Logo BeritaSatu

Fadli Zon Ziarah ke Makam Karl Marx, Tapi Tuding Jokowi Komunis

Jumat, 27 Juni 2014 | 13:28 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / B1

Jakarta - Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, mengritisi tudingan Sekretaris Tim Sukses Prabowo-Hatta, Fadli Zon, yang menyatakan ide "Revolusi Mental" merupakan gagasan komunis ala Jokowi.

Menurutnya, tanpa sadar Fadli justru sedang "menembak dirinya sendiri" ketika membuat pernyataan demikian.

Advertisement

"Mengapa? Sebab Fadli Zon lah yang justru mengidentikkan dirinya dengan Komunisme Karl Marx," kata Juru Bicara Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Jumat (27/6).

Sebab, lanjutnya, dirinya sudah melihat foto diduga Fadli Zon sedang berziarah ke makam Karl Marx. Di foto yang kini beredar di media sosial itu, Fadli yang tampak masih muda memegang sebuah kembang.

Bagi Hasto, hal itu bisa dipersepsikan masyarakat sebagai petunjuk spiritualitas Fadli bahwa dirinya adalah yang sebenarnya pengagum komunis.

"Karena itulah sebaiknya Fadli Zon menghilangkan tuduhan buta terhadap Jokowi. Dengan ke makam Karl Marx, kita tahu sebenarnya, siapa yang menjadi pengagum komunis," ujarnya.

Hasto melanjutkan Fadli Zon harus paham bahwa Jokowi itu pemimpin yang berkarakter Indonesia. Ide Revolusi Mental yang diusungnya juga berdasar Pancasila dan kepribadian Indonesia.

Tak heran dalam kebijakan serta visi misi yang diusungnya pun lebih berpihak pada petani, guru, dan pedagang pasar yang kesemuanya adalah pelaksanaan sila kemanusiaan dan keadilan.

"Karakter Pak Jokowi yang saleh dan merakyat adalah cermin pemahaman Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan," kata Hasto.

"Diterimanya Pak Jokowi oleh seluruh lapisan masyarakat adalah cermin semangat persatuan Indonesia. Sedangkan kemampuannya menyelesaikan masalah dengan cara berdialog dan menghormati rakyat kecil adalah cermin musyawarah mufakat."

Karena itulah, kata dia, revolusi mental adalah gagasan original Jokowi yang menyatu dengan apa yang dibutuhkan rakyat Indonesia saat ini.

Lebih-lebih, dengan melihat merosotnya disiplin nasional, penyakit korupsi di seluruh lapisan, kemiskinan keteladanan dari elite dan melunturnya kebanggaan sebagai bangsa. Kesemuanya memerlukan revolusi mental yang akan memperbaiki Indonesia dimulai dari sumber daya manusianya.

"Pak Jokowi meyakini bahwa dengan revolusi mental, Indonesia bisa melesat jauh meninggalkan Singapura dan Malaysia. Dengan revolusi mental kita tidak akan lagi dilecehkan sebagai bangsa," kata Hasto.

"Sebab yang didorong adalah karakter, kepribadian, produktivitas dan daya saing. Memang gagasan tersebut merupakan bagian dari nation and character building."

Sebelumnya, melalui akun Twitter-nya, Fadli mengkritik ide Revolusi Mental Jokowi, yang dinilai berawal dari paham komunis.

"Indonesia tak ada hub dg NAZI, yg ada dg komunis. Nah 'Revolusi Mental' punya akar kuat tradisi paham komunis," tulis Fadli.

Menurut Fadli, Bapak Komunis Karl Marx menggunakan istilah Revolusi Mental pada tahun 1869 dalam karyanya "Eighteenth Brumaire of Louis Bonapartem".

Selain itu, lanjutnya, Revolusi Mental juga jadi tujuan "May Four Enlightenment Movement" di China 1919 yang diprakarsai Chen Duxui, pendiri Partai Komunis China.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Laksamana Yudo Margono Tekankan Netralitas Prajurit TNI di Pemilu 2024

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengingatkan para prajurit TNI tidak terlibat dalam politik praktis khususnya dalam menyongsong Pemilu 2024. 

NASIONAL | 9 Februari 2023

Ini Pertimbangan Kemenkes Tak Tetapkan Gangguan Ginjal Anak Jadi KLB

Kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal tidak dijadikan sebagai KLB karena GGAPA bukan penyakit menular.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Menkes: Genom Sekuensing dan Sero Survei Efektif Kendalikan Kasus Covid-19

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengemukakan strategi genom sekuensing dan serologi survei (sero survei) efektif menjaga laju kasus Covid-19.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Ini Strategi yang Dilakukan Kemenkes Cegah Penyakit Diabetes

Kemenkes akan fokus pada tindakan promotif dan preventif serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan guna mencegah penyakit diabetes.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Kasus Gangguan Ginjal Anak Muncul Lagi, Legislator Desak Pemerintah Tanggung Jawab

Legislator mendesak pemerintah bertanggung jawab atas kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak yang kembali muncul.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Verrell Bramasta Bakal Jadi Ketua Milenial PAN

Aktris Verrell Bramasta digadang-gadang bakal menjadi Ketua Milenial PAN atau Partai Amanat Nasional usai secara resmi menjadi kader PAN hari ini.

NASIONAL | 9 Februari 2023

KPK Klaim Tahu Banyak soal Aktivitas Tukang Cukur Lukas Enembe

KPK mengungkapkan tukang cukur Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe, Budi Hermawan alias Beni kerap berpergian ke Singapura atas arahan Lukas. 

NASIONAL | 9 Februari 2023

KPK Bantah Kabar Lukas Enembe Telah Meninggal Dunia

KPK menegaskan bahwa kabar Lukas Enembe telah meninggal dunia adalah salah serta memastikan bahwa tersangka suap dan gratifikasi itu masih hidup.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Penegakan Hukum, KPK Sebut RUU Perampasan Aset Sangat Bagus

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai RUU Perampasan Aset sangat bagus dalam upaya penegakan hukum.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Novel Baswedan Yakin Harun Masiku Tak Akan Ditangkap, KPK: Jangan Berprasangka

KPK meminta publik, termasuk Novel Baswedan tidak berprasangka negatif soal perkembangan pengejaran terhadap Harun Masiku dan buronan lainnya. 

NASIONAL | 9 Februari 2023


TAG POPULER

# Sugeng Guruh Gautama


# Disney PHK Karyawan


# Gempa Turki


# Ferdy Sambo


# Capres PDIP


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Laksamana Yudo Margono Tekankan Netralitas Prajurit TNI di Pemilu 2024

Laksamana Yudo Margono Tekankan Netralitas Prajurit TNI di Pemilu 2024

NASIONAL | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE