Lagi, 1 Tersangka Korupsi Genset RSUD Bekasi Ditahan Kejari Cikarang

Lagi, 1 Tersangka Korupsi Genset RSUD Bekasi Ditahan Kejari Cikarang
Mikael Niman Jumat, 27 Februari 2015 | 08:20 WIB

Bekasi - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menahan satu tersangka lain terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi mesin genset RSUD Kabupaten Bekasi, Kamis (26/2).

Tersangka ini diketahui bernama Roslin Simanjuntak. Dia merupakan Direktur PT Siwa Huring Jaya, selaku penyedia mesin genset.

"Penahanan tersangka ini merupakan kelanjutan dari proses penyidikan sebelumnya," ujar Kasi Pidsus Kejari Cikarang, Fik Fik Zulrofik, Kamis (26/2).

Dia mengatakan, penahanan tersangka Roslin Simanjuntak merupakan pengembangan dari proses penyidikan sebelumnya, yakni penahanan Humpol Ojak Sigalingging, tersangka penyedia alat kesehatan genset RSUD Kabupaten Bekasi.

Dalam penyidikan, lanjut dia, Roslin Simanjuntak terbukti telah meminjamkan perusahaannya, PT Siwa Huring Jaya, kepada tersangka Humpol Ojak Sigalingging.

"R telah pinjamkan bendera kepada tersangka sebelumnya, yakni Humpol Ojak Sigalingging," ujarnya.

Korupsi mesin genset di RSUD Kabupaten Bekasi, kata Fik Fik, kerugian negara sesuai hasil audit BPKP sebesar Rp 320 juta.

Lebih jauh Fik Fik menjelaskan, tersangka Roslin Simanjuntak disangkakan telah melanggar UU Nomor 31 Tahun 99 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 2 dan Pasal 3. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Diakui pihak Kejari Cikarang mendapati kendala teknis. Tersangka Roslin Simanjuntak enggan menandatangani berita acara penahanan (BAP), serta menolak BAP penahanan.

"Penahannya memang alot, tersangka menolak menandatangani berkas. Alasannya tersangka punya anak kecil yang masih disusui. Kalau mengikuti kemauan dia, tidak ada perempuan yang ditahan. Yang jelas, penahanan ini sudah sesuai prosedur," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator penyidikan Kejari Cikarang, Aditya Rakatama, mengakatan tersangka Roslin Simanjuntak ditahan di Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Rencananya, selama 20 hari ke depan ditahan sambil menunggu berkas dakwaan dirampungkan.

"Tersangka R (Roslin) kami titipkan di LP Jaktim sebagai tahanan sementara, menunggu sampai proses dakwaan selesai," katanya.

Sebelumnya, telah ditahan mantan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, dr Sahroni serta Kepala Bagian Umum RSUD, Jajang. Mereka ditahan ke Lapas Bulak Kapal, Kota Bekasi, pada Selasa (17/2) lalu.

Sumber: Suara Pembaruan