Pembangunan Waduk Karian Masih Terkendala Persoalan Pembebasan Lahan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pembangunan Waduk Karian Masih Terkendala Persoalan Pembebasan Lahan

Rabu, 22 Oktober 2014 | 01:22 WIB
Oleh : Laurens Dami / B1

Serang - Rencana pembangunan mega proyek Waduk Karian yang terletak di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga saat ini masih terkendala terkait permasalahan pembebasan lahan. Padahal, rencana pembangunan Waduk Karian ini selain untuk mengatasi masalah banjir di wilayah Provinsi Banten tetapi juga untuk memasok air bersih ke wilayah Serang, Kota Cilegon, Tangerang dan DKI Jakarta.

Hingga saat ini, pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Karian belum dapat dituntaskan hingga 100 persen. Lahan yang sudah selesai dibebaskan baru untuk tubuh bendungan, yang pada 2015 ini direncanakan sudah bisa dibangun.

Direktur Jenderal Sumberdaya Air, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Mudjiadi mengatakan, Waduk Karian salah satu solusi untuk mengatasi banjir yang terjadi di Provinsi Banten. Sebab dengan adanya waduk, sirkulasi air di Ciujung bisa diatur.

“Kalau musim hujan air bisa ditahan dan jika musim kemarau bisa dialirkan,” kata Mudjiadi, seusai acara pemberian alat berat berupa 7 unit kobelco long arm yang dilakukan di Bendung Pamarayan Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Selasa (21/10).

Selain pembuatan waduk, juga perlu dilakukan pelebaran aliran sungai. Namun, untuk pembebasan lahan perlu dilakukan oleh pemerintah daerah (Pemda). Namun, masalah pembebasan lahan ini sangat lamban dilakukan. “Masalah sulitnya pembebasan lahan ini bukan hanya saja di Banten tapi seluruh Indonesia,” jelas Mudjiadi

Terkait pembebasan lahan Waduk Karian yang belum tuntas, kata Mudjiadi, hal itu masih diupayakan oleh Badan Pertanahan Nasional. “Kalau untuk pembangunan tubuh bendunganya sudah beres, dan untuk lahan yang akan digenangi airnya masih proses. Terkait teknisnya sejauh mana langsung tanya kepala balainya,” kata Mudjiadi.

Menurutnya, tubuh bendungan, diharapkan pada 2015 sudah mulai dibangun, karena sudah dilelangkan. Proses pembangunan tubuh bendungan akan dilakukan selama tiga tahun.

Untuk diketahui Waduk Karian akan memanfaatkan lahan di 11 desa di empat kecamatan Kabupaten Lebak, seperti Kecamatan Maja, Cimarga, Rangkasbitung dan Sajira. Sedangkan desa-desa yang lokasinya akan terendam air waduk tersebut diantaranya, Desa Sajira Mekar, Sukarame, Sukajaya, Mekarsari, Pajaggan, Sindangsari, Calung Bungur, Tambak, Sindang Mulya, dan Pasir Tanjung. Sedangkan lahan yang banyak digunakan untuk lokasi waduk yakni di Kecamatan Sajira.

Waduk Karian ini akan dibangun di atas lahan 2 225 hektare dan 1.740 hektare dipakai untuk tempat waduk, dan sisanya untuk membangun sarana pendukung seperti pintu air dan jalan air. Proyek nasional yang akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,9 triliun itu dibangun untuk menyuplai air bersih bagi daerah, Tanggerang, Serang, Kota Cilegon dan DKI Jakarta.

Sebelumnya, Pemerintah Jepang memberikan hibah sebesar satu miliar Yen Jepang, yang digunakan untuk mendukung kegiata pencegahan dan penanganan penanggulangan bencana akibat perubahan iklim berupa peralatan berat yang akan digunakan di beberapa sungai yang rawan bencana. Pemberian alat berat berupa tujuh unit kobelco long arm ini dilakukan di Bendung Pamarayan Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.

Alat berat yang diserahkan oleh pemerintah Jepang sebagai tindak lanjut perjanjian pemberian hibah, dari Pemerintah Jepang kepada Indonesia pada 18 Maret 2010 lalu. Sebanyak tujuh unit kobelco long arm ini diberikan kepada tujuh Balai Wilayah Sungai yang rawan bencana.

Tujuh balai tersebut, yaitu Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, dan Cidurian; Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak; Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera I; Balai Besar Wilayah Sungai II; Balai Besar Wilayah Sungai III; Balai Besar Wilayah Sungai Kalimantan III, dan Balai Besar Wilayah Sungai Papua Barat.

Penyerahan bantuan alat berat ini langsung dilakukan oleh Duta besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki kepada Direktur Jenderal Sumberdaya Air, Mudjiadi. Acara ini juga turut dihadiri, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman Provinsi Banten Iing Suwargi, tujuh kepala Balai Besar Wilayah Sungai, dan unsur Muspika Kecamatan Pamarayan.

Direktur Bina Oprasi Pemeliharaan, pada Direktorat Jenderal Sumberdaya Air, Hari Suprayogi mengatakan, Balai Wilayah Sungai yang menerima bantuan alat berat tersebut diharapkan, mempersiapkan area tempat penyimpanan yang layak, melatih dan menyiapkan oprator serta mekanik, mempersiapkan anggaran untuk oprasional alat berat tersebut. "Jadi barang hibah yang diterima harus dijaga sesuai dangan peraturan pengelolaan barang milik negara," kata Hari Suprayogi.

Duta besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki mengatakan, penanggulangan kebanjiran merupakan tantangan yang besar di Indonesia. "Dengan adanya alat pengerukan dari kami (Jepang) kepada Indonesia bisa melakukan pencegahan banjir. Alat-alat ini akan digunakan d iseluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Yasuaki Tanizaki, Indonesia memiliki banyak kerja sama dengan Jepang di berbagai bidang. Bahkan, Yasuaki Tanizaki mengaku, sebelum Joko Widodo (Jokowi) dilantik sebagai Presiden, dirinya pernah menemui Jokowi dan berbicara terkait hubungan Indonesia dengan Jepang. "Pertemuan saya menitikberatkan kepada kerja sama Indonesia dan Jepang," katanya.
Yasuaki Tanizaki juga sangat senang bisa menghadiri acara penyerahan excavator secara langsung dari Pemerintah Jepang ke. Pemerintah Indonesia. "Saya bisa melihat langsung bantuan excavator ini," ujarnya.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jika Memuja Matematika Politik, Jokowi Dinilai Jadi SBY Kedua

Dominasi terbukti tidak menjamin bahwa kebijakan dan program-program pemerintah akan didukung parlemen.

NASIONAL | 22 Oktober 2014

Pelantikan Pimpinan DPRD Banten Dihadiri Pendekar Bawa Golok

Pengamanan senjata tajam itu dilakukan ketika sekelompok orang yang berpakaian hitam-hitam hendak masuk ke Gedung DPRD Banten dan hendak melalui pintu detektor.

NASIONAL | 22 Oktober 2014

Soal Calon Menteri Bermasalah, Jokowi Disarankan Ikuti Rekomendasi KPK

Jokowi mempunyai otoritas penuh dalam menentukan siapa saja yang bakal ditunjuk sebagai pembantunya.

NASIONAL | 21 Oktober 2014

Hendardi: Jokowi Harus Memilih Jaksa Agung yang Bersih dan Berintegritas

Lembaga Polri, sudah mulai berubah ke arah lebih baik. Kejaksaan yang masih perlu dibenahi.

NASIONAL | 21 Oktober 2014

Kejati Papua Fokus Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Rp 280 M

Uang negara yang diselamatkan Rp 6 miliar.

NASIONAL | 21 Oktober 2014

Sumatera Utara Mulai Masuki Puncak Musim Hujan

"Hujan dengan intensitas rendah maupun tinggi masih akan terjadi di sebagian Sumut hingga bulan Januari 2015."

NASIONAL | 21 Oktober 2014

Harga Cengkih di Manado Mencapai Rp 136.000 per Kg

Terus naiknya harga cengkih disebabkan kurangnya pasokan di pasar, baik pada tingkat pengumpul maupun pedagang besar.

NASIONAL | 21 Oktober 2014

Kadivhumas: Budi Gunawan Tak Miliki Rekening Gendut

"Saat itu hasilnya tidak bermasalah. Kalau ada hasil yang mencurigakan, pasti sudah ditindaklanjuti saat itu juga."

NASIONAL | 21 Oktober 2014

Inilah Tiga PR Awal Bagi Jokowi-JK

Tiga pekerjaan rumah itu adalah pembentukan kabinet, Perppu Pilkada, serta kenaikan BBM bersubsidi.

NASIONAL | 21 Oktober 2014

Hadir di Pelantikan Jokowi-JK, Elite KMP Dinilai Sudah Mulai Dewasa

Kompetisi yang masih mungkin terjadi adalah di DPR, yakni antara dua kubu, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan KMP.

NASIONAL | 21 Oktober 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS