Ratusan Warga Gorontalo Melakukan Salat Gaib Bagi Korban AirAsia

Ratusan Warga Gorontalo Melakukan Salat Gaib Bagi Korban AirAsia
Anggota TNI AU memasukan peti jenazah korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 ke pesawat TNI AU bernomor AI-7302 di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12). AFP/Yanuar
/ YUD Rabu, 31 Desember 2014 | 23:28 WIB

Gorontalo - Ratusan warga Kota Gorontalo pada malam pergantian tahun 2014 ke 2015 melakukan salat gaib untuk para korban jatuhnya pesawat AirAsia.

Salat dan dzikir dilakukan di halaman gedung Yayasan Al Adha, sekaligus merayakan pergantian tahun dengan cara berbeda.

Setelah melakukan salat, warga juga menggelar dzikir akbar mendoakan kebaikan bagi para korban dan keselamatan bangsa Indonesia dari musibah dan bencana.

"Kami hanya bisa menyumbangkan doa bagi seluruh korban AirAsia dan memohon kepada Allah agar keluarga korban bisa menerima musibah ini dengan ikhlas," kata Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Adha, Adhan Dambea yang mempelopori dzikir akbar tersebut.

Menurutnya, peristiwa AirAsia memberikan pelajaran hidup bagi umat manusia untuk menperbaiki kualitas kehidupan di tahun yang akan datang.

"Momentum tahun baru adalah saat yang tepat untuk melakukan perbaikan diri baik mental maupun mmeperbaiki silaturahmi dengan sesama," tambahnya.

Sementara itu, suasana menjelang pergantian tahun di Kota Gorontalo juga dilakukan dengan dzikir akbar di Masjid Baiturahim yang diselenggarakan oleh pemkot.

Selain itu pemkot juga menggelar hiburan rakyat di Lapangan Taruna Remaja dengan artis Anisa Bahar.