Hendropriyono soal Talangsari, Versi Allan Nairn: Itu Bunuh Diri

Hendropriyono soal Talangsari, Versi Allan Nairn: Itu Bunuh Diri
Jurnalis asal Amerika, Allan Nairn terkait kesaksiannya tentang Prabowo Subianto. (Ilustrasi) ( Foto: Istimewa )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 1 November 2014 | 17:07 WIB

Jakarta - Jurnalis investigatif asal Amerika Serikat Allan Nairn membeberkan pengakuan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono terkait Kasus Pembantaian Talangsari, Lampung 1989.

Dalam wawancara Nairn dengan Hendro di Jakarta, 16 Oktober lalu yang dapat diakses di www.allannairn.org, Hendro mengatakan korban Talangsari melakukan "bunuh diri massal".

Hendro mengatakan bahwa massa militan religius di Desa Talangsari bersenjatakan busur dan panah melawan pasukan Brimob dan TNI yang bersenjata lengkap.

"Tentu saja kami menang karena kami lebih kuat," kata Hendro.

"Kami mengelilingi gubuk mereka. Tidak ada yang berani keluar karena dilarang oleh pemimpin mereka. Saya memberi peringatatan untuk segera keluar dan menyerah atau diserang," kata Hendro.

Lalu, Hendro mengatakan tiba-tiba gubuk mereka terbakar.

"Tiba-tiba mereka membakar gubuk mereka sendiri dan itu menyebabkan banyak orang meninggal," kata Hendro.

"Jadi menurut anda mereka bunuh diri?" tanya Nairn.

"Ya, mereka membakar gubuk mereka sendiri," jawab Hendro.

"Bunuh diri?" tanya Nairn kembali.

"Bunuh diri," jawab Hendro kembali sambil menambahkan bahwa mereka melakukan itu karena sifat fanatisme.

Saksi mata yang selamat dari pembantaian Talangsari mengatakan bahwa pasukan Hendro membakar gubuk dan menyiksa penduduk desa.

CLOSE