Yusril: Pemimpin Pencitraan Nihil Prestasi

Yusril: Pemimpin Pencitraan Nihil Prestasi
Yusril Izha Manhendra (Foto: BeritaSatu TV)
Erwin C Sihombing / FER Sabtu, 19 September 2015 | 16:18 WIB

 Umum (ketum) Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra berharap, masyarakat dapat lebih cerdas dalam memilih calon pemimpin bangsa dengan tidak memilih sosok yang hanya bermodal pencitraan.

Menurutnya, sosok yang akhirnya terpilih menjadi pemimpin hanya karena pencitraan tidak dapat menjawab persoalan bangsa seperti sekarang ini yaitu, keterpurukan ekonomi.

"‎Saya pikir tak bisa lagi seperti kemarin, pencitraan-pencitraan begitu yang tidak menyelesaikan apa-apa. Ketika terjadi situasi seperti sekarang, ekonomi mengalami perlambatan, paceklik, dolar naik, tambang tak bisa dibuka, (kalau) presiden (hanya) datang terus bagi-bagi (sembako) ya tak akan menyelesaikan masalah," ungkap Yusril di sela-sela acara pembukaan kegiatan Orientasi Kepengurusan Partai (OKP) PBB di Jakarta, Sabtu (19/9).

Yusril mengatakan, pemimpin ideal adalah sosok yang mampu membawa perubahan dan tidak cukup mengandalkan pencitraan. Perubahan dapat terjadi, lanjut dia, jika pemimpin memiliki wawasan yang luas dan mampu mengeluarkan kebijakan yang tepat guna sebagai solusi.

"Mudah-mudahan masyarakat lebih cerdas, tak bisa lagi pemimpin seperti sekarang arahnya tak jelas begini, tidak menimbulkan kepercayaan baik di dalam maupun di luar negeri," katanya.

Dirinya menyadari situasi sekarang sangat sulit khususnya bagi masyarakat daerah seperti Belitung yang merupakan kampung mantan Mensesneg dan Menkumham itu. Di Belitung, masyarakat tak bisa menikmati hasil laut karena kehilangan pembeli. Kebun kelapa sawit juga kedodoran untuk produksi.

"Padahal (Belitung) itu daerah yang cukup kuat sebenarnya tapi untuk melaut angin kencang, kalaupun melaut dapat ikan siapa yang beli? karena daya beli masyarakat menurun luar biasa. Begitu juga kelapa sawit yang dibanggakan, harganya anjlok. Maka harus ada solusinya, jangan jadi presiden kalau hanya datang bagi-bagi beras lima kilogram," kata Yusril.

Sumber: Suara Pembaruan