Klaim Kemenangan Prabowo Tidak Memenuhi Kaidah Statistika

Klaim Kemenangan Prabowo Tidak Memenuhi Kaidah Statistika
Capres Prabowo Subianto sesaat setelah menggunakan hak pilihnya di TPS 02 di Desa Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/7) ( Foto: AFP Photo / Bay Ismoyo )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 9 Juli 2014 | 17:46 WIB

Jakarta - Klaim kemenangan kubu Prabowo dalam hasil hitung cepat Pemilihan Presiden 2014 patut dipertanyakan karena tidak didukung statistik yang akurat.

Demikian disampaikan Dirga Ardiansa, peneliti dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, kepada beritasatu.com hari ini.

Kemenangan Prabowo didukung oleh hasil survei Puskaptis (Prabowo-Hatta Rajasa 52,05 persen vs Jokowi-JK 47,95 persen), Lembaga Survei Nasional (50,56 persen vs 49,44 persen) dan Jaringan Survei Indonesia (50,37 persen vs 49,63 persen).

Dia mengatakan kesimpulan hasil hitung cepat hanya bisa diambil jika selisih nilai prediksi antara dua kandidat besarnya lebih dari nilai margin of errornya.

"Terkait dengan hasil quick count yang memberi selisih nilai persentase antara kedua kandidat tidak lebih dari 2%, maka hasil quick count lembaga survei tersebut tidak bisa diambil kesimpulan apapun dan batal berdasarkan kaidah statistik karena selisihnya harus lebih dari nilai margin of error 1%," kata dia.

"Sementara jika hasil quick count oleh lembaga survei menunjukkan selisih lebih dari 2% di antara kandidat maka secara keilmuan statistik bisa diambil kesimpulan hasil," tambahnya.

Dia mengatakan perbedaan hasil survei yang mencolok antara lembaga survei disebabkan oleh faktor pengukuran yaitu besar sampel TPS, distribusi wilayah, dan tingkat keacakan dalam menentukan TPS.

"Tapi juga ada faktor non pengukuran yaitu faktor etika dan manusianya sebagai penggerak riset tersebut. Faktor yang terakhir sulit dibuktikan tapi ada pengaruhnya karena terkait kredibilitas," kata dia.

Dia mengatakan landasan data statistik yang dipergunakan Prabowo untuk mengklaim kemenangannya patut dipertanyakan.

"Prabowo mengacu pada hasil quick count lembaga mana, datanya sumbernya darimana? berdasarkan kaidah statistik bisa bertukar posisi kalau margin of errornya antara 1-2%," kata dia.