Nasabah Kecewa dengan Proposal Perdamaian Kresna Life
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nasabah Kecewa dengan Proposal Perdamaian Kresna Life

Rabu, 20 Januari 2021 | 11:41 WIB
Oleh : B1

Jakarta, Beritasatu.com - Rapat penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) kembali digelar, Selasa (20/1/2021). Rapat yang dilaksanakan di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini mengagendakan pembahasan proposal perdamaian yang ditawarkan pihak Kresna Life ke nasabah atau kreditur.

Sebagian kreditur mengaku masih tak puas dengan proposal yang sebelumnya telah dibahas pada Jumat (15/1/2021) itu.

Diantaranya adalah Djengiskan Julianto Bensari dan Susino selaku kuasa hukum 93 kreditur Kresna Life.

Menurut Djengiskan, proposal yang ditawarkan belum memenuhi harapan kliennya.

"Bahwa proposal rencana perdamaian yang diajukan dan telah dibahas di dalam rapat kreditor pada hari Jumat tanggal 15 Januari 2021 dan pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021, masih belum memenuhi harapan para kreditor," ujar Djengiskan, Rabu (20/1/2021).

Advokat dari Kantor Hukum GMP Law Office itu menyatakan bahwa, sesuai keinginan kreditur yang total memiliki tagihan Rp125 miliar, memutuskan menolak dini proposal.

"Untuk itu kami menolak secara tegas proposal rencana perdamaian tersebut," kata Djengiskan.

Kresna Life diharapkan memperbaiki proposal perdamaian yang mereka tawarkan kepada nasabah. Sehingga lebih mengakomodir keinginan seluruh kreditur.

"Kami menghimbau agar PT Asuransi Jiwa Kresna lebih serius dalam membuat proposal rencana perdamaian, paling tidak hak-hak dari para kreditur menjadi salah satu poin penting yang harus diutamakan dalam proposal rencana perdamaian tersebut," kata Susino.

"Untuk itu perlu diberikan perpanjangan waktu agar PT Asuransi Jiwa Kresna dapat memperbaiki proposal rencana perdamaian," lanjutnya.

Selain Djengiskan dan Susino, pernyataan senada juga disampaikan kuasa hukum kreditur lainnya, Jufriyadi dan Bambang Supriyadi, kuasa hukum dari Kantor Hukum Paramarta Law Office, serta Vingky Engeny S Intang, dan Dhiyanti Zethira, dari Kantor Hukum V.E & CO.

Diketahui, Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan status PKPU terhadap PT Asuransi Jiwa Kresna, melalui putusan Nomor 389/Pdt.Sus-PKPU/2020/Pn.Niaga.JKTPst, tertanggal 10 Desember 2020. Status itu disandang usai salah seorang nasabah, Lukman Wibowo, menggugat pailit Kresna Life.

Gugatan dilakukan di tengah adanya skema penyelesaian polis dan perjanjian kesepakatan bersama (PKB) yang disampaikan Kresna lewat surat bernomor 099/KL-DIR/IX/2020.

PKB tersebut dianggap pihak Lukman hanya menguntungkan nasabah dengan polis kecil yakni Rp50 juta hingga Rp100 juta, yang cicilannya dibayar lebih awal dan dengan jangka waktu lebih pendek hingga April 2021. Sementara untuk polis besar di atas Rp1 miliar dicicil hingga 60 bulan.

Akibat PKPU, cicilan pembayaran yang dilakukan Kresna Life dihentikan.

Adapun menurut salah seorang nasabah, Retna, total klaim nasabah yang belum dibayarkan Kresna Life mencapai Rp6,4 triliun.

"Kresna itu ada 8.900 nasabah, 11.000 polis korbannya, dengan Rp6,4 triliun dananya yang saat ini bermasalah di Kresna," kata Retna di hadapan Komisi XI DPR RI, Selasa (25/8/2020) lalu.

Sementara Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan pada Desember 2020 lalu, Kresna Life baru mencicil ke nasabah Rp 283,60 miliar, yang merupakan tagihan dari 5.672 polis.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Permintaan 85 Anggota DPRD Banten untuk Kenaikan Gaji Ditolak

Permintaan dewan yang dipastikan batal yakni kenaikan tunjangan perumahan, pengadaan mobil dinas baru bagi 85 anggota, dan kenaikan anggaran reses.

NASIONAL | 5 Oktober 2014

Demi Musyawarah Mufakat, KIH Pilih Tak Ajukan Paket Pimpinan MPR RI

Koalisi ingin pimpinan MPR RI ke depan diselesaikan lewat musyawarah dan mufakat.

NASIONAL | 5 Oktober 2014

Pakar: Pemerintahan Mendatang Agar Bangun Desa

Pemerintahan mendatang harus membuat kebijakan pembangunan desa secara tepat guna menghindari arus urbanisasi dari ke kota.

NASIONAL | 5 Oktober 2014

Petani Babelan Bekasi Alih Profesi Akibat Kemarau

Areal sawah seluas dua hektare yang biasa ditanami padi dan sayuran saat ini sudah tidak dapat difungsikan akibat sumber pengairan yang kering.

NASIONAL | 5 Oktober 2014

Istana Siapkan Pelantikan Jokowi-JK Malam Hari?

Pemerintahan SBY ditenggarai akan membuat upacara pelantikan Jokowi-JK pada Sabtu 20 Oktober malam hari.

NASIONAL | 5 Oktober 2014

Angka Bunuh Diri di Gunung Kidul Menurun

Polres Kabupaten Gunung Kidul, mencatat angka bunuh diri di wilayah tersebut hingga Oktober 2014 mencapai 17 kasus, yang didominasi gantung diri.

NASIONAL | 5 Oktober 2014

KPK Didorong Tingkatkan Supervisi Penindakan Korupsi Daerah

Kasus korupsi di daerah hingga saat ini banyak yang belum tertangani secara maksimal oleh kejaksaan.

NASIONAL | 5 Oktober 2014

Warga Jambi Temukan Sekarung Peluru

peluru peninggalan tahun 40-an tersebut terdiri atas peluru jenis kaliber 5,3 milimeter, 5,7 milimeter, dan 9 milimeter.

NASIONAL | 5 Oktober 2014

DPD Layak Dapatkan 3 Kursi Pimpinan

DPD dipandang pantas mendapatkan 3 kursi pimpinan MPR karena memiliki jumlah fraksi terbesar di lembaga tersebut.

NASIONAL | 5 Oktober 2014

Perayaan Idul Adha di Medan Berlangsung Khidmat

"Cuaca di daerah ini seakan mendukung suasana khidmad perayaan Idul Adha. Perayaan keagamaan ini berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan."

NASIONAL | 5 Oktober 2014


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS