Hendropriyono Berterima Kasih pada Allan Nairn karena "Serang" Prabowo

Hendropriyono Berterima Kasih pada Allan Nairn karena
Jenderal Purn AM Hendropriyono ( Foto: Suara Pembaruan/Ruht Semiono )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 1 November 2014 | 16:45 WIB

Jakarta - Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn yang sempat membuat heboh dengan wawancaranya dengan Prabowo Subianto, kembali mengeluarkan wawancara dengan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono.

Nairn dalam blognya (www.allannairn.org) mengatakan bahwa dirinya melakukan wawancara on-the-record dengan Hendropriyono di kediamannya di Jakarta pada 16 Oktober lalu.

Dalam wawancara tersebut, Hendropriyono membicarakan beberapa hal mengenai pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib dan kasus Talangsari 1989.

Nairn menelepon Hendropriyono pada 14 Oktober untuk mengatur jadwal wawancara lewat telepon dari New York, namun Hendropriyono menawarkan wawancara tatap muka di Jakarta.

Nairn pun setuju dan berangkat ke Jakarta.

Dalam blognya, Nairn mengatakan Hendro, yang merupakan tim kampanye Presiden Joko Widodo, berterima kasih kepada Nairn karena membantu "menyerang" Prabowo saat masa kampanye. Hendro juga menyebut Prabowo adalah seorang "totalitarian".

Nairn mengatakan bahwa saat itu, dia menyerang semua jenderal, termasuk Hendro.

Pada akhirnya, Joko Widodo memenangkan pemilihan umum 2014 dan menantu Hendro, Mayjen TNI Andika Perkasa diangkat sebagai Komandan Pasukan Pengaman Presiden Joko Widodo.

Allan Nairn adalah seorang jurnalis investigasi asal Amerika Serikat yang selama lebih dari 20 tahun mengikuti dan memperhatikan isu yang berkembang di Indonesia. Selain di Indonesia, Allan juga menginvestigasi kasus pelanggaran HAM di belahan dunia, seperti di Guatemela, Haiti, dan Timor Leste. Ia pernah dianggap sebagai ancaman bagi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto atas laporan-laporannya.

CLOSE