Salim Said: Konflik Antarangkatan di TNI Tawuran Biasa

Salim Said: Konflik Antarangkatan di TNI Tawuran Biasa
Pengamat Militer Salim Said ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath Kamis, 4 Juni 2015 | 20:10 WIB

Jakarta - Pengamat militer Salim Said menilai konflik antaraparat di tubuh TNI adalah hal biasa. Setiap perseteruan diharapkan menjadi pelajaran.

"Ah itu kan tawuran. Mahasiswa saja tawuran. Tentara ada juga yang tawuran. Itu kan peradaban kita baru tingkatnya begitu," jelasnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).

"Jangan dianggap terlalu serius. Itu komandannya akan mengatasi. Nanti kalau ada lagi, diadili lagi," ucapnya.

Disinggung terkait kasus terkini yakni tewasnya anggota TNI Angkatan Udara akibat perkelahian dengan sekelompok anggota Kopassus, hal itu akibat dari peradaban bangsa yang kurang.

"Itu kan akibatnya. Ada yang tewas, ada yang luka-luka. Ya mudah-mudahan jadi pelajaran. Jangan main-main tawuran, orang bisa mati," ucapnya.

Dia menyatakan, Danjen Kopassus tidak perlu mengundurkan diri atas kasus tersebut. "Ya enggak perlu mundur dong. Dia (Danjen Kopassus, red) kan sudah bertindak," ucapnya.

"Saya kira dia bukan hanya minta maaf, tapi sudah ada langkah bertindak," pungkasnya.