Logo BeritaSatu

Mesin PLTU Bolok Kembali Operasi, Keluhan Warga Kupang Teratasi

Kamis, 27 November 2014 | 06:53 WIB
Oleh : Yoseph A Kelen / JAS

Kupang - Mesin unit 2 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok kembali beroperasi tepat pada, Rabu, (26/11) pukul 09.10 Wita. Mesin unit 1 PLTU Bolok sudah lebih dahulu beroperasi pada Senin, 17 November, namun pemadaman listrik secara bergilir terus berlanjut. Dengan beroperasinya kedua unit mesin ini maka keluhan warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini teratasi.

Dua unit mesin PLTU Bolok beroperasi untuk menyuplai kebutuhan listrik Kota Kupang dan sekitarnya. Jika ditambah dengan mesin diesel di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD ) di Tenau dan Kuanino, maka Sistem Kupang masih memiliki cadangan daya sebesar sembilan megawatt (MW) dari total puncak pemakaian listrik pada malam hari (beban puncak) antara jam 17.00 hingga 22.00.

Hal ini sesuai dengan tekad PLN Wilayah NTT untuk secepatnya memulihkan sistem di Kota Kupang dan sekitarnya yang beberapa waktu lalu sempat mengalami defisit daya yang berujung sebagian wilayah Kota Kupang mengalami pemadaman. Beroperasinya unit 2 PLTU Bolok juga sekaligus mewujudkan ucapan General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur, kepada Suara Pembaruan di Kupang, Kamis, (27/11).

Menurut Richard Safkaur, dengan beroperasinya mesin unit 2 PLTU Bolok, keduanya mesin di PLTU Bolok, masing-masing diberi beban sebesar 10 Mega Watt (MW) atau total 20 MW, sisanya sebesar 28 MW dipikul dari total beban siang sebesar 48 MW.

Sedangkan beban pada malam hari, lanjut Safkaur, beban puncak antara 55-56 MW. Suplai dari PLTU dinaikkan sebesar 2x13 MW atau 26 MW, sisanya dari mesin diesel di PLTD sebesar 29-30 MW. “Dengan demikian kita masih mempunyai cadangan daya sebesar 9 MW,” jelas Richard Safkaur.

Meski demikian, katanya, jangan ada salah paham seolah-olah PLN menjanjikan listrik di Kota Kupang tidak akan padam lagi. Yang dimaksud Sistem Kupang aman adalah daya kini tidak defisit lagi. Daya yang ada sudah cukup, bahkan masih ada cadangan. “Tetapi jika listrik padam, kemungkinan karena ada gangguan di sisi jaringan secara tiba-tiba, atau listrik dipadamkan karena ada pekerjaan pemeliharaan jaringan,” jelas Safkaur.

Sehubungan dengan adanya kecurigaan segelintir pihak yang berkaitan dengan kondisi Kota Kupang yang padam seolah-olah PLN mempunyai misi lain, Richard Safkaur, mengaku bisa memahaminya, karena banyak orang tidak paham cara kerja manajemen PLN. “Yang benar, tidak ada orang PLN yang senang jika listrik padam, karena padam berarti pekerjaan kami semakin berat,” kata Safkaur.

Safkaur menjelaskan, PLN Wilayah NTT sudah memiliki Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN Wilayah NTT hingga tahun 2019 dan sudah disetujui PLN Pusat. Dalam RUPTL itu, PLN NTT sudah menghitung kebutuhan beban secara keseluruhan per unit PLN atau per kabupaten di NTT berdasarkan tren pertumbuhan permintaan listrik di masing-masing unit. Dengan demikian PLN NTT sudah merencanakan tahun demi tahun penambahan pembangkit, kebutuhan jaringan dan menghitung kebutuhan anggaran.

“Dalam RUPTL PLN NTT, kami sudah mengantisipasi semua kebutuhan listrik berdasarkan pertumbuhan permintaan listrik yang ada,” tambah Safkaur.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tembakan Salvo Tandai Pemakaman Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan

Polisi korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan di Desa Sukosari, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

NEWS | 3 Oktober 2022

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas menjual data rahasia nomor PM Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Situs web AS mencantumkan rincian kontak terbaru hampir semua menteri Inggris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Waspada, Gas Air Mata Bisa Berdampak Fatal

Dokter spesialis mata Eka Hospital Bekasi, Moh Arief Herdiawan meminta masyarakat agar mewaspadai gas air mata karena bisa berdampak fatal.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

EKONOMI | 18 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings