Sehari, Lima Ton Narkoba Dikonsumsi di Indonesia

Sehari, Lima Ton Narkoba Dikonsumsi di Indonesia
Dua narapidana (napi) yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, dan seorang napi LP Nusa Kambangan, diketahui menjadi pengendali penyelundupan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu dari India (Foto: Suara Pembaruan / F-5)
Aditya L Djono / CAH Selasa, 20 Januari 2015 | 16:26 WIB

Jakarta - Indonesia menghadapi kondisi darurat narkoba. Diperkirakan, jumlah pengguna narkoba di Tanah Air telah menembus 5 juta orang. Jika diasumsikan seorang pecandu mengonsumsi 1 gram narkoba per hari, maka ada sedikitnya 5 ton narkoba yang diperdagangkan di Indonesia setiap harinya.

Oleh karena itu, pemerintah tidak akan mundur dalam perang terhadap narkoba, termasuk mengeksekusi mati siapa pun, baik warga negara Indonesia maupun warga asing, yang terbukti mengedarkan narkoba. Seiring dengan langkah penegakan hukum itu, pemerintah juga fokus pada upaya rehabilitasi para pecandu, dengan menyiapkan anggaran Rp 1 triliun.

Demikian pemaparan Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, dan Jaksa Agung HM Prasetyo, saat pertemuan dengan pimpinan media massa, di Kantor Kementerian Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Selasa (20/1).

Menlu menegaskan ancaman serius narkoba di Indonesia. Secara geografis, posisi Indonesia sangat strategis dalam mata rantai perdagangan narkoba di dunia.

“Kalau dulu Indonesia menjadi tempat transit narkoba, kini sudah menjadi destinasi utama. Bahkan dilihat dari skala perdagangannya, posisi Indonesia mungkin nomor tiga di bawah Kolombia dan Meksiko. Ini mengerikan,” tandasnya.

Dia memaparkan sejumlah data, di antaranya jumlah pengguna yang diperkirakan mencapai 5 juta orang. “Jumlah ini setara jumlah penduduk Selandia Baru,” ungkapnya.

Dari jumlah itu, sekitar 1,2 juta pengguna sudah sangat akut, sehingga tidak memungkinkan untuk direhabilitasi. Dampak dari konsumsi narkoba, sekitar 40-50 warga Indonesia meninggal setiap hari. “Artinya 1.200-1.500 orang meninggal setiap bulan, atau sekitar 14.000 pengguna narkoba di Indonesia meninggal setiap tahun. Ironisnya, 10% kasus kematian narkoba di dunia ada di Indonesia,” tuturnya.

Jika diasumsikan 5 juta pecandu mengonsumsi 1 gram narkoba per hari, maka sedikitnya ada 5 ton narkoba yang diperdagangkan setiap hari.

“Di ASEAN nilai transaksi narkoba mencapai Rp 110 triliun per tahun. Dari jumlah itu, 43% ada di Indonesia. Ini menjelaskan mengapa Indoensia kini pasar yang sangat potensial bagi perdagangan narkoba di dunia,” tandasnya.

Sumber: Suara Pembaruan