LIPI: Prolegnas Tak Capai Target Karena Rendahnya Profesionalitas Anggota DPR

LIPI: Prolegnas Tak Capai Target Karena Rendahnya Profesionalitas Anggota DPR
Ilustrasi sidang anggota DPR RI ( Foto: Istimewa )
Robertus Wardi Selasa, 5 Mei 2015 | 18:04 WIB

Jakarta - Peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengemukakan, kendala utama DPR dalam mencapai Program Legislasi Nasional (Prolegnas) adalah profesionalitas dalam menjalankan tugas. Prolegnas tidak mencapai target yang ditetapkan karena rendahnya tingkat profesionalitas dari para anggota DPR.

"Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU), baik dalam Panitia Kerja (Panja) maupun Panitia Khusus (Pansus) seringkali mengalami jalan buntu, khususnya ketika pasal-pasal yang dibahas terkait langsung dengan kepentingannya," kata Siti di Jakarta, Selasa (5/5).

Ia menanggapi rendahnya capaian legislasi dari DPR sekarang padahal sudah bekerja lebih dari enam bulan. Tahun ini, DPR menargetkan 160 RUU untuk dituntaskan dengan prioritas pada 35 RUU. Namun, sampai enam bulan bekerja baru menyelesaikan tiga UU.

Dia menjelaskan selain persoalan profesionalitas, konsentrasi anggota dewan juga sering terpecah oleh banyak aktivitas di DPR yang harus dihadiri. Akibatnya, mereka terkesan tidak memiliki skala prioritas dalam penuntasan RUU.

Dia menilai ada kesenjangan antara target yang dicanangkan dan realitasnya. Biasanya hanya sekitar 10-15 persen saja yang bisa dituntaskan dalam Prolegnas. Target yang melambung yang dicanangkan DPR semakin memperkuat asumsi bahwa DPR kurang realistis dan cenderung bombastis saja kalau bisa menyelesaikan sampai 160 RUU di prolegnas.

"DPR periode 2014-2019 harus belajar dari periode-periode sebelumnya, khususnya terkait fungsi legislasi. Dengan memahami masalah, tantangan dan kendala yang dihadapi DPR periode sebelumnya dalam melaksanakan tupoksinya, diharapkan DPR sekarang ini bisa memperbaiki dan mencari solusi yang tepat supaya kinerjanya lebih terukur, konkrit dan dirasakan rakyat," kata Siti.

Sumber: Suara Pembaruan