Kinerja DPR Buruk, Fahri Hamzah: Kami Terlalu Bersemangat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kinerja DPR Buruk, Fahri Hamzah: Kami Terlalu Bersemangat

Senin, 11 Mei 2015 | 21:03 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan pihaknya menyadari adanya sejumlah pihak mengkritisi DPR RI periode 2014-2019 terkait kinerja legislasi yang dinilai belum memuaskan. Belum lagi yang menganggap DPR kerap masuk terlalu jauh pada urusan pengawasan pemerintahan.

Namun, Fahri Hamzah menyatakan bahwa situasi dan kondisi yang dihadapi lembaga parlemen harus dipahami semua pihak sebelum membuat penilaian.

Soal rendahnya kinerja legislasi di mana hanya ada sejumlah RUU yang disahkan di periode ini, Fahri menjelaskan bahwa di dalam UU 17/2014 tentang MD3 sebagaimana diubah menjadi UU no.42/2014, justru fungsi legislasi yang sedang diperkuat. Saking semangatnya memenuhi target legislasi, saat itu Badan Legislasi DPR hendak dibubarkan karena dinilai sering menghambat agresivitas anggota untuk membuat UU.

Namun rencana itu tak dilanjutkan, di mana DPR RI lalu memunculkan ide pembentukan Pusat Kajian Legislasi yang Kepresnya sudah dikeluarkan.

"Nah sekarang mereka sedang melakukan penyesuaian untuk akselerasi itu di mana proposal legislasi akan digarap lebih cepat dengan dukungan sistem pendukung yang baru muncul. Tapi memang sedang penyesuaian," jelas Fahri, Senin (11/5).

Fahri menyatakan itu bukan bermaksud hendak menuding bahwa justru lambannya kinerja legislasi adalah karena kelambanan pihak pemerintah. Namun bahwa segala sesuatu membutuhkan waktu untuk berproses.

Menurutnya, ke depan ketika sistem pendukung sudah kuat, maka proses legislasi akan semakin cepat. Sistem pendukung akan memicu setiap anggota untuk membuat UU. "Maka secara umum, kinerja legislasi nasional akan sangat cepat," imbuhnya.

Terkait dengan penilaian bahwa DPR terlalu jauh mengintervensi Pemerintah dalam pelaksanaan fungsi pengawasan Parlemen, Fahri mengakui pihaknya sangat menyadari pola kemitraan Pemerintah-DPR memang belum diregulasi secara teknis. Dan Pimpinan DPR RI saat inipun sedang mempersiapkan solusi atas hal itu.

Diakui oleh Fahri, memang seharusnya rapat DPR dengan Pemerintah fokus untuk rapat legislasi dan anggaran. Dan rapat pengawasan itu dilakukan case by case berdasarkan temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Artinya, setiap usaha menyelidiki oleh DPR tak lagi dianggap sebagai sebuah intervensi, namun memang berbasis data audit resmi.

"Nah kami sedang menyiapkan peraturan bersama dengan BPK terkait cara melakukan pengawasan. Karena kita tidak bisa membatasi pengawasan DPR selama di sana ada kewenangan dan menyangkut keuangan negara," jelas Fahri.

Fahri mengatakan pihaknya sangat percaya bahwa kepercayaan publik atas lembaga parlemen dan para anggotanya harus dikelola. "Tapi menghukum DPR yang baru kerja lima bulan, ya keterlaluan. Kami sudah mempermudah kerja presiden dalam menggunakan APBN-P 2015 dan selanjutnya kami akan terus memperbaiki kinerja setiap anggota dan alat kelengkapannya masing-masing," bebernya.

Dia berjanji, ke depan, pihaknya akan konsisten memperbaiki berbagai sistem pendukung untuk melaksanakan tugas Parlemen dengan baik. Sebagai contoh, Baleg DPR harus terus dikejar untuk menuntaskan banyak regulasi internal.

"Ini adalah syarat suksesnya transformasi menuju DPR modern ke depan," tanda Fahri.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

Bantu Kesulitan Ekonomi Pendakwah, MUI dan ACT Luncurkan Gerakan Nasional Sejahterakan Dai

ACT dan MUI berkolaborasi meluncurkan Gerakan Nasional Sejahterakan Dai untuk membantu para pendakwah yang kesulitan ekonomi di masa pandemi ini.

NASIONAL | 17 September 2021

Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

Nadiem bermalam di rumah seorang guru di Plaosan, Tlogoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta.

NASIONAL | 17 September 2021

IDI: Serangan terhadap Nakes di Kiwirok Kejahatan Kemanusiaan Serius

IDI menyatakan bahwa serangan terhadap tenaga kesehatan di Kiwirok, Papua, merupakan kejahatan kemanusiaan serius.

NASIONAL | 17 September 2021

Kasus Asusila di Pringsewu, Pelaku Diganjar 7 Tahun 6 Bulan Penjara

Febri Wijaya alias Protol (29) diganjar hukuman penjara 7 Tahun 6 Bulan karena terbukti telah melakukan tindak asusila terhadap anak di bawah umur

NASIONAL | 16 September 2021

LAN Serahkan Sertifikat Akreditasi kepada Lembaga Pelatihan, Ini Daftarnya

LAN pada tahun 2021, kembali melakukan akreditasi tahap I terhadap 24 Lembaga Pelatihan

NASIONAL | 15 September 2021

Forum Rektor: Siapkan Perkuliahan Bauran dengan Melihat Kondisi Setempat

Forum Rektor Indonesia menyatakan para rektor menyambut baik persiapan perkuliahan tatap muka (PTM) terbatas yang dilaksanakan secara bertahap dan bersyarat.

NASIONAL | 15 September 2021

Kesalahan Pemkot Palu Laporkan Data BOR Berdampak Fatal

Rizal meminta Pemerintah Kota Palu betul-betul menjadikan kesalahan itu sebagai pembelajaran berharga agar tidak kembali terulang.

NASIONAL | 16 September 2021

Jenazah Gabriela Belum Berhasil Dievakuasi dari Jurang di Kiwirok

Jenazah Gabriella belum bisa dievakuasi karena sejak pagi kawasan itu dilanda hujan dan berkabut sehingga menyulitkan untuk melakukan evakuasi.

NASIONAL | 16 September 2021

Dukung PTM, Pemda Diminta Percepat Penuntasan Vaksinasi Pendidik

Pemerintah daerah didorong untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19 untuk pendidik dan tenaga kependidikan.

NASIONAL | 16 September 2021

Pemerintah Mulai Longgarkan Larangan Orang Asing Masuk Indonesia

Pemerintah mulai melonggarkan larangan orang asing masuk ke Indonesia dengan diterbitkannya Permenkumham 34/2021

NASIONAL | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Ayah Meninggal Setelah Nathan Ake Cetak Gol di Liga Champions

Ayah Meninggal Setelah Nathan Ake Cetak Gol di Liga Champions

BOLA | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings