Kasus Suap Wisma Atlet

Nazaruddin Sebar Kuitansi Korupsi Anas

Nazaruddin Sebar Kuitansi Korupsi Anas
Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul (kiri) dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin (Foto: Antara Foto)
Kamis, 22 Desember 2011 | 18:05 WIB
Mantan bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kembali menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengeluarkan US$ 6.975.000 untuk pemenangan dirinya pada Rakernas pada Mei 2010.

"Ini bukti kwitansinya. Tapi aslinya minta saja langsung sama Mas Anas. Karena yang pegang aslinya dia," ucap Nazaruddin, sambil menunjukkan salinan kuitansi, sebelum persidangan atas dirinya dimulai di Pengadilan Tipikor, hari ini.

Menurut Nazaruddin, uang sebesar US$6,975 juta itu berasal dari proyek Hambalang. Anas Urbaningrum sendiri tercatat bertindak sebagai ketua proyek tersebut. "Ini yang menyerahkan dari Anas ke Yulianis. Yulianis menyerahkan kepada koordinator-koordinatornya," jelas Nazaruddin.

Uang tersebut, tambah Nazaruddin, diambil dari PT Adhi Karya sebesar Rp50 miliar lalu diambil lagi dari Adi Saptinus, pegawai Adhikarya, sebesar Rp20 M.

Nazaruddin juga menegaskan, dirinya tidak pernah berniat untuk berbohong atas semua pernyataan yang sering diucapkannya sejak kasusnya mulai disidangkan. "Sebenarnya kalau mau dilihat, semua juga tahu track recordnya Mas Anas. Bagaimana setelah keluar KPU, kan tidak ada kerjanya. Tapi, tetap kaya raya," tuding Nazaruddin.

Menurutnya, jika tim KPK ingin mencari tahu kebenaran tersebut, bisa dibuktikan melalui SPT Pajak (Surat Pelaporan Tahunan). Di sana bisa diketahui dari mana kekayaan Anas berasal. "Niatnya ada apa gak gitu lo, atau emang sengaja menutupi," kata Nazaruddin.

Anas merupakan adalah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) period 2002-2007. Namun pada 2005. Dia meninggalkan KPU saat digoyang prahara korupsi dan masuk ke Partai Demokrat.