ICW: Praktik Suap Masih Marak di Sistem Peradilan Indonesia
Logo BeritaSatu

ICW: Praktik Suap Masih Marak di Sistem Peradilan Indonesia

Senin, 27 Juli 2015 | 15:37 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FER

Jakarta - Peneliti ICW, Lalola Easter, mengakui, praktik suap di sistem peradilan Indonesia masih marak terjadi. Hal itu, kata dia, mengacu pada hasil survei Global Corruption Barometer 2013 oleh Transparency International (TI) yang mengungkapkan 86 persen responden di Indonesia menilai bahwa lembaga peradilan adalah lembaga paling korup.

"Angka ini merupakan penilaian awal para koresponden survei yang merasa bahwa lembaga peradilan merupakan salah satu lembaga paling korup di Indonesia, dan dapat terjadi salah satu indikator penilaiannya adalah praktik suap yang marak terjadi di dalam praktik peradilan," ujar Lalola saat dihubungi, Senin (27/7).

Parameter lain yang bisa jadi ukuran, kata Lalola, adalah jumlah hakim Tipikor yang pernah ditindak oleh KPK yakni 5 orang, di antaranya Kartini Marpaung (Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor Semarang), Asmadinata (Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor Palu), Heru Kisbandono (Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor Pontianak), Pragsono (Hakim Pengadilan Tipikor Semarang) dan Setyabudi Tejocahyo (Hakim Pengadilan Tipikor Bandung).

"Dari sini dapat dilihat, bahkan hakim pengadilan tipikor masih rawan menjadi pelaku tindak pidana korupsi," ungkapnya.

"Belum lagi, beberapa perkara korupsi yang belakangan ini menjerat pengacara dan panitera pengadilan, ini menunjukkan bahwa masih banyak penyelewengan yang terjadi di lingkungan peradilan di Indonesia," tambahnya.

Menurut Lalola, hakim punya andil besar dalam mewujudkan keadilan bagi pencari hukum. Namun, lanjutnya hakim bukan satu-satunya pembentuk keadilan.

"Karena praktik hukum yang berkeadilan dimulai bahkan sejak pembentukan peraturan dan pelaksanaan hukum acara oleh para penegak hukum," tandasnya.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kabareskrim: Penegakan Hukum Tak Ganggu Pembangunan

Untuk mencegah kesimpangsiuran, Buwas melaporkan segala aktivitasnya kepada Kapolri.

NASIONAL | 27 Juli 2015

Kasad Dapat Kenaikan Pangkat

Bersamaan dengan Kasad, terdapat juga delapan perwira tinggi (Pati) yang mendapat kenaikan pangkat.

NASIONAL | 27 Juli 2015

Pemerintah Tetapkan 9 Desember sebagai Hari Libur Nasional

Tanggal tersebut merupakan hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah.

NASIONAL | 27 Juli 2015

Kubu Djan Faridz: PKPU soal Pencalonan Solusi Bijak untuk Partai Bersengketa

Kesepakatan tersebut telah menjadi hukum yang sah yang harus dihargai dan dijalankan oleh semua parpol khususnya parpol bersengketa.

NASIONAL | 27 Juli 2015

BMKG Minta Warga Aceh Waspadai Kebakaran Hutan

"Secara umum Aceh berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang,".

NASIONAL | 27 Juli 2015

DPR Bantah Berusaha Hambat Pilkada Serentak

Audit KPU dimaksudkan untuk menghasilkan pilkada yang sukses.

NASIONAL | 27 Juli 2015

Olly-Steven Daftarkan Diri Jadi Balon Gubernur Sulut dari PDIP

Pasangan Olly-Steven yakin bisa memenangkan Pilkada Sulut pada 9 Desember dengan target perolehan suara 60 persen.

NASIONAL | 27 Juli 2015

Jokowi Bertemu Ketua Komite Nasional CPPCC

Kedua pemimpin itu akan membahas sejumlah hal, terkait isu-isu keamanan regional, ekonomi, dan perdagangan.

NASIONAL | 27 Juli 2015

DPD RI Ingin Kembangkan Kerja Sama Bilateral dengan Tiongkok.

Kerja sama sosial, budaya antar negara dan pertukaran pelajar perlu ditingkatkan.

NASIONAL | 27 Juli 2015

Kubu ARB Tuding KPU Terlibat Hancurkan Golkar

Bambang menegaskan hukum dan undang-undang pun ditabrak oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan Partai Golkar. KPU diduga bagian dari penghancuran tersebut.

NASIONAL | 27 Juli 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS