Polwan Kini Harus Multitalenta

Polwan Kini Harus Multitalenta
Bayu Marhaenjati Senin, 1 September 2014 | 16:19 WIB

Jakarta - Hari ini, Senin (1/9), Polisi Wanita (Polwan) merayakan hari jadinya ke-66 tahun. Berbeda dengan polisi laki-laki, Polwan dituntut harus multitalenta dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-harinya. Demikian dikatakan Kasubag Administrasi Bagian Renmin Ditsabhara Polda Metro Jaya, Kompol Aniek Nurhairani, SH, MM.

"Kami harus multitalenta, multi fungsi, sebagai seorang wanita karier dan ibu rumah tangga. Dituntut sama dalam bertugas dengan polisi pria baik di lapangan maupun staf," ujar Aniek saat diwawancarai Beritasatu.com, di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/9).

Dikatakan Aniek, semua tugas, baik sebagai anggota polisi maupun seorang ibu rumah tangga, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

"Tak ada kesulitan membagi waktu. Itu semua bergantung dari kami yang menjalaninya. Mau dinas di mana saja harus dijalani dengan profesional dan bertanggungjawab," kata perempuan yang sudah menjadi Polwan selama 30 tahun itu.

Kuncinya, kata Aniek, menikmati menjalani tugas. "Di mana saja bertugas berkesan buat saya. Semua fungsi di lapangan dan staf sudah saya jalani. Intinya dibawa enjoy," bilangnya.

Aniek menyampaikan, sebagai wanita karier, Polwan juga harus menjaga penampilan. "Polwan ada tunjangan khusus, untuk penampilan. Penampilan harus dijaga. Tinggi badan dan berat badan harus seimbang, proporsional. Tetapi, kalau di lapangan sama tugasnya dengan pria. Ada yang menjadi penyidik, ikut menggerebek, ada yang menjadi negosiator pada saat demo, ada yang mengatur lalu lintas, staf, dan lainnya. Tetap harus profesional," jelasnya.

Lembaga Polwan berdiri 1 September 1948, di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, pada saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia menghadapi agresi militer Belanda II.

Saat itu, terjadi pengungsian besar-besaran warga untuk menjauhi titik peperangan. Guna mengantisipasi penyusup, polisi memeriksa para warga. Namun, kaum perempuan enggan diperiksa apalagi digeledah polisi pria.

Mengatasi hal itu, pemerintah memerintahkan Sekolah Polisi Negara untuk membuka pendidikan Inspektur Polisi buat wanita. Ada enam wanita terpilih antara lain, Mariana SM, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmaniar Husein, dan Rosnalia Taher. Sejak saat itu, lahirlah Polwan.

Kini, tugas Polwan bukan hanya mengurus masalah kejahatan terhadap wanita dan anak. Namun, sudah berkembang seperti polisi pria. Seperti, menangani masalah kejahatan umum, narkoba, staf, termasuk Kapolsek dan Kapolres. Bahkan, sudah ada yang memiliki pangkat bintang satu alias Brigadir Jenderal.

Di hari jadi Polwan ke-66 tahun, Aniek berharap, Polwan ke depan lebih dicintai masyarakat dalam tugas menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.

"Semoga Polwan ke depan lebih dicintai masyarakat, sebagai pelindung dan pengayom. Lebih profesional menjalankan tugas, tahu mana tugas dalam karier, orangtua dan sebagai istri. Seperti cita-cita RA Kartini. Selamat ulang tahun Polwan," tuturnya.