Pengamat: Dukungan PD ke Prabowo Perkuat Indikasi Kekuasaan Ingin Adang Jokowi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat: Dukungan PD ke Prabowo Perkuat Indikasi Kekuasaan Ingin Adang Jokowi

Selasa, 1 Juli 2014 | 13:00 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FAB

Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Ari Dwipayana menyatakan, dukungan resmi Partai Demokrat (PD) kepada pasangan Prabowo-Hatta bisa dipersepsikan sebagai penguatan indikasi keberpihakan rezim kepada pasangan itu melawan pasangan Jokowi-JK.

"Dukungan SBY dan Partai Demokrat di tahap akhir putaran kampanye memperkuat indikasi keberpihakan SBY pada pasangan Prabowo dan Hatta," kata Ari Dwipayana di Jakarta, Selasa (1/7).

"Walaupun SBY pernah mengungkapkan akan mengambil posisi netral, namun dalam kenyataannya sinyal keberpihakan semakin kuat," imbuhnya.

Menurutnya, selain memberi restu diam-diam pada elite PD yang merapat ke Prabowo-Hatta, ada dua hal yang memperlihatkan sokongan rezim SBY itu.

Pertama, membiarkan upaya kampanye hitam terhadap Jokowi yang digerakkan oleh lingkaran terdekatnya, seperti upaya kampanye hitam dilakukan dengan broadcast pesan maupun peredaran tabloid.

"Kampanye hitam itu tidak mungkin tidak diketahui oleh SBY," imbuhnya.

Untuk diketahui, pihak Istana Presiden sendiri sudah menyatakan tidak akan memberi sanksi apapun kepada pemimpin redaksi (pemred) Tabloid Obor Rakyat, Setyardi Budiono. Tabloid Obor Rakyat, yang melakukan kampanye hitam terhadap capres Joko Widodo dipimpin Setyardi, yang merupakan asisten Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otda, Velix Wanggai.

Lebih lanjut, Ari Dwipayana menyatakan indikasi kedua atas keberpihakan rezim pada Prabowo-Hatta adalah kasus mobilisasi Babinsa TNI AD di beberapa daerah. Hal itu semakin memperkuat indikasi bahwa telah terjadi penggunaan intilijen dan tentara untuk mendata sekaligus menggiring dukungan di akar rumput terhadap pasangan tertentu.

Menurutnya, dua kecenderungan itu tentu sangat mengkawatirkan bagi perjalanan demokrasi di Indonesia. Hal itu, kata dia, bisa membawa kembali proses demokrasi Indonesia mundur karena merupakan kembangkitan kembali neo-Orde Baru.

"Dan ini bukan hanya sekadar dalam gagasan atau simbol, tapi sudah dalam tindakan," tegasnya.

Dalam konteks semacam itu, Ari menilai Jokowi adalah capres yang tidak dikehendaki oleh oligarki politik dan bisnis yang menginginkan status quo dan jaminan keberlangsungan mereka pasca 2014. Dan oligarki politik demikian hanya bisa dihadapi dengan kekuatan rakyat.

"Jokowi bisa menjadi simbol kekuatan rakyat, yang tengah berhadapan dengan kekuatan oligarki politik."

"Kekuatan rakyat dan relawan harus melawan kekuatan oligarki politik yang pasti akan menggunakan kekuatan uang dan berbagai langkah intimidasi, serta kecurangan yang digerakkan oleh kekuatan status quo," tandasnya.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

ICW: Vonis Akil Berikan Efek Jera

Vonis seumur hidup terhadap Akil ini, juga dianggap sebuah harapan dalam pemberantasan korupsi.

NASIONAL | 1 Juli 2014

Buat Puisi "Salam 5 Jari", Yuddy Chrisnandi Sindir Capres?

Apa yang dituliskannya itu bukan karena dirinya adalah timses, apalagi dibayar.

NASIONAL | 1 Juli 2014

Laskar Aswaja Tuntut Fahri Hamzah Minta Maaf

"Kami menuntut untuk segera diralat pernyataan itu. Ini telah melukai perasaan kami sebagai para penerus ulama,"

NASIONAL | 1 Juli 2014

Soal Obor Rakyat, Polri Putar Otak Gali Saksi Ahli

Ada empat saksi ahli yang dimintai keterangannya dan sejumlah pasal yang coba disangkakan.

NASIONAL | 1 Juli 2014

Istana Sebut SBY Tidak Tahu Menahu soal Obor Rakyat

Polisi silakan usut tuntas untuk mengungkapkan siapa dibalik penerbitan Obor Rakyat.

NASIONAL | 1 Juli 2014

Kurang Poin Pemiskinan, Jaksa ‪Akan Banding Vonis Akil

Semaksimal mungkin, kita akan berupaya tuntutan kita dikabulkan.

NASIONAL | 1 Juli 2014

Kapolri: e-KTA Polri Juga Bisa Pantau Kekayaan Anggota

e-KTA ini juga bisa memuat izin kepemilikan senjata yang dipegang anggota.

NASIONAL | 1 Juli 2014

KPK Pelajari Vonis Akil untuk Jerat Penyuap Lainnya

KPK juga masih akan konsentrasi penuh dalam kasus Dinasti Banten.

NASIONAL | 1 Juli 2014

Deputi I Kementerian PDT Diperiksa Terkait Kasus Biak

Bersama Suprayoga, KPK juga memeriksa asisten Deputi Urusan Daerah Rawan Konflik dan Bencana bernama Simon

NASIONAL | 1 Juli 2014

Mantan Kapolri Ingin Pengusutan Obor Rakyat Lebih Cepat

Memang banyak pendapat rasanya kok pengusutan ini lambat tetapi ini sudah melangkah dan ini sudah positif. Tapi saya ingin mendorong kasus ini lebih cepat.

NASIONAL | 1 Juli 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS