700 Anggota OPM Manokwari Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

700 Anggota OPM Manokwari Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Sejumlah warga melakukan pengibaran Bendera Bintang Kejora ketika merayakan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) di lapangan Timika Indah, kabupaten Mimika, Papua. ( Foto: ANTARA FOTO / ANTARA FOTO )
/ YUD Sabtu, 16 Agustus 2014 | 23:50 WIB

Manokwari - Sebanyak 700 Anggota Pasukan Kaswari Organisasi Papua Merdeka (OPM) Manokwari Selatan, Papua Barat, menyatakan sikap bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kelompok OPM terbesar di Papua Barat itu menyerahkan delapan pucuk senjata api kepada Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Christian Zebua, di Kanpung Susmoruf Distrik (Kecamatan) Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Sabtu (16/8).

"Enam pucuk senjata laras panjang dan dua pucuk senjata laras pendek kami serahkan kepada Panglima Kodam Papua sebagai tanda bahwa kelompok OPM Kaswari telah bergabung dengan Negara Republik Indonesia untuk menikmati pembangunan di era kemerdekaan RI," kata anggota kelompok Kaswari, Yance Mandacan di Manokwari.

Dia mengatakan, anggota kelompok OPM Kaswari berjumlah 700 orang, baik yang sudah menetap di kampung maupun yang masih di hutan sudah bosan hidup bermusuhan dengan aparat TNI maupun Polri karena tidak ada gunanya.

"Kami ingin menikmati pembangunan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sudah 69 tahun merdeka. Kami minta kepada Pemerintah RI dari tingkat pusat sampai tingkat daerah memberikan fasilitas berupa rumah layak huni, air bersih dan kesejahteraan ekonomi pada perkampungan yang dihuni mantan 700 anggota OPM Kaswari Manokwari," ujar Yance Ia mengajak seluruh anggota OPM yang ada di Papua maupun Papua Barat untuk berhenti bermusuhan dengan aparat TNI maupun Polri dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasi Brigjen TNI Christian Zebua yang memberikan keterangan terpisah mengatakan, penyerahan senjata serta pernyataan sikap 700 anggota OPM Kaswari Manokwari mengakui kedaulatan NKRI merupakan kado HUT ke-69 kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2014.

Pangdam menyampaikan, tidak ada gunanya OPM dengan aparat TNI dan Polri bermusuhan saling menyerang hingga menimbulkan korban jiwa karena sama-sama anak bangsa hanya saja berbeda idialisme.

Dia mengajak semua kelompok OPM di Papua dan papua Barat untuk kembali ke Negara Republik Indonesia untuk bersama-sama pemerintah membangun tanah Papua maju kedepan.

Jenderal bintang dua ini berharap pernyataan sikap 700 anggota OPM Kaswari Manokwari bergabung dengan NKRI menjadi contoh bagi kelompok OPM lainya untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Sumber: Antara