Jokowi: Pilkada Langsung Tidak Bisa Ditawar

Jokowi: Pilkada Langsung Tidak Bisa Ditawar
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, (3/12). ( Foto: Antara/Andika Wahyu )
Novy Lumanauw / MUT Jumat, 5 Desember 2014 | 07:46 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) secara langsung tidak bisa ditawar lagi, karena itu merupakan perwujudan demokrasi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara menyusul penolakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang diajukan pemerintah pada era Susilo Bambang Yudhoyono. Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan menolak menyetujui Perppu Pilkada Langsung.

"Pada prinsipnya Pilkada langsung tidak bisa ditawar-tawar lagi, ini adalah buah paling manis dalam demokrasi kita," kata Kepala Negara seperti dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet.

Dia menyatakan, pembredelan pilkada langsung sama saja dengan mengikat rakyat untuk menyaksikan panggung politik tanpa pernah terlibat di dalamnya. Cara seperti itu, lanjut Presiden, sama saja rakyat diasingkan dari hak-haknya berdemokrasi.

"Kalau dengan Pilkada Langsung, pelan-pelan kita akan mendapatkan pemimpin yang secara organik tumbuh di masyarakat dan paham atas situasi-situasi yang berkembang di tengah masyarakat," kata Presiden.

Di sisi lain, Presiden menyatakan akan menjalin komunikasi politik yang lebih intensif dengan jajaran DPR RI untuk saling menyetujui kesepakatan Perppu Nomor 1 Tahun 2014.

Sumber: Investor Daily