Utusan Khusus Presiden untuk MDG's Bertransformasi Jadi CISDI

 Utusan Khusus Presiden untuk MDG's Bertransformasi Jadi CISDI
Diah S Saminarsih sebagai pendiri dan Ketua Dewan Pembina Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) di acara peluncuran CISDI, di Jakarta, 13 Agustus 2015. ( Foto: Beritasatu.com/Herman )
Herman Kamis, 13 Agustus 2015 | 15:01 WIB

Jakarta - Pada tahun 2014, masa bakti Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG's (KUKP-RI MDG's) telah berakhir. Meski begitu, semangat tim-nya untuk terus berkontribusi kepada negara tidak pernah padam. Pada 8 Desember 2014, KUKP-RI MDG's akhirnya bertransformasi menjadi lembaga non-pemerintah bernama Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI).

"CISDI ingin meneruskan peran dan mengembangkan inisiatif KUKP-RI MDG's untuk mendukung percepatan pencapaian indikator-indikator pembangunan di Tanah Air. Melalui CISDI, kami berharap dapat membantu mewujudkan masyarakat Indonesia menjadi setara, berdaya dan sejahtera dengan paradigma sehat," ungkap Direktur Program CISDI, Anindita Sitepu, di acara peluncuran CISDI, di Jakarta, Kamis (13/8).

Diah S Saminarsih sebagai pendiri dan Ketua Dewan Pembina CISDI menambahkan, kesehatan sengaja dipilih sebagai pintu masuk seluruh inisiatif pembangunan, karena daya ungkitnya yang tinggi pada indikator-indikator pembangunan yang lain.

"Saya berharap CISDI dapat menjadi inkubator dari berbagai gerakan masyarakat yang membantu sektor publik untuk mencapai target-target dalam agenda pembangunan global pasca-2015 atau Sustainable Development Goals (SDG's)," ujar Diah.

Beberapa program yang sudah atau sedang dijalankan CISDI antara lain program Pencerah Nusantara, Indonesia MDG's Youth Forum, Peta Kemitraan untuk Pembangunan, melakukan knowledge transfer kepada Kementerian Kesehatan untuk program Nusantara Sehat, Generasi Kreatif Penggerak Nusantara, advokasi Agenda Pembangunan Pasca-2015, dan AIDS Innovation Awards 2015.