Januari - Mei 2015, Sebanyak 1.918 Anak di NTT Alami Gizi Buruk
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Januari - Mei 2015, Sebanyak 1.918 Anak di NTT Alami Gizi Buruk

Rabu, 24 Juni 2015 | 16:57 WIB
Oleh : Yoseph A Kelen / PCN

Kupang- Sebanyak 1.918 anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) menderita gizi buruk selama Januari - Mei 2015. Sebanyak 11 orang di antaranya meninggal dunia akibat gizi buruk. Selain itu, masih ada 21.134 anak balita yang mengalami kekurangan gizi dari jumlah belita yang ditimbang sebanyak 330.214 orang. Kasus kurang gizi buruk ini tersebar di 22 kabupaten kota di NTT.

Kepala Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan NTT, Isbandrio, kepada wartawan di Kupang, Rabu, (24/6), mengatakan, penderita gizi buruk dialami keluarga miskin yang tinggal di wilayah terpencil yang sulit dijangkau. "Kasus ini terjadi diduga karena pemahaman ibu terhadap gizi masih rendah. Hal Itu diperparah dengan kemarau panjang yang terjadi sejak tahun 2014 sehingga banyak petani gagal panen," katanya.

Kondisi tersebut menimbulkan krisis pangan sehingga makanan yang dikonsumsi anak pun berkurang, bahkan tidak bergizi. "Kekurangan gizi itu membuat anak mudah terserang berbagai penyakit, seperti diare yang menimbulkan kematian," jelas Isbandrio.

Kasus gizi buruk terjadi di hampir semua kabupaten di NTT. Sementara kasus gizi buruk terbanyak di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Buruknya infrastruktur dan sulitnya akses transportasi membuat penderita gizi buruk tidak terkontrol oleh petugas kesehatan. Akibatnya, penderita dengan mudah digerogoti berbagai penyakit lain, tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr Stef Bria Seran mengatakan, gizi buruk muncul karena orang tua tidak mampu menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak mereka yang kemudian memicu timbulnya berbagai jenis penyakit. "Akar permasalahan terjadinya gizi buruk di NTT akibat kemiskinan," ujar Stef Bria Seran.

Menurut dia, angka kefatalan kasus (case fatality rate/CFR) 11 balita yang meninggal tersebut hanya 0,002 persen, tapi kematian bayi merupakan persoalan serius. Persoalan itu bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan pemerintah dan DPRD sebagai penyelenggara pemerintahan dan pembangunan daerah itu.

Ia menyebutkan, selama 2014 lalu sebanyak 361.696 anak ditimbang. Dari jumlah itu, 310.497 orang belita di antaranya memiliki gizi normal dan 27.327 orang yang gizinya bermasalah, terdiri dari gizi kurang 23.963 orang, gizi buruk tanpa gejala klinis 3.351 orang, dan gizi buruk dengan gejala klinis 13 orang, serta 15 anak di antaranya meninggal dunia.

Data tersebut menunjukkan kasus gizi buruk di NTT masih ada dan membutuhkan perhatian dari pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Gizi buruk baru berhasil diatasi jika persoalan kemiskinan di daerah itu dientaskan karena orang tua tidak memiliki cukup uang dan ketersediaan pangan untuk menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak mereka.

Karena itu, ia menolak bertanggung jawab dan menolak Dinas Kesehatan disalahkan jika ada balita yang masih menderita gizi buruk. "Jangan salahkan kami (pihak Dinas Kesehatan), jika ada balita gizi buruk," katanya.

Untuk pencegahan gizi buruk harus melibatkan seluruh instansi di NTT. "Penanganan harus dimulai sejak anak mengalami masalah gizi. Jangan tunggu sudah gizi buruk atau kronis baru ditangani," tambahnya.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

KPK Siapkan Draf Revisi UU

"Setiap konsep yang mengandung tujuan pelemahan dan pengurangan kewenangan harus kita tolak,"

NASIONAL | 24 Juni 2015

Hanura Ingin "Reshuffle" Kuatkan Kinerja Pemerintahan

Bagi Hanura, yang terpenting adalah setiap kebijakan presiden berbuah hal baik bagi pelaksanaan prinsip Nawacita dan Trisakti.

NASIONAL | 24 Juni 2015

KAI Daop 8 Batasi Jam Operasional Loket Stasiun

Jam operasional pemesanan tiket di loket stasiun dimulai jam 09.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB, dengan waktu istirahat jam 12.00 sampai dengan 12.45 WIB.

NASIONAL | 24 Juni 2015

LPSK Minta Partisipasi Masyarakat dalam Pengungkapan Tindak Pidana

Ketersediaan pelapor, saksi, dan korban, bisa memperlancar proses pemeriksaan di pengadilan. Untuk itu, masyarakat jangan acuh dengan kejahatan di sekitar.

NASIONAL | 24 Juni 2015

Annas Maamuun Divonis 6 Tahun Penjara

PIhak Annas menyatakan pikir-pikir.

NASIONAL | 24 Juni 2015

Dana Aspirasi Sebaiknya Dialokasikan untuk Tanggulangi Gizi Buruk di NTT

Masih banyak kebutuhan rakyat yang lebih penting.

NASIONAL | 24 Juni 2015

Polres Temanggung Sita 2 Karung Mercon Siap Edar

Tersangka terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

NASIONAL | 24 Juni 2015

Alumni Hukum UI Kawal Proses Seleksi Capim KPK

Langkah ini dilakukan agar proses seleksi yang sedang digelar bisa menghasilkan calon-calon pimpinan KPK yang terbaik.

NASIONAL | 24 Juni 2015

Misbakun: Memang Hanura Saja yang Bisa Lobi Presiden?

Bila menyangkut APBN, maka tak ada yang namanya oposisi. Sebab semua fraksi yang ada di DPR adalah mitra Pemerintah

NASIONAL | 24 Juni 2015

Presiden Tolak Dana Aspirasi

DPR seharusnya memahami program pembangunan yang dijalankan pemerintah, yang bersumber dari visi-misi presiden.

NASIONAL | 24 Juni 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS