Wapres Akui Ada Lobi Politik di Balik Tertundanya Eksekusi Mary Jane
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wapres Akui Ada Lobi Politik di Balik Tertundanya Eksekusi Mary Jane

Rabu, 29 April 2015 | 15:54 WIB
Oleh : FAB

Jakarta - Pemerintah Indonesia akhirnya mengabulkan permintaan Filipina untuk menunda pelaksanaan eksekusi mati terhadap warga negara Filipina, Mary Jane Veloso. Wakil Presiden (wapres), Jusuf Kalla (JK) mengakui bahwa ada lobi politik yang dilakukan Presiden Filipina, Benigno Aquino III kepada dirinya dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penundaan pelaksanaan hukuman mati tersebut.

JK mengungkapkan, dalam rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Malaysia, presiden Filipina melobi dirinya guna menjelaskan perihal kasus Mary Jane.

Namun menurut JK, lobi politik tersebut adalah hal yang biasa dilakukan dalam hubungan internasional.

"Lobi politik itu biasa saja dalam suatu hubungan kenegaraan. Lobi itu sangat penting, tapi masalahnya, kita ingin meletakkan hukum itu secara baik," kata JK di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (29/4).

JK mengungkapkan, otoritas Filipina menjelaskan bahwa sindikat yang berada di belakang Mary Jane sudah menyerahkan diri, sehingga yang bersangkutan dibutuhkan untuk membuktikan dakwaan kepada sindikat itu.

Oleh karena itu, lanjut JK, pemerintah Indonesia berada dalam posisi menunggu proses hukum di Filipina.

JK juga menyatakan bahwa ia mewakili pemerintah Indonesia, meminta agar Filipina menghukum berat sindikat yang berada di belakang Mary Jane.

"Kita minta pemerintah Filipina tentu bertindak yang keras, kepada sindikatnya harus lebih keras dibanding kepada yang dikatakan hanya kurir," tegas JK.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membantah ada lobi politik di balik tertundanya eksekusi mati terhadap Mary Jane.

Eksekusi seharusnya dilakukan pada Rabu (29/4) dini hari.

Sekretaris Kabinet (seskab), Andi Widjajanto menjelaskan, pemerintah menerima pemberitahuan bukti baru dari Migrant Care dan Presiden Aquino mengaku langsung menghubungi Presiden Jokowi tentang hal yang sama.

Bukti baru tersebut adalah penyerahan diri Maria Kristina Sergio, yang diduga sebagai perekrut Mary Jane untuk menyelundupkan heroin ke Indonesia.

Sergio menyerahkan diri bersama suaminya, Julius Lacanilao, yang juga menghadapi tuduhan rekrutmen ilegal.

Dalam pengakuannya, Sergio mengatakan, dia mendapat ancaman pembunuhan dari nomor tak dikenal dalam ponselnya. Orang tua Veloso, tambahnya, juga mengancam lewat Facebook.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mary Jane tertangkap di Bandara Adi Sutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta karena membawa heroin seberat 2,6 kilogram, dengan cara diselipkan di dalam koper yang telah dijahit.

Namun dalam pembelaannya, Mary Jane mengatakan bertemu dengan Sergio dan suaminya di Malaysia pada 2010, sebelum kemudian dikirim ke Indonesia.

Oleh dua orang itu, ia mengaku diberi tas kosong dan harus membawanya ke Indonesia, dengan iming-iming mendapatkan pekerjaan di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga.

Mary Jane akhirnya tertangkap di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Pemkot Surabaya Ajukan Pengurangan Anggaran Belanja Lewat APBD Perubahan

Pemkot Surabaya mengajukan pengurangan anggaran belanja melalui APBD Perubahan 2021 menyusul anggaran belanja tak terduga selama pandemi Covid-19 naik 100%.

NASIONAL | 19 September 2021

Adu Kekayaan 2 Calon Panglima TNI

Terdapat dua calon Panglima TNI yang mencuat, yakni Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kasal Laksamana Yudo Margono. Berapa kekayaan harta mereka?

NASIONAL | 19 September 2021

LPSK Buka Pintu Perlindungan pada M Kece yang Diduga Dianiaya Irjen Napoleon

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyarankan M. Kece yang diduga dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim untuk meminta perlindungan.

NASIONAL | 19 September 2021

Erick Thohir Ingin Jembrana Jadi Lumbung Pangan Bali

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menginginkan Kabupaten Jembrana menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Bali.

NASIONAL | 19 September 2021

Ali Kalora Tewas, Sahroni Ingin Mujahidin Indonesia Timur Dibasmi hingga ke Akarnya

Ahmad Sahroni menginginkan agar kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dibasmi hingga ke akarnya, usai tewasnya Ali Kalora.

NASIONAL | 19 September 2021

Ketua MPR: Tumpas KKB di Papua, Saatnya Turunkan Pasukan Terbaik

Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan bahwa sudah waktunya negara menindak tegas KKB di Papua dengan menurunkan pasukan terbaik

NASIONAL | 19 September 2021

Gerindra Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Kalimantan Tengah

Bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya yang dibagikan ke lima wilayah terdampak banjir di provinsi Kalimantan Tengah.

NASIONAL | 19 September 2021

Waspada, 19 Provinsi Ini Berpotensi Terdampak Banjir Bandang

BMKG mengeluarkan peringatan kewaspadaan kepada 19 provinsi yang berpotensi terdampak banjir bandang.

NASIONAL | 19 September 2021

Irjen Napoleon Bonaparte Diduga Aniaya Muhammad Kece, Polri Dalami Motif

Polri masih dalami motifdugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece, yang diduga dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte.

NASIONAL | 19 September 2021



TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Pemkot Surabaya Ajukan Pengurangan Anggaran Belanja Lewat APBD Perubahan

Pemkot Surabaya Ajukan Pengurangan Anggaran Belanja Lewat APBD Perubahan

NASIONAL | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings