YLKI: Sanksi Berat Harus Diberikan bagi Maskapai yang Delay
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

YLKI: Sanksi Berat Harus Diberikan bagi Maskapai yang Delay

Senin, 2 Januari 2012 | 15:28 WIB
Oleh : B1

Sejak 1 Januari 2012, peraturan tentang Tanggung Jawab Pengangkut Udara resmi diberlakukan.

Meski sudah resmi diterapkan pemberlakuan mekanisme asuransi delay pesawat, namun sanksi memberatkan harus diberikan kepada maskapai yang masih tetap memiliki kinerja buruk dalam ketepatan waktu penerbangan.

Demikian disampaikan Tulus Abadi, anggota pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), di Jakarta, hari ini.

Sejak 1 Januari 2012, peraturan tentang Tanggung Jawab Pengangkut Udara resmi diberlakukan yang memuat kewajiban pihak maskapai untuk memberikan ganti rugi kepada setiap penumpang berupa uang tunai sebesar Rp 300 ribu atau berbentuk voucher apabila terjadi delay lebih dari empat jam.

Mekanisme asuransi delay tersebut berdasarkan Permenhub 92/2011 menggantikan Permenhub 77/2011 yang seharusnya sudah mulai diberlakukan November 2011 namun urung dilakukan karena ingin memberikan waktu bagi maskapai dan perusahaan asuransi.

"Secara mikro, itu bagus karena ada pemenuhan hak-hak konsumen. Asal tidak hilangkan kompensasi yang sudah ada sebelumnya, misalnya makan dan snack. Tetapi, yang mendasar yang harus dilakukan oleh pemerintah [adalah] bagaimana kinerja airlines bisa sehat dan bagus kepada konsumen," kata Tulus.

Tidak cukup hanya ganti rugi saja, lanjut Tulus, kalau kinerja buruk, harusnya ada sanksi yang memberatkan, misalnya mencabut atau membekukan ijin maskapai tersebut.

"Harus ada sanksi memberatkan bukan sekadar kompensasi Rp 300 ribu. Kalau delay empat jam, [uang] terkuras karena beli makanan ataupun minuman yang mahal, jadi tidak ada nilainya. Yang mendesak adalah agar tidak terjadi keterlambatan penerbangan karena bisnis ini [merupakan] bisnis on time performance. Kalau jelek, berarti kan manajemennya ada yang ga beres," kata Tulus.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PLN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Gili Petagan

Sebanyak 10.000 bibit mangrove akan ditanam oleh PLN Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Mataram di kawasan Gili Petagan, Sambelia, Lombok Timur.

NASIONAL | 29 November 2021

HUT Korpri, Ketua KPK Ajak ASN Bersih Korupsi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), insan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) untuk bersih korupsi.

NASIONAL | 29 November 2021

Pentolan KKB Dijerat Pasal Berlapis

Satgas Nemangkawi dan Polres Yahukimo membekuk pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Demius Magayang alias Temius Magayang, di Jalan Gunung.

NASIONAL | 29 November 2021

UU Ciptaker, Presiden: Follow Up Putusan MK Secepatnya

Presiden Jokowi telah memerintahkan menteri terkait untuk segera menindaklanjuti putusan MK mengenai UU Ciptaker.

NASIONAL | 29 November 2021

Baleg Rencanakan Bahas Putusan MK Soal Ciptaker 6 Desember

Baleg DPR berencana rapat dengan pemerintah membahas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait UU Cipta Kerja (Ciptaker) pada 6 Desember 2021.

NASIONAL | 29 November 2021

UU Ciptaker Inkonstitusional, Presiden Tegas Jamin Investasi

Tak ada satu pasal pun dalam UU Ciptaker yang dinyatakan tidak berlaku oleh MK. Pemerintah menjamin keamanan dan kepastian investasi.

NASIONAL | 29 November 2021

Ini Tanggapan Presiden Terkait UU Ciptaker Inkonstitusional

Presiden Jokowi memberikan tanggapan terhadap putusan MK yang menyatakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) inkonstitusional bersyarat.

NASIONAL | 29 November 2021

KPK Siapkan Bantahan Kasasi Mantan Menteri Edhy Prabowo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi kasasi yang diajukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

NASIONAL | 29 November 2021

Jokowi: Pemerintah Akan Laksanakan Keputusan MK

Presiden Jokowi menegaskan pemerintah akan melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melakukan revisi terhadap UU Cipta Kerja.

NASIONAL | 29 November 2021


TAG POPULER

# Razia Vaksinasi Covid-19


# Sembunyi di Roda Pesawat


# Ameer Azzikra


# Omicron


# Indonesia Terbuka



TERKINI
Alasan Ahmad Sahroni Bersedia Jadi Ketua OC Formula E

Alasan Ahmad Sahroni Bersedia Jadi Ketua OC Formula E

MEGAPOLITAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings