Asap di Kota Jambi Makin Tebal

Asap di Kota Jambi Makin Tebal
Warga melintasi kabut asap di kawasan lahan gambut yang terbakar ( Foto: ANTARA FOTO / Irwansyah Putra )
Radesman Saragih / YS Rabu, 10 September 2014 | 07:34 WIB

Jambi - Asap kebakaran lahan dan hutan masih menyelimuti wilayah Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi hingga Rabu (10/9) pagi. Asap yang menyelimuti kedua daerah itu semakin pekat dan mulai mengganggu kesehatan warga masyarakat. Asap menyebabkan saluran pernafasan terasa gatal dan mata perih bila melakukan aktivitas di luar rumah. Bau asap juga terasa sampai ke dalam rumah. Namun asap belum sampai mengganggu aktivitas masyarakat Kota Jambi dan Muarojambi.

Pantauan SP di Kota Jambi, Rabu (10/9) pagi, warga masyarakat masih tetap melakukan aktivitas kerja seperti hari biasa. Sekolah juga belum ada yang diliburkan. Selain itu warga belum ada yang menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah atau mengendarai sepeda motor.

Asap kebakaran lahan dan hutan yang menyelimuti Kota Jambi mulai mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi. Pendaratan pesawat di bandara itu Rabu (10/9) pagi tidak ada karena asap membuat jarak pandang terbatas hanya sekitar 1,5 km. Namun, keberangkatan pesawat dari bandara tersebut Rabu pagi tetap sesuai jadwal.

Wakil Manajer Bandara STS Kota Jambi, Gurit mengatakan, pendaratan pesawat Rabu pagi di Bandara STS Kota Jambi terganggu akibat asap yang membatasi jarak pandang di bawah 2 km. Pendaratan pesawat baru bisa dilaksanakan di bandara tersebut jika jarak pandang di atas 2 km. Tetapi keberangkatan pesawat pagi dari tersebut tidak ada yang dibatalkan.

Sementara itu kegiatan transportasi sungai di Sungai Batanghari, Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi Rabu (10/9) pagi sepi akibat asap yang membatasi jarak pandang di Sungai Batanghari di bawah 2 km. Kapal - kapal motor di sungai tersebut tidak ada yang beroperasi pagi hari akibat tebalnya asap. Tidak ada kapal motor yang berangkat dari pelabuhan sungai Angso Duo, Kota Jambi Rabu pagi akibat asap. Namun kegiatan kapal - kapal kecil atau ketek jarak dekat atau kapal penyebarangan di sungai itu tetap seperti biasa.

Secara terpisah, Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Purwoko di Jambi, Rabu (10/9) mengatakan, pihaknya berhasil memantau adanya kebakaran di beberapa kawasan lahan perkebunan dan hutan. Jumlah hot spots di kawasan perkebunan dan hutan di Provinsi Jambi yang terpantau BPBD Provinsi Jambi hingga Selasa (9/9) sore mencapai 11 titik. Hot spots tersebut terdapat di kawasan perkebunan dan hutan wilayah Kabupaten Muarojambi, Sarolangun dan Merangin.

Purwoko mengatakan, asap yang menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi tidak hanya berasal dari kebakaran lahan dan hutan di daerah itu. Semakin tebalnya asap yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya diperkirakan akibat adanya kebakaran lahan dan hutan di daerah perbatasan Jambi dengan provinsi tetangga, baik Provinsi Riau maupun Provinsi Sumatera Selatan.

Sumber: Suara Pembaruan