NTT Miliki Potensi Pariwisata Yang Luar Biasa

 NTT Miliki Potensi Pariwisata Yang Luar Biasa
Wakil Gubernur berpose bersama Kepala Taman Budaya dari 26 provinsi usai rapat koordinasi Kepala Taman Budaya se-Indonesia di Hotel Johns, Oebufu Kupang, Kamis, 12 Maret 2015. ( Foto: Suara Pembaruan/Yoseph Kelen )
Yoseph A Kelen / PCN Jumat, 13 Maret 2015 | 10:08 WIB

Kupang- Rapat Koordinasi Kepala Taman Budaya merupakan Forum Pertemuan Kepala Taman Budaya Se-Indonesia. Secara umum akan membahas isu-isu penguatan pembangunan kebudayaan pada masing-masing provinsi yang disinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat, serta menjalin komunikasi kerjasama antar taman budaya.

Secara khusus rakor ini akan membahas langkah-langkah teknis persiapan puncak acara Temu Karya Taman Budaya Se Indonesia dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah nanti. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Setda Provinsi NTT, Lambertus L. Ibi Riti, MT, kepada SP di Kupang, Jumat, (13/3) pagi.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi Temu Kepala Taman Budaya Se-Indonesia pada tanggal 12 Mei 2014 lalu, di Provinsi Papua, disepakati bersama bahwa Provinsi NTT menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia pada tahun 2015.

Acara Pembukaan rapat Koordinasi Temu Kepala Taman Budaya Se- Indonesia diselenggarakan oleh DPA SKPD Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT 2015. Kegiatan ini berlangsung sejak Kamis 12 Maret 2015 hingga Sabtu 14 Maret 2015, bertempat di Hotel Johns. Acara dimeriahkan oleh Tarian Tanah Lontar, berasal dari Timor yang dibawakan putra putri NTT.

Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni memperkenakan NTT kepada Kepala Taman Budaya dari 26 Provinsi di Indonesia melalui sambutannya mengatakan, secara kasat mata NTT memiliki 1.192 potensi wisata berada di 1.192 pulau di NTT, namun jika menjenguk lebih jauh ke dalam gugusan kepulauan di Flobamora, daerah NTT memiliki potensi pariwisata yang luar biasa.

Beberapa di antaranya, memiliki keunikan budaya yang luar biasa seperti suku Boti di Timor, kemegahan Megalitik Merapu dan Pasola di Pulau Sumba, Tarian Caci dan Kampung Wae Rebo di Manggarai, Kampung Adat di Bena Ngada, Tradisi berburu Ikan Paus di Lembata, Benteng Tujuh Lapis Makes di Belu, Sasando Rote, serta pesta adat dengan berbagai ritual adatnya yang sakral.

Keunikan alam yang dimiliki seperti Komodo di Manggarai Barat, 17 Pulau Riung di Ngada, Danau Tiga Warna Kelimutu di Ende, Kuda Sandelwud di Sumba, Taman Laut Pulau Kepa, Alor dan berselancar di Nemberala, Rote. Keunikan religius melalui Prosesi Jumat Agung di Larantuka, Flores Timur.

Rapat itu digagas dan dilaksanakan untuk mendiskusikan berbagai langkah terkait rencana pelaksanaan serta kesiapan Kupang NTT sebagai tuan rumah Puncak Acara Temu Karya Taman Budaya se Indonesia pada September 2015. Acara itu akan hadir 1.500 peserta rakor dari berbagai daerah di Indonesia.

Sumber: Suara Pembaruan