Alfred Simanjuntak, Pencipta Lagu "Bangun Pemudi Pemuda" Meninggal Dunia

 Alfred Simanjuntak, Pencipta Lagu
Alfred Simanjuntak, pencipta lagu ( Foto: Ist )
Camelia Pasandaran / FMB Rabu, 25 Juni 2014 | 16:16 WIB

Jakarta - Alfred Simanjuntak, komposer lagu-lagu nasional dan lagu rohani, meninggal dunia pada usia 93 tahun di RS Siloam Karawaci, Rabu pagi (25/06).

Komposer yang dikenal dengan nama panggilan Pak Siman ini terkena stroke ringan setahun yang lalu, dan sejak saat itu kondisi kesehatannya terus menurun.

Sampai saat meninggal dunia, Alfred masih tercatat sebagai Dewan Pembina Yayasan Musik Gereja (Yamuger), sebuah yayasan penerbitan buku-buku musik gereja yang didirikannya.

“Dia sudah sebulan dirawat di rumah sakit,” kata Sony W. Utomo, direktur Yamuger, pada Beritasatu.com. “Seharusnya hari ini rencananya
dibawa pulang untuk home care. Tapi kemarin ada masalah ginjal dan gulanya mendadak naik sampai 500.”

Ketika dokter di RS Siloam Karawaci hari Rabu pagi, denyut nadinya sudah tidak ada.

“Jenazah sudah dibawa ke rumah duka, di perumahan Bintaro Paradise No. 11,” kata Sony.

Alfred, lahir di Tapanuli Selatan, 8 September 1920, mengawali karir sebagai guru sekolah di Madiun, Semarang dan Jakarta. Setelah
Indonesia merdeka, dia sempat bekerja sebagai wartawan surat kabar Soember, sebelum akhirnya masuk ke dunia penerbitan, sebagai direktur
dari BPK Gunung Mulia.

Ada beberapa lagu nasional yang diciptakannya, tapi salah satu yang paling terkenal adalah lagu Bangun Pemuda-Pemuda. Setelah masa
kemerdekaan dia aktif menciptakan dan mengaransemen lagu-lagu gereja, dan menciptakan lagu himne Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas
permintaan almarhum Gus Dur.

Jenazah akan dimakamkan pada hari Sabtu, setelah serangkaian acara yang akan digelar bagi Alfred, seperti acara adat pada hari Jumat. Dia
akan dilepaskan dalam ibadah di gereja HKBP Kenolong di Kramat sebelum dibawa ke pemakaman San Diego Hills.