Sekelumit Mengenai AirAsia QZ8501

Sekelumit Mengenai AirAsia QZ8501
Pesawat AirAsia saat berada di apron bandara Changi, Singapura, Senin (29/12). ( Foto: AFP/Roslan Rahman )
Yudo Dahono / YUD Selasa, 30 Desember 2014 | 01:23 WIB

Jakarta - Hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 yang menerbangi rute Surabaya - Singapura sekitar Minggu (28/12) hilang kontak sekitar pukul 07.24 WIB masih belum ditemukan hingga saat ini.

Berikut sekelumit informasi seputar pesawat Airbus A320-200 yang diperkirakan hilang di dekat Kepulauan Belitung, Minggu (28/12) pagi. QZ8501 atau AWQ8501 adalah pesawat Airbus A320-200 dengan nomor seri 3648 serta nomor registrasi PK-AXC.

1. Pesawat ini pertama kali terbang pada 25 September 2008, dan dikirimkan dalam kondisi baru ke AirAsia pada 15 Oktober 2008

2. Pesawat tersebut telah mengakumulasikan sekitar 23.000 jam terbang dalam 13.600 penerbangan. QZ8501 baru menjalani perawatan terjadwal pada 16 November 2014 lalu. Pesawat ini ditenagai dua mesin CFM International CFM56-5B6.

3. QZ8501 dikonfigurasikan untuk mengangkut 180 penumpang.

4. Saat menghilang AirAsia QZ8501 mengangkut 162 penumpang dan kru. Dari ke-162 penumpang tersebut 144 penumpang dewasa, 17 anak-anak dan satu bayi. Kru terdiri dari tujuh orang.

5. Penumpang AirAsia QZ8501 terdiri dari 155 Warganegara Indonesia, 3 warga Korea Selatan, 1 warga Prancis, 1 warga Malaysia, 1 warga Singapura dan 1 warga Inggris.

6. Airbus A320 sudah mengudara sejak 1988 dan menjadi pesaing sengit Boeing 737.

7. Hingga Juni 2013, pesawat Boeing A320-200 sudah dipesan sebanyak 11.163 dan pemesanan tersebut telah terselesaikan sebanyak 6.331 dengan 4.832 pesawat yang masih dalam tahap pengerjaan. Pesawat ini memiliki jangkauan tipikal 3.300 nautical miles (6.150 km).

8. Selain AirAsia Indonesia, maskapai penerbangan Indonesia yang mengoperasikan Airbus A320-200 adalah Citilink sebanyak 24 pesawat. AirAsia sendiri memiliki 25 Airbus A320-200 termasuk QZ8501.

9. Airbus A320-200 dioperasikan lebih dari 227 maskapai penerbangan komersil di seluruh dunia.

Sumber: CNN, Airbus