ODHA di Penajam Tolak Pendataan Ulang
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-2.05)   |   COMPOSITE 6429.76 (0.29)   |   DBX 1210.46 (12.07)   |   I-GRADE 190.638 (-1.34)   |   IDX30 545.485 (-1.51)   |   IDX80 146.318 (-0.07)   |   IDXBUMN20 442.834 (-1.24)   |   IDXESGL 150.48 (0.29)   |   IDXG30 147.901 (0.37)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-0.73)   |   IDXQ30 155.036 (-0.96)   |   IDXSMC-COM 294.681 (0.4)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-0.55)   |   IDXV30 149.629 (0.56)   |   INFOBANK15 1097.88 (-12.35)   |   Investor33 466.613 (-1.1)   |   ISSI 189.631 (-0.01)   |   JII 670.82 (0.69)   |   JII70 234.975 (-0.16)   |   KOMPAS100 1301.99 (-2.17)   |   LQ45 1014.85 (-1.65)   |   MBX 1779.94 (-2.58)   |   MNC36 344.694 (-0.95)   |   PEFINDO25 341.155 (-2.53)   |   SMInfra18 331.858 (2.19)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.15)   |  

ODHA di Penajam Tolak Pendataan Ulang

Rabu, 3 September 2014 | 04:54 WIB
Oleh : YS

Samarinda - Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur menolak untuk didata ulang oleh Dinas Kesehatan setempat, karena khawatir identitas mereka diketahui.

"Pendataan ulang seharusnya tidak perlu dilakukan lagi, karena data para ODHA sudah lengkap. Sedangkan Dinas Kesehatan beralasan bahwa pendataan ulang ini untuk memastikan kembali jumlah ODHA yang sebenarnya, padahal data yang kami berikan itu adalah data yang benar," kata Ketua Komunitas Peduli HIV/AIDS (KPA) Plus di Kabupaten Penajam Paser Utara, Jodi, Selasa (2/9).

Beberapa waktu lalu, kata Jodi, Dinas Kesehatan berencana melakukan pendataan ulang, namun para ODHA menolak karena khawatir identitas mereka akan diketahui.

Padahal, selama ini KPA Plus, kata Jodi lagi, selalu menjaga kerahasian identitas para ODHA tersebut.

"Selama ini, masih banyak masyarakat yang belum menerima orang yang terinfeksi HIV atau terkena AIDS. Untuk itu, kami berkomitmen tidak akan membocorkan identitas para ODHA itu," ujarnya.

Apalagi perhatian Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara terhadap para ODHA selama ini menurut Jodi semakin menurun.

"Jika sebelumnya obat dan suplemen selalu diterima di rumah masing-masing ODHA, sekarang mereka harus mengambil obat di RS Balikpapan. Kalau dulu saya yang mengambilkan di RS Balikpapan dan gratis. Semua ongkos saya tanggung tanpa membebani mereka," ujar Jodi.

Namun sekarang, katanya pula, para ODHA mulai mengeluh karena harus mengeluarkan biaya sendiri saat akan mengambil obat di RS Balikpapan.

"Bahkan yang disayangkan, suplemen atau makanan tambahan bagi para ODHA itu juga tidak teratur, dan akan diserahkan kepada pihak ketiga. Kasihan mereka dengan kondisi saat ini masih dipersulit, dengan obat yang diperlukan harus mengambil sendiri di RS Balikpapan," kata Jodi.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Penajam Paser Utara Sutrisno mengakui, selama ini para ODHA yang harus mengambil obat sendiri di RS Balikpapan, mengingat sampai sekarang belum ada klinik voluntary counseling and testing (VCT) atau tes HIV yang dilakukan secara sukarela di Rumah Sakiit Umum Daerah (RSUD) setempat yang khusus menangani HIV/AIDS.

Sumber: Antara


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Satelit Rekam 144 Titik Panas di Sumatera

"Titik panas terbanyak kali ini tidak berada di Riau yang hanya terdeteksi kemunculan tiga titik seluruhnya di Kabupaten Rokan Hulu."

NASIONAL | 3 September 2014

Papua Baru Mampu Penuhi 30 % Kebutuhan Beras

Kebutuhan beras di Tanah Papua sendiri mencapai sekitar 200 ribu ton dan seluruhnya dipenuhi dari sentra beras di Jawa Timur.

NASIONAL | 3 September 2014

Warga Sorong Antri Solar Hingga Dua Hari

Harga solar bersubsidi yang dijual di SPBU wilayah itu tetap sebesar Rp 5.500 per liter.

NASIONAL | 3 September 2014

Rano Karno Angkat Politisi PDIP jadi Komisaris Utama BUMD Banten

Indah berjanji akan membawa PT BGD ke arah yang lebih baik ke depannya.

NASIONAL | 3 September 2014

KPU Manado Usulkan Anggaran Pilkada Rp 33 Miliar

Dana tersebut untuk tahap satu adalah sebesar Rp26 miliar, kemudian yang kedua adalah Rp7 miliar.

NASIONAL | 3 September 2014

Polres Sukabumi Kota Sita Ribuan Botol Miras

Razia seperti akan rutin dilakukan pihaknya agar di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota bebas dari peredaran narkotika dan minuman keras.

NASIONAL | 3 September 2014

Miliki Bendera ISIS, Mantan Teroris Bom Buku Dibekuk di Parepare

Juhanda alias Jo ditahan di rumah Ketua RW setempat setelah diamankan warga setempat.

NASIONAL | 3 September 2014

Formappi: Jokowi Tidak Perlu Terlalu Tergantung Pada Sejarah Partai

Kenaikan harga BBM murni untuk kepentingan ekonomi, bagaimana ketergantungan rakyat pada subsidi bisa dikurangi.

NASIONAL | 3 September 2014

Wanda Hamidah: PAN Bisa Koalisi dengan Jokowi-JK

"Dalam politik yang tidak mungkin bisa jadi mungkin (berkoalisi)," kata Wanda Hamidah.

NASIONAL | 3 September 2014

KPK dan BPKP Tandatangani Komitmen Pengendalian Gratifikasi

Upaya ini menunjukkan komitmen keluarga besar BPKP “membunuh” korupsi tepat pada awal mulanya korupsi berasal.

NASIONAL | 2 September 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS