto yang kini menjadi juru bicara tim pemenangan Jokowi di pemilu presiden justru menuding Hashim telah melemparkan bumerang. Sebab, mengeluarkan dana Rp 52,3 miliar untuk memenangkan calon di pemilukada jelas menyalahi aturan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

"Jadi sudah semestinya KPU DKI untuk mengusut Pak Hashim karena dugaan pelanggaran aturan dana kampanye," tandas Hasto.

Lebih lanjut orang dekat Megawati itu menegaskan, justru yang perlu dicermati adalah kemungkinan penggunaan dana itu untuk iklan yang menampilkan Prabowo Subianto selaku calon presiden dari Partai Gerindra dengan memanfaatkan momentum Pilkada DKI.

Hasto pun bersedia membuka rekening kampanye Jokowi-Ahok. "Kita di Tim Kampanye Jokowi-Ahok saat Pilakda DKI siap buka-bukaan dengan Pak Hashim. Saya yakin Pak Ahok yang juga kader Gerindra bisa menjadi wasit yang baik atas kebenaran dana kampanye itu," ucap Hasto.

Lebih dari itu Hasto menganggap pernyataan Hashim telah menunjukkan bahwa adik Prabowo Subianto itu mengeluarkan uang sebagai investasi politik. Sebab, kata Hasto, dana yang dikeluarkan Hashim ternyata menjadi alat untuk mengontrol Jokowi-Ahok dalam memimpin DKI.

Beruntung, lanjut Hashim, ternyata Jokowi tetap bisa menempatkan diri untuk bersikap independen.

"Untunglah Jokowi tetap bebas merdeka karena menyadari bahwa kemenangan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wagub DKI itu adalah hasil dukungan rakyat, bukan karena investasi modal Pak Hashim. Publik juga mencatat bahwa motif Pak Hashim sebenarnya dalam politik sama halnya dengan investasi yang modalnya harus kembali," tandas Hasto.

Lantas bagaimana dengan klaim Hashim yang menyebut Prabowo sebagai pihak yang paling berjasa dalam membawa Jokowi ke DKI Jakarta? Hasto lagi-lagi menepis klaim itu. Ditegaskannya, bukan Prabowo atau Hashim yang punya andil besar membawa Jokowi yang saat itu masih menjadi Wali Kota Surakarta untuk diusung di Pemilukada DKI.

Hast0 lantas menyebut dua nama yang punya andil besar meyakinkan Megawati agar mengusung Prabowo. Pertama adalah Wakil Wali Kota Surakarta, FX Rudiyatmo dan pengamat politik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago.

"Kedua orang itulah yang justru lebih berperan di dalam penetapan Pak Jokowi dibandingkan Pak Prabowo sendiri. Dan tentunya juga karena keyakinan Ibu Megawati untuk mengambil keputusan mencalonkan Pak Jokowi sebagai cagub," ucap Hasto.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pejabat Kementerian Agama Kembali Diperiksa KPK

Ada tiga pejabat yang diperiksa, Subhan Cholid, Ahmad Kartono, Ariyanto untuk tersangka Suryadharma Ali

NASIONAL | 3 Juni 2014

Diduga Langgar Aturan Kampanye, Bawaslu Akan Panggil Dua Pasangan Capres-Cawapres

Terkait kampanye kedua pasangan calon di televisi

NASIONAL | 3 Juni 2014

Sultan HB X: Kekerasan Tidak Perlu Ditoleransi dengan Dialog

Kekerasan diproses saja, tidak boleh berdialog lagi, sekarang bukan dialog tapi tindakan hukum,

NASIONAL | 3 Juni 2014

Pemerintah Diminta Pulihkan Mental Nelayan Tanjung Datuk

“Tentara maritim Diraja Malaysia mau menjamin keamanan pekerjanya."

NASIONAL | 3 Juni 2014

Kasus Kebakaran Lahan Rawatripa, Dakwaan JPU Dinilai Tidak Jelas

Di surat dakwaan tidak ditemukan uraian tentang cara tindak pidana yang didakwakan itu dilakukan, dan siapa yang melakukan.

NASIONAL | 3 Juni 2014

Ribuan Taruna TNI dan IPDN Bahas Daya Saing Bangsa di Banyuwangi

1.200 Taruna TNI dan IPDN menggelar diskusi soal daya saing bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

NASIONAL | 3 Juni 2014

Kapal Terbalik di Kutai, 2 Tewas

Kapal penarik ponton batu bara itu diduga terbalik akibat berat pada bagian sisi kanan.

NASIONAL | 3 Juni 2014

Gubernur Baru Lampung Pimpin Pelepasan Jenazah Kadishub

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Erwin Hamdani tiba-tiba jatuh pingsan saat akan menghadiri prosesi pelantikan Gubernur dan akhirnya meninggal.

NASIONAL | 3 Juni 2014

Keluarga Besar Putra Putri Polri Dukung Prabowo-Hatta

Keputusan tersebut merupakan hasil Rapimnas II KBPP.

NASIONAL | 3 Juni 2014

Prabowo-Hatta Yakin Menang di Sumbagsel

"Saya punya ikatan emosional yang sangat kuat di Sumatera Bagian Selatan yang terdiri atas provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu,Bangka Belitung."

NASIONAL | 3 Juni 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS