Pencalonan Ketua PBNU, Gus Sholah: Saya Tak Pernah Nyatakan Mundur
Logo BeritaSatu

Pencalonan Ketua PBNU, Gus Sholah: Saya Tak Pernah Nyatakan Mundur

Minggu, 2 Agustus 2015 | 14:17 WIB
Oleh : Aries Sudiono / FAB

Jombang - Calon Ketua Umum (caketum) PBNU, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) membantah isu yang menyebut dirinya mundur dari pencalonan.

“Saya menyatakan bahwa saya tidak pernah menyatakan mengundurkan diri. Kabar itu jelas pelintiran orang-orang tertentu. Kecuali saya stroke, saya pasti mundur. Saya kan segar bugar. Lihat sendiri,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan di gedung Media Center di SMAN-1 Jombang, Minggu (2/8).

Gus Sholah menegaskan, dukungan terhadap dirinya untuk maju sebagai caketum PBNU sudah mencapai separuh lebih dari suara muktamirin. "Jumlah PWNU kan 29, PCNU ada 500-an, saya sendiri sudah mendapatkan pernyataan langsung, separuh lebih muktamirin,” ujarnya.

Sebagaimana sudah ia tegaskan sebelumnya, ia maju menjadi caketum, karena ingin memperbaiki NU yang belum banyak berbuat demi kemaslahatan umat.

Gus Sholah sendiri merupakan sosok kandidat caketum PBNU yang bakal bersaing dengan incumbent, KH Said Agil Siroj dan KH As'ad Said Ali, mantan wakil ketua Badan Intelijen Negara (BIN). Saat ini, yang menjabat sebagai Ketua PBNU adalah Said Aqil Siroj.

Sementara itu, sekelompok anak muda yang menamakan diri Gerakan Anak Muda Peduli NU (GAMP-NU) menggelar aksi di arena Muktamar ke-33 NU di Alun-alun Jombang, Minggu (2/8) pagi. Mereka mengeluarkan lima butir pernyataan sikap, yang dikemas dalam etisi Muktamar ke-33 NU.

Koodinator Lapangan (korlap) aksi GAMP-NU, Mizan, dalam pers rilisnya yang dibagikan kepada para wartawan di arena Muktamar menegaskan, GAMP-NU meminta ribuan muktamirin yang hadir ikut melakukan Gerakan Sejuta Fatihah.

Setiap orang yang membaca petisi tersebut diharapkan supaya membaca "Fatihah" untuk keselamatan dan keberkahan warga NU.

Lima butir Petisi Muktamar NU itu adalah tolak politisasi Muktamar NU, kembalikan NU pada Khittah 1926, menolak dan mengecam money politics di Muktamar NU, setop menjadikan NU sebagai kendaraan politik praktis, serta mengutuk pemecah belah warga NU terkait desakan panitia muktamar yang memaksakan sitem pemilihan Rais Aam dengan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA/musyawarah mufakat) dan tetap memilih secara voting.

“Kalau kami sendiri GAMP-NU setuju dan mendukung model AHWA,” tandasnya dan tidak memberi alasan mengapa mereka mendukung AHWA dan menolak voting sebagai hak suara dari ribuan PCNU se-Indonesia.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Waspada, 23 Wilayah di Indonesia Akan Alami Cuaca Ekstrem

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-100%.

NASIONAL | 20 September 2021

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Pelabuhanratu

Tim SAR gabungan bersiaga dan melanjutkan pencarian korban tenggelam kecelakaan laut di Pantai Kebonkalapa Citepus, Pelabuhanratu, Sukabumi.

NASIONAL | 20 September 2021

Antisipasi Tsunami Terulang, BMKG Sempurnakan Sistem Peringatan Dini

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya dan kementerian/lembaga terkait sedang menyempurnakan sistem gempabumi dan peringatan dini tsunami.

NASIONAL | 19 September 2021

Dirtipidum: Napoleon Pukuli dan Lumuri M Kece dengan Kotoran

Hasil pemeriksaan perkara penganiayaan yang dialami Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri terungkap bahwa Napoleon Bonaparte memukuli dan melumuri kotoran

NASIONAL | 19 September 2021

Komisi I DPR Dukung Peremajaan Alutsista Koamarda II Surabaya

Komisi I DPR mendukung peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Koarmada II Surabaya.

NASIONAL | 19 September 2021

9 Nakes Korban Kekerasan KKB Jalani Pemulihan Trauma

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan korban kekerasan d Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin (13/9/2021)saat ini menjalani pemulihan trauma

NASIONAL | 19 September 2021

Mulai 25 September, Denpasar Terapkan Ganjil Genap di Daerah Tujuan Wisata

Polrestra Denpasar akan menerapkan peraturan lalu lintas berupa penyekatan ganjil genap bagi kendaraan di Daerah Tujuan Wisata (DTW) mulai 25 September 2021.

NASIONAL | 19 September 2021

Wasekjen Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Guru Honorer

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan meminta pemerintah memperhatikan nasib para guru honorer.

NASIONAL | 19 September 2021

BNPT: Sikap Intoleran Sebabkan Bencana, Hargai Perbedaan

Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sikap intoleran terhadap agama dapat menyebabkan bencana sehingga mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan

NASIONAL | 19 September 2021

Ini Isi Lengkap Surat Terbuka Irjen Napoleon Soal Penganiayaan M Kece

Irjen Napoleon Bonaparte menuliskan surat terbuka terkait dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece atau Muhammad Kace. Ini isi lengkap surat tersebut.

NASIONAL | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Mujahidin Indonesia Timur


# Napoleon Bonaparte


# Pengobat Alternatif Ditembak


# Manchester United



TERKINI
Gunung Berapi Pulau Canary Meletus, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Berapi Pulau Canary Meletus, 5.000 Orang Dievakuasi

DUNIA | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings