Kerja Sama dengan Indonesia, ILO Prioritaskan 3 Hal Penting
Logo BeritaSatu

Kerja Sama dengan Indonesia, ILO Prioritaskan 3 Hal Penting

Selasa, 18 November 2014 | 08:05 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / FAB

Jakarta - International Labour Organization (ILO) memprioritaskan tiga masalah di Indonesia untuk dikerjakan pada tahun-tahun mendatang. Tiga hal utama yang menjadi prioritas itu adalah penciptaan lapangan kerja, penciptaan hubungan industrial yang harmonis, dan perlindungan sosial.

Demikian Direktur International Labour Organization (ILO) untu Indonesia, Peter van Rooij, Selasa (18/11).

Hal tersebut dikemukakan Peter sehubungan dengan pertemuannya dengan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri di Jakarta, Senin (17/11).

Dalam pertemuan itu, pemerintah Indonesia dan ILO sepakat melanjutkan kerja sama untuk mewujudkan program kerja layak di Indonesia (Decent Work Country Program/DWCP). Kerjasama ini melibatkan unsur tripartit (pemerintah, pengusaha dan pekerja) dan mengusung program kesempatan kerja, perlindungan sosial, hak-hak di tempat kerja dan dialog social.

Peter menambahkan, pada Desember 2014, Dirjen ILO Guy Ryder akan mengunjungi Indonesia untuk menguatkan kerja sama tersebut. “Kunjungan ke Indonesia adalah yang pertama kali dilakukan,” kata Peter.

Peter menuturkan, Indonesia merupakan salah satu negara penting bagi ILO. Dengan pemerintahan baru, kata dia, ILO berharap adanya kerja sama yang lebih baik. “Diharapkan, kunjungan direktur jenderal yang baru pertama kali itu dapat memberikan hasil-hasil yang baik," ujar Peter.

Menurut Peter, beberapa fokus kerja ILO di Indonesia adalah Project IPEC-Indonesia (International Programme on the Elimination of Child Labour), Project PROPEL (Promoting Rights and opportunities for People with Disabilities in Employment through Legislation), yang bertujuan untuk mempromosikan hak-hak penyadang disabilitas di bidang ketenagakerjaan (kesempatan kerja dan pelatihan) melalui legislasi. Selain itu Project BWI (Better Work Indonesia), diarahkan pada promosi hak-hak di tempat kerja dan termasuk kewajiban pekerja di perusahaan.

Selanjutnya ada Project Supporting Implementation of Single Window Services (Pelayanan Satu Atap), yang diluncurkan pada Desember 2012 dan telah berakhir pada tahun 2013. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan yang lebih terkoordinir dan terintegrasi di bidang ketenagakerjaan, termasuk jaminan sosial, kepada masyarakat.

Dan yang lain lagi, kata Peter, adalah promosi kerja layak bagi pekerja rumah tangga dan penghapusan pekerja anak pada sektor rumah tangga (promote). Salah satu prioritas decent work country program adalah perlindungan sosial untuk semua,serta kerja layak untuk ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan yang berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Proyek ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan nasional, yang berkaitan dengan pekerjaan yang layak, dengan fokus pada ketahanan pangan, pertanian dan daerah pedesaan, kaum muda serta perempuan.

Sementara Hanif mengatakan, penciptaan lapangan kerja merupakan salah satu prioritas kerja sama dengan ILO untuk membantu pertumbuhan ekonomi negara yang berkesinambungan.

Kerja sama penciptaan lapangan kerja dengan ILO, kata dia, dilakukan dengan peningkatan program kewirausahaaan, peningkatan ketrampilan melalui pelatihan ketenagakerjaan dalam kebijakan makro, mempersiapkan perempuan dan laki-laki muda memasuki dunia kerja, pengoptimalan hasil ketenagakerjaan.

“Salah satu yang kita lanjutkan adalah proyek SCORE (sustaining competitive and responsible enterprises), yang telah berhasil meningkatkan produktivitas dan daya saing UKM yang pada akhirnya dapat menciptakan lapangan kerja baru,” kata Hanif.

Selain itu, kata Hanif, kerjasama pun terjadi dalam penciptaan hubungan industrial yang harmonis dan perlindungan sosial bagi semua, melalui program/kegiatan jaminan sosial. “Kita minta bantuan dan masukan dari pihak ILO untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha,” kata Hanif.

Kerjasama di bidang hubungan industrial antara lain melalui peningkatan tata kelola administrasi ketenagakerjaan, sehingga dapat memberikan layanan yang efektf untuk meningkatkan kondisi dan lingkungan kerja, penguatan kapasitas kelembagaan, dan dialog sosial untuk penerapan regulasi ketenagakerjaan dan standar ketenagakerjaan internasional.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Disperindag Jamin Stok BBM Lebak Normal

"Kami menjamin pasokan BBM jenis premium, solar, dan pertamax mencukupi dan tidak terjadi kelangkaan."

NASIONAL | 18 November 2014

DPRD Kulon Progo Akan Bahas 24 Raperda

Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan Prolegda 2014 yang hanya 18 raperda.

NASIONAL | 18 November 2014

Empat Perguruan Tinggi di Lampung Bentuk Konsorsium

Konsorsium dibentuk sebagai wadah komunikasi antarperguruan tinggi khususnya berkenaan program internasional.

NASIONAL | 18 November 2014

Gara-gara Oknum, Bengkulu Sementara Hentikan Program Jalan Usaha Tani

"Ini dampak dari adanya oknum yang meminta ganti rugi lahan yang akan dijadikan jalan usaha tani."

NASIONAL | 18 November 2014

Polisi Jaga Semua SPBU di Ambon

Personel kepolisian disiagakan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pasca kenaikan harga BBM.

NASIONAL | 18 November 2014

Tuntutan Hak Ulayat Tanah Adat Hambat Investasi di Papua

Melalui pendekatan adat yang sedang diintensifkan, Pemprov Papua dapat meredam konflik terkait tuntutan ganti rugi tanah.

NASIONAL | 18 November 2014

VIDEO: Rektor Unhas Non-aktifkan “Profesor Shabu”

Untuk mendukung proses peradilan, PNS yang terlibat pidana harus diberhentikan.

NASIONAL | 18 November 2014

Pemkot Manado Siapkan Rp 36 Miliar Dana Bantuan Bencana

Dana tersebut dialokasikan untuk sekitar 10.000 rumah korban bencana banjir bandang baik rusak berat atau ringan.

NASIONAL | 18 November 2014

Daftar Tunggu Haji di Banten Sampai 2027

Daftar tunggu (waiting list) calon haji di Provinsi Banten sampai 2014 sudah mencapai 100.600 orang.

NASIONAL | 18 November 2014

Apindo Sepakat UMP 2015 Surabaya Naik 11%

UMP Surabaya yang semula Rp 2,2 juta menjadi Rp 2,4 juta.

NASIONAL | 18 November 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS