Kabut Asap, Seluruh Penerbangan Dari Syamsudin Noor Banjarmasin Ditunda

 Kabut Asap, Seluruh Penerbangan Dari Syamsudin Noor Banjarmasin Ditunda
Petugas bersiaga di depan pesawat yang telah disiapkan untuk berangkat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Kalimantan Selatan, Senin (6/10). Seluruh jadwal keberangkatan penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru mengalami keterlambatan 2-3 jam karena tebalnya kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut. ( Foto: Antara/Herry Mudry Hermawan )
/ MUT Selasa, 7 Oktober 2014 | 08:22 WIB

Banjarmasin - Seluruh jadwal penerbangan pagi hari dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan hari ini Selasa (7/10) menuju kota lain ditunda. Hal ini akibat tebalnya kabut asap yang memenuhi kawasan bandara.

Airport Service Section Head Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Heru Widiatmo di Banjarbaru, Selasa mengatakan, ada tujuh penerbangan yang ditunda keberangkatannya.

"Ada tujuh jadwal penerbangan yang diberangkatkan setiap pagi mulai pukul 06.00 Wita, dan seluruhnya ditunda karena jarak pandang sangat terbatas," ujarnya.

Penundaan jadwal penerbangan direncanakan hingga pukul 09.00 Wita dan diharapkan jarak pandang di landasan pacu semakin panjang seiring hilangnya kabut asap. Disebutkan, jarak pandang di jalur landasan pacu pukul 06.30 Wita hanya 100 meter dan menjelang pukul 08.30 Wita meningkat menjadi 300 meter tetapi pilot belum berani terbang.

"Kami hanya menyampaikan info kepada pilot mengenai jarak pandang. Jika mereka berani menerbangkan pesawat dengan jarak pandang yang pendek, silahkan saja," ucapnya.

Namun, kata dia, jarak pandang di landasan pacu yang cukup aman bagi keselamatan penerbangan berkisar 500 meter hingga 800 meter sehingga pesawat bisa lepas landas. Penundaan jadwal penerbangan pagi di bandara yang terletak di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru itu, berlangsung sejak sepekan terakhir.

Penyebabnya karena kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara sehingga membatasi jarak pandang yang membuat pilot tidak berani menerbangkan pesawat.

"Penundaan berlangsung sejak sepekan terakhir dan kami tidak bisa berbuat apa-apa karena jarak pandang yang membatasi penglihatan sehingga pilot tidak berani terbang," katanya.

Sementara itu, kepekatan kabut asap yang menyelimuti Banjarbaru semakin parah termasuk di Kecamatan Landasan Ulin dengan jarak pandang di bawah 50 meter.

Di kawasan perkotaan, kabut asap juga membuat jarak pandang dibawah 100 meter sehingga mengganggu aktivitas masyarakat pagi hari seperti sekolah dan berangkat kerja.