Kemsos Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kemsos Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) bersama Chairman Lippo Group Mochtar Riady (tengah) berbincang denghan penyandang disabilitas binaan Yayasan Asih Budi usai meresmikan Gedung Sentra Pemberdayaan Sosial dan Vokasional Penyandang Disabilitas Intelektual di Jakarta, 31 Agustus 2015. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)
Herman Senin, 31 Agustus 2015 | 19:08 WIB

Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, mengatakan menyiapkan sentra pemberdayaan sosial dan vokasional bagi penyandang disabilitas intelektual merupakan salah satu fokus dari Kementerian Sosial (Kemsos). Dengan adanya wadah ini, diharapkan penyandang disabilitas bisa menjadi insan yang lebih mandiri dan bisa ikut berkontribusi di dalam masyarakat.

Tidak sekedar memberikan pelatihan, menurutnya dalam sentra pemberdayaan sosial dan vokasional tersebut para penyandang disabilitas juga diajak bertemu dengan buyer untuk memahami apa yang dibutuhkan konsumen.

"Kita telah mengumpulkan 36 UPT (unit pelayanan teknis) di Kementerian Sosial, kita ajak belajar di salah satu tempat di Surabaya, di mana seluruh karyawan di tempat itu adalah penyandang disabilitas. Kemudian kita replika di beberapa UPT, kita ambil tutor yang bisa memberikan penguatan bagamana sentra-sentra pemberdayaan sosial dan vokasional bisa nyambung dengan buyer, bisa tahu apa yang menjadi tren pasar," ujar Khofifah Indar Parawansa usai menyaksikan acara peresmian sarana belajar senilai Rp 2 milyar yang disumbangkan Lippo Group kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) Asih Budi di kawasan Duren Sawit, Jakarta, Senin (31/8).

Sumbangan yang diberikan Lippo Group dalam upaya penguatan pemberdayaan sosial dan vokasional bagi penyandang disabilitas intelektual juga sangat diapresiasi Mensos. Menurutnya ini merupakan bagian dari implementasi "public private partnership", yang diharapkan bisa ikut membangun upaya penguatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lippo Group, dan berharap hal semacam ini bisa dilakukan perusahaan lainnya di tempat-tempat lain, sehingga penyandang disabilitas bisa memiliki kemandirian," ujar Mensos.