Menuntut Hak, Petani di Kalteng Justru Ditahan Polisi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menuntut Hak, Petani di Kalteng Justru Ditahan Polisi

Rabu, 25 Maret 2015 | 15:08 WIB
Oleh : Barthel B Usin / PCN

Nanga Bulik – Sungguh malang nasib orang kecil yang tinggal di sekitar hutan. Ketika kawasan hutan yang diwarisi dari leluhur diobrak-abrik oleh perusahaan, dan mereka mencoba menuntut hak mereka, malah kehidupan keluarga mereka menjadi kacau karena kepala keluarga yang menggugat justru dipolisikan.

Nasib malang itu menimpa sedikitnya empat orang anggota Kelompok Tani (Poktan) Maju Bahaum, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Mereka yang menuntut hak mereka justru ditangkap aparat Polres setempat atas laporan perusahaan yang memanipulasi fakta. Tuduhan yang ditimpakan menyimpang seratus delapan puluh derajat dari apa yang mereka lakukan.

Mereka dituduh melakukan pemukulan dan pengrusakan lahan milik PT Korintiga Hutani (KTH). Padahal, apa yang dituduhkan tidak pernah terjadi sama sekali. "Hukum di Lamandau, sebuah Kabupaten di pedalaman Kalteng ini tampaknya memang tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kalau masyarakat biasa yang mengadu, polisi lambat menanggapi, tapi sebaliknya kalau pihak perusahaan yang melaporkan, meskipun tidak dicek dulu kebenarannya, polisi cepat bertindak," kata Wahyudi, salah satu dari empat anggota Kelompok Tani (Poktan) Maju Bahaum yang ditahan polisi tersebut kepada sejumlah wartawan yang mengonfirmasi langsung di ruang tahanan Polres Lamandau, Rabu pagi (25/3).

Wahyudi merupakan satu di antara empat orang anggota Poktan Maju Bahaum yang ditangkap dan ditahan pihak Kepolisian Resor (Polres) Lamandau atas laporan perusahaan. Mereka sudah ditahan sejak Senin (23/3). Mereka dijerat dengan sangkaan perbuatan melawan hukum Pasal 170 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), tentang perbuatan melakukan kekerasan dan pengrusakan.

Saat itu, mereka dan ratusan anggota Poktan memang melakukan aksi damai atas sengketa lahan milik mereka dengan PT Korintiga Hutani. "Kami tidak melakukan apa yang disangkakan polisi. Kondisi saat itu memang sempat memanas,tetapi dapat dikendalikan. Memanas hanya beradu mulut dan hanya sekadar mendorong. Saudara Gemar selaku Humas dari perusahaan saat itu malah yang keras mendorong massa yang sedang unjuk rasa damai," katanya.

Selain itu, dia juga mengaku heran atas sikap kepolisian yang dinilainya sangat cepat merespons pelaporan pihak perusahaan yang melapor. Padahal, sebelum pihak perusahaan melapor, pihaknya (kelompok tani,Red) juga telah lebih dahulu melaporkan hal yang sama.

"Lahan yang kami tanami bibit kelapa sawit itu berada di lahan kami (milik Poktan) seluas 1.500 hektare yang pada Desember lalu disepakati antara perusahaan, Bupati, dan DPRD. Anehnya, lahan yang diakui Bupati milik Poktan ketika digarap malah dituduh pengrusakan lahan perusahaan. Fakta diputar balikan, malah polisi memihak pada ketidakbenaran. Lahan yang bersebelahan dengan lahan kami dan sudah ditanami 1.000 bibit sawit oleh bupati, justru tidak diganggu gugat oleh pihak PT KTH," bebernya.

Karena itu, mereka mempertanyakan alasan polisi tidak menanggapi laporan yang mereka ajukan dan hanya disikapi sebagai Dumas (Aduan masyarakat), sedangkan laporan dari perusahaan langsung direspons. Bahkan, telah menetapkan empat tersangka dari anggota masyarakat."Hukum kita benar-benar tidak ditegakkan secara adil," ujarnya.

Selain Wahyudi, anggota Poktan yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Rasmidin, GMJ, dan Asikin Noor. Diakui Wahyudi, ia telah di-BAP penyidik reskrim Polres sejak pukul 17.00 WIB Senin (23/3) lalu hingga pukul 04.00 pagi hari ini.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lamandau, AKP Made Gede Oka, membenarkan penetapan keempat tersangka tersebut.
Menurut dia, keempatnya ditetapkan sebagai tersangkan dan ditahan oleh anggotanya setelah pihaknya meminta keterangan sedikitnya 12 orang saksi di antaranya korban itu sendiri, Satpam Perusahaan, dan buruh petani tanam dari perusahaan.
Oka juga menyebutkan, untuk keempat tersangka ini langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, serta tidak menutup kemungkinan untuk kemudian menambah lagi jumlah tersangka baru.

Mereka disangka melanggar Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun enam bulan penjara.

Hari ini, Rabu (25/3) pihak Poktan Maju Bahaum merencanakan untuk meminta diadakannya audiensi dengan Pihak Polres Lamandau perihal sengketa lahan yang terjadi. Karena keinginan masyarakat belum direspons oleh pihak kepolisian, maka warga masyarakat kini mengalihkan pengaduan nasib mereka dengan cara beramai-ramai mendatangi kantor DPRD Lamandau.

"Kami bingung ke mana harus mengadu nasib sebagai masyarakat. Harapan kini mudah-mudahan anggota DPRD sebagai wakil rakyat bisa objektif agar masyarakat jangan ditekan terus oleh pihak yang punya uang," kata salah seorang yang ikut memperjuang nasib masyarakat itu.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Jenazah Nakes Gabriella yang Tewas di Tangan KKB Diterbangkan ke Jayapura

Jenazah nakes Puskesmas Kiwirok, Gabriella Maelani (22) akan diterbangkan ke Jayapura pada Sabtu (18/9/2021) bergantung cuaca dan keamanan.

NASIONAL | 18 September 2021

Di Antara Tembakan KKB, Jenazah Nakes Gabriella Berhasil Dievakuasi dari Jurang 300 Meter

Jenazah nakes Gabriela Meilani (22) berhasil dievakuasi Jumat (17/9/2021) oleh anggota TNI-Polri, di antara tembakan KKB.

NASIONAL | 18 September 2021

Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI untuk Lawan Ideologi Transnasional

Untuk membendung ideologi transnasional, bangsa Indonesia harus terus memperkuat komitmen beragama dan bernegara dalam satu napas, yaitu NKRI.

NASIONAL | 17 September 2021

Sidang Perdana Perkara Suap 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Tunggu Jadwal Pengadilan

Dua mantan pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani menunggu jadwal sidang perdana perkara suap pemeriksaan pajak.

NASIONAL | 17 September 2021

Jawa Barat Ekspor Ubi Jalar ke Pasar Singapura

Ekspor perdana ubi jalar asal Jabar tersebut dilakukan oleh PT Bona Vista Hikmah di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

NASIONAL | 17 September 2021

Pakar: Vonis Gugatan Polusi Udara Jakarta, Bukan Solusi Perbaiki Lingkungan

Vonis lima pejabat negara bersalah atas polusi udara di Ibu Kota Jakarta, bukan suatu solusi untuk memperbaiki lingkungan agar menjadi lebih baik lagi

NASIONAL | 17 September 2021

Keberagaman di Indonesia Anugerah dari Tuhan

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi dan perbedaan ini harus dimaknai sebagai anugerah Tuhan yang patut dijaga

NASIONAL | 17 September 2021

BNN Hadiri Pertemuan Internasional Asod

Delegasi yang mewakili pemerintah Indonesia pada pertemuan tersebut, antara lain dari BNN RI yaitu Deputi idang Hukum dan Kerja Sama beserta Direktur Kerja Sama

NASIONAL | 17 September 2021

Nadiem Ajak BEM Berkolaborasi Sukseskan Merdeka Belajar

Menteri Nadiem mengajak BEM untuk berkolaborasi mensukseskan program Merdeka Belajar.

NASIONAL | 17 September 2021

Tenggelam di Perairan Nusakambangan, Kapal Kemkumham Angkut 2 Truk Proyek

Kapal Pengayoman IV milik Kemkumham yang tenggelam di perairan Nusakambangan mengangkut dua truk proyek untuk membangun proyek jalan Kempupera

NASIONAL | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Agen: Paul Pogba Berpeluang Kembali ke Juventus

Agen: Paul Pogba Berpeluang Kembali ke Juventus

BOLA | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings